Ekspor Mobil di 2019 Ditargetkan Melaju Hingga 15 Persen

Kementerian Perindustrian membidik jumlah ekspor mobil pada tahun 2019 akan menembus 400 ribu unit atau naik 15,6 persen dibanding capaian tahun 2018 sebesar 346 ribu unit. Peningkatan ini seiring tumbuhnya permintaan konsumen luar negeri terutama di Asean dan terbukanya pasar baru seperti di Australia.

“Pasar Asean masih sangat potensial. Sekarang, ekspor mobil Indonesia terbesar, di antaranya ke Filipina dan Vietnam, bahkan pasar di Thailand juga mulai terbuka,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di Jakarta, disalin dari siaran resmi, pekan lalu.

Menperin menyampaikan, peluang peningkatan ekspor mobil Indonesia yang juga ada di depan mata adalah ke pasar Australia. Ini merupakan hasil negosiasi yang sudah ditandatangani dari perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif di antara kedua negara.

“Pemerintah tentu masih menunggu ratifikasi parlemen kedua belah pihak. Tetapi apabila sudah diratifikasi, potensi untuk ekspornya terbuka, termasuk kendaraan yang electric vehicle, pemerintah Australia juga memberi prioritas,” paparnya.

Menurut Airlangga, industri otomotif merupakan salah satu sektor manufaktur yang sudah memiliki struktur dalam di Indonesia, mulai dari hulu sampai hilir. “Misalnya, kita sudah punya bahan baku seperti baja, plastik, kaca, ban, hingga engine itu sudah diproduksi di dalam negeri. Lokal konten rata-rata di atas 80%. Ini yang menjadi andalan ekspor kita,” tuturnya.

Di samping itu, potensi industri otomotif di Indonesia cukup besar, dengan jumlah produksi mobil yang mencapai 1,34 juta unit atau senilai USD13,76 miliar sepanjang tahun 2018. Saat ini, empat perusahaan otomotif besar telah menjadikan Indonesia sebagai rantai pasok global.

“Dalam waktu dekat, ada beberapa principal otomotif lagi yang bergabung dan akan menjadikan Indonesia sebagai hub manufaktur otomotif di wilayah Asia,” imbuhnya. Hal tersebut akan menggenjot kinerja industri otomotif, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional. “Apalagi, industri ini menyerap tenaga kerja yang banyak, lebih dari satu juta orang,” ujar Airlangga.

Oleh karena itu, industri otomotif terpilih menjadi bagian dari lima sektor manufaktur andalan dalam implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

BERITA TERKAIT

Yamaha MT-25 Model 2020 Hadir Dalam Tiga Warna

Yamaha memperkenalkan sepeda motor naked sport bermesin 250cc, MT-25 model tahun 2020, secara serentak di Asia dan Eropa pada Rabu…

New Honda Sonic 150R Punya Corak Grafis Lebih Agresif

PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan New Honda Sonic 150R dengan tampilan terbaru melalui penyematan stripe (corak grafis) yang menambah…

Penjualan Hyundai di Amerika Serikat Tercatat Menurun

Hyundai Motor Co dan perusahaan afiliasinya Kia Motor Corp, pada Rabu (02/10), mengaku penjualan kendaraan mereka di Amerika Serikat (AS)…

BERITA LAINNYA DI OTOMOTIF

Yamaha MT-25 Model 2020 Hadir Dalam Tiga Warna

Yamaha memperkenalkan sepeda motor naked sport bermesin 250cc, MT-25 model tahun 2020, secara serentak di Asia dan Eropa pada Rabu…

New Honda Sonic 150R Punya Corak Grafis Lebih Agresif

PT Astra Honda Motor (AHM) memperkenalkan New Honda Sonic 150R dengan tampilan terbaru melalui penyematan stripe (corak grafis) yang menambah…

Penjualan Hyundai di Amerika Serikat Tercatat Menurun

Hyundai Motor Co dan perusahaan afiliasinya Kia Motor Corp, pada Rabu (02/10), mengaku penjualan kendaraan mereka di Amerika Serikat (AS)…