Wakil Walikota: Perkembangan Koperasi di Kota Sukabumi Masih Stagnan - Sebanyak 96 Koperasi Akan Dibubarkan Oleh Kemenkop

Wakil Walikota: Perkembangan Koperasi di Kota Sukabumi Masih Stagnan

Sebanyak 96 Koperasi Akan Dibubarkan Oleh Kemenkop

NERACA

Sukabumi - Wakil Walikota Sukabumi Andri Setiawan Hamami mengatakan, perkembangan dunia koperasi di Kota Sukabumi tergolong masih stagnan (jalan ditempat). Artinya, mereka belum bisa bersaing dengan yang lain. Seperti halnya masih tertinggal dengan bisnis ritel, sehingga ujungnya bisa mengancam ke kehidupan koperasi tersebut.

"Saat ini saja koperasi di kita masih banyak dipasok, sementara bisnis ritel bisa menguasai dimana-mana, bahkan mereka menjadi pemasok," ujar Andri usai menghadiri Rakerda Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Sukabumi, di salah satu Hotel kawasan Jalan Siliwangi Kota Sukabumi, Kamis (25/4).

Untuk itu lanjut Andri, koperasi harus efektif, produktif dan harus memiliki manajemen yang bagus, sehingga koperasi akan tetap tumbuh dan mampu bersaing dengan yang lain."Didalamnya juga harus menciptakan sumber daya manusia yang profesional, karena pemda juga akan terus memfasilitasinya," ujar Andri.

Andri berharap dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, bisa tumbuh dan berkembangnya semangat membangun Kehidupan berkoperasi diberbagai bidang kegiatan ekonomi, baik oleh gerakan koperasi sendiri maupun pemerintah dan masyarakat. Selain itu juga lanjut Andri, menjadikan koperasi di wilayah Kota Sukabumi sebagai motor penggerak ekonomi rakyat, serta meningkatnya fasilitas pengembangan usaha anggota melalui pengembangan kerja sama antar koperasi dan antar koperasi dengan badan usaha lainnya.

"Pemda juga selalu mendorong gerakan koperasi untuk bekerjasama, bersinergi, dan integrasi usaha gerakan koperasi dalam rangka mewujudkan keunggulan daya saing," tandas Andri.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Indutri (Diskop UMKM Dagrin) Kota Sukabumi Ayep Supriatna mengungkapkan, memang di Kota Sukabumi koperasi kebanyakan masih jalan ditempat, namun disisi lain ada beberapa koperasi juga yang cukup besar. Seperti koperasi Ibadurahman yang memiliki 3 ribu anggota dan membawahi 3 ribu UMKM juga, dan koperasi BBAT yang didominasi oleh kaum perempuan yang mampu meraih keuntungan sekitar Rp1 miliar lebih per tahun."Kedua koperasi omsetnya milliar rupiah. Makanya kalau dijalankan dengan benar koperasi apapun akan maju," tuturnya.

Saat ini saja lanjut Ayep, di kota Sukabumi ada sekitar 325 koperasi, dari jumlah tersebut sebanyak 199 yang aktif, dan sekitar 80 koperasi yang sudah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT)."Jadi sekitar 40 persen ya koperasi yang tidak aktifnya," terang Ayep.

Ayep juga mengakui, jika tahun ini ada sekitar 96 koperasi yang akan dibubarkan oleh kementerian koperasi (Kemenkop). Sedangkan tahun kemarin sebanyak 103 koperasi yang dibubarkan."Yang membubarkan koperasi itu kewenangan Kemenkop. Rata-rata yang dibubarkan itu dinyatakan sudah kolep atau tidak melakukan kegiatan seperti layaknya koperasi," pungkas Ayep. Arya

BERITA TERKAIT

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat dari Ketentuan Pemerintah

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat dari Ketentuan Pemerintah NERACA Jakarta – PT Pupuk…

Saatnya Membangun Industri Petrokimia Nasional

Saatnya Membangun Industri Petrokimia Nasional NERACA Jakarta - Proses konversi utang Multi Years Bond/MYB PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) menjadi…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise NERACA Jakarta - Reed Panorama Exhibitions bersama Kamar Dagang &…

Pertamina Peduli Kesehatan Warga Relokasi

Jakarta-Pertamina dinilai bertanggung jawab terhadap warga terdampak banjir rob di Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia  NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…