Hindari Serangan Jantung dengan Ragam Makanan

Serangan jantung bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Apalagi bagi orang dengan faktor risiko seperti gangguan pada bagian salah satu organ vital manusia tersebut. Penyakit jantung menyumbang hampir sepertiga dari seluruh kasus kematian di dunia.

Diet memainkan peran penting dalam kesehatan jantung. Salah asupan, penyakit jantung menunggu. Sejumlah makanan diketahui dapat memengaruhi tekanan darah, trigliserida, kadar kolesterol, dan peradangan. Kesemuanya merupakan faktor risiko penyakit jantung. Mengutip CNN Indonesia.com. berikut makanan yang perlu dikonsumsi untuk memaksimalkan kesehatan jantung.

1. Sayuran hijau

Sayuran hijau seperti bayam, kangkung, dan sawi dikenal karena kandungannya yang kaya. Ragam sayur itu mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan. Tak cuma itu, sayur-sayur tersebut juga tinggi kandungan nitrat yang terbukti ampuh mengurangi tekanan darah, melemaskan kekakuan arteri, dan meningkatkan fungsi sel yang melapisi pembuluh darah.

Sejumlah penelitian juga telah membuktinya, semakin tinggi asupan sayuran hijau, semakin rendah risiko penyakit jantung. Salah satu studi menemukan, peningkatan konsumsi sayuran hijau dikaitkan dengan lebih rendahnya risiko jantung sebesar 16 persen.

2. Gandum utuh

Gandum utuh termasuk beras merah, gandum hitam, dan quinoa dipercaya ampuh menurunkan risiko penyakit jantung. Kandungan kaya serat yang ada di dalam membuat gandum utuh mampu mengurangi kolesterol buruk dan mengurangi risiko penyakit jantung. Sebuah studi menyimpulkan, tiga porsi gandum utuh setiap hari dikaitkan dengan risiko penyakit jantung 22 persen lebih rendah.

3. Beri

Beragam buah beri punya nutrisi penting yang memainkan peran sentral bagi kesehatan jantung. Buah beri diketahui kaya antioksidan yang melindungi tubuh dari stres oksidatif dan peradangan yang berkontribusi terhadap perkembangan penyakit jantung. Sebagai contoh, sebuah penelitian menemukan, konsumsi minuman yang terbuat dari stroberi selama delapan pekan mampu menurunkan kolesterok buruk sebesar 11 persen. Studi lain menemukan, mengonsumsi blueberry setiap hari membantu meningkatkan fungsi sel yang melapisi pembuluh darah. Nama terakhir bertugas untuk mengontrol tekanan darah.

4. Alpukat

Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh tunggal yang sehat untuk jantung. Alpukat mampu menurunkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. Sebuah studi mencermati dampak dari tiga diet penurun kolesterol pada 45 orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Salah satu kelompok uji mengonsumsi satu alpukat per hari.

Kelompok alpukat diketahui mengalami penurunan kolesterol jahat yang diyakini secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung. Alpukat dikenal sebagai buah kaya kalium, nutrisi penting untuk kesehatan jantung. Satu alpukat memasok 975 miligram kalium atau sekitar 28 persen dari jumlah yang dibutuhkan dalam sehari. Mendapatkan setidaknya 4,7 gram kalium per hari dapat menurunkan tekanan yang terkait dengan risiko stroke lebih rendah sebesar 15 persen.

5. Ikan berlemak dan minyak ikan

Ikan berlemak seperti salmon, makarel, sarden, dan tuna sarat dengan asam lemak omega-3. Nama terakhir dipercaya bermanfaat bagi kesehatan jantung. Sebagaimana yang ditemukan dalam sebuah studi, misalnya. Mengonsumsi salmon tiga kali sepekan selama delapan minggu secara signifikan menurunkan tekanan darah diastolik. Jika Anda tak begitu menyukai makanan laut, Anda bisa menjadikan minyak ikan sebagai alternatif. Suplemen tersebut terbukti ampuh mengurangi trigliserida darah, meningkatkan fungsi arteri, dan menurunkan tekanan darah.

6. Kacang kenari

Kacang kenari merupakan sumber serat dan mikronutrien seperti magnesium, zync, dan mangan. Penelitian menunjukkan, konsumsi kacang kenari dapat menurunkan kolesterol jahat hingga 16 persen, menurunkan tekanan darah diastolik, dan mengurangi stres oksidatif.

7. Cokelat hitam

Cokelat hitam kaya akan antioksidan seperti flavonoid. Hal itu dibuktikan dalam sejumlah studi. Salah satu studi menunjukkan bahwa konsumsi kacang cokelat lima kali per pekan memiliki risiko 57 persen lebih rendah.

BERITA TERKAIT

Hindari Pikiran Sempit Atasi Defisit

Oleh: Sarwani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan masyarakat akan perubahan cuaca yang sangat dinamis dengan potensi datangnya gejala El…

Asosiasi Dorong Petani Tembakau Jalin Kemitraan Dengan Perusahaan Rokok

NERACA Jakarta - Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) mendukung wacana pemerintah untuk mewajibkan importir atau perusahaan rokok membangun kemitraan dengan…

Waspadai Makanan Berformalin dalam Takjil

NERACA Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan pengawasan pangan secara intensif jelang Hari Raya Idul Fitri atau…

BERITA LAINNYA DI KESEHATAN

Tips Sukses Puasa dan Menurunkan Berat Badan Sekaligus

Pada teorinya, puasa bisa membantu menurunkan berat badan. Pola makan yang berubah membuat asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh…

5 Cara Basmi Bau Mulut Saat Berpuasa

Selama bulan Ramadan, umat Islam musti berkawan dengan haus dan lapar. Kurang lebih 13 jam tubuh tidak memperoleh asupan apapun.…

Vitamin A juga Memperkuat Imun dan Cegah Jerawat

Vitamin A merupakan salah satu mikronutrien yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Vitamin yang larut dalam lemak ini penting untuk kesehatan.…