Ditjen IKMA Sediakan Booth Konsultasi Kemasan Produk IKM

NERACA

Jakarta – Pada Inacraft ke-21 ini, Kementerian Perindustrian menyediakan booth sosialisasi program Ditjen IKMA berupa Klinik Pengembangan Desain Kemasan dan Merek dan Klinik Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Di booth Klinik Pengembangan Desain Kemasan, para pengunjung bisa berkonsultasi terkait kemasan yang tepat untuk produknya.

“Selain itu, mendapatkan ilmu tentang desain merek produk IKM yang baik, sehingga kualitas produk IKM dapat semakin meningkat, baik dari segi kemasan, desain, serta labelling,” ujar Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, disalin dari siaran resmi.

Lain halnya, di booth Klinik HKI, pengunjung bisa berkonsultasi mendapatkan informasi tentang layanan maupun perlindungan HKI, serta mendapatkan fasilitasi pendaftaran HKI dari Ditjen IKMA Kemenperin.

Tak hanya itu, Kemenperin juga memamerkan produk hasil karya Bali Creative Industri Center (BCIC), dalam hal ini, Ditjen IKMA menginisiasi kolaborasi yang melibatkan jajaran perancang terkemuka Indonesia sebagai motor penggerak inovasi, dengan kriyawan terkurasi sebagai penghasil dari kriya tersebut. Sejak 2015, BCIC menjadi tempat berkumpul para wirausaha dan inkubator kreatif di bidang fesyen, kriya, dan animasi.

Gati menegaskan, pihaknya terus memacu kreativitas pelaku usaha dalam mengembangkan desain dan kualitas produknya, sehingga meningkatkan nilai tambah dan daya saing, sehingga pengusaha kerajinan dapat lebih meningkatkan eksistensinya baik di kancah nasional maupun internasional.

“Semoga pameran ini dapat memberikan sumbangsih kepada seluruh peserta untuk meningkatkan produktivitas, mengedukasi dan merangsang pemahaman mereka dalam hal mempromosikan produk kerajinan secara aktif dan komprenhensif,” tuturnya.

Penyelenggara Inacraft menargetkan transaksi ritel hingga sebanyak Rp149 miliar serta kontrak dagang sebesar 13 juta dolar AS "Harapan kami selama penyelenggaraan pameran adalah pengunjung sebanyak 200.000 orang, transaksi retail Rp149 miliar, serta kontrak dagang sebesar 13 juta dolar AS selama lima hari penyelenggaraan," kata Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Gusmardi Bustami di Jakarta, disalin dari Antara.

Gusmardi Bustami memaparkan, penyelenggaraan Inacraft sudah dimulai sejak 1999, dan saat ini adalah penyelenggaraan yang ke-21 kali. Ia menuturkan, Inacraft ke-21 ini akan mengangkat kesenian dan kebudayaan serta produk kerajinan unggulan dari Betawi dengan Pemprov DKI Jakarta sebagai ikon pameran.

Peserta dari pameran yang bertema sentral "From Smart Village to Global Market" itu kurang lebih sebanyak 1.700 peserta, yang terdiri 26 persen dari dinas-dinas daerah, 9 persen dari kementerian/BUMN, dan sisanya 66 persen adalah dari peserta individu atau perseorangan.

Keistimewaan lainnya adalah dalam pelaksanaan Inacraft 2019 kali ini adalah untuk pertama kali hadir Paviliun Luar Negeri yaitu dari Maroko. Maroko yang hadir sebagai Negara Kehormatan Inacraft 2019 itu didukung oleh Kementerian Pariwisata, Kerajinan, dan Sosial-Ekonomi dari Negeri Maghribi itu.

Produk kerajinan dan keragaman budaya dari Maroko itu akan menempati sekitar 216 meter persegi di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC), 24-28 April 2018. Pada tahun ini pula selain Maroko, ada juga sejumlah negara sahabat yang akan ikut menyemarakkan pameran dengan menampilkan produk kerajinan mereka seperti Jepang, Polandia, Pakistan dan Hongkong. Pameran kerajinan nasional berskala internasional yang akan dihadiri oleh 1.000 buyer dari sekitar 60 negara itu akan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Pameran dagang kerajinan internasional Inacraft 2019 akan memamerkan produk kerajinan unggulan dari kesenian dan kebudayaan Betawi sebagai ikon utama pamerannya. Gelaran Inacraft ke-21 secara khusus bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengangkat ikon pameran budaya Betawi.

Di samping menampilkan produk kerajinan Provinsi DKI Jakarta sebagai ikon utama dan nuansa pameran, akan ada penampilan seni budaya seperti pagelaran seni musik dan hiburan tradisional.

"Inacraft tahun ini mengangkat tema sentral 'From Small Village to Global Market.' Kita ingin mewarnai dunia dengan handicraft-nya Indonesia yang berbagai macam dan banyak sekali," ujar Wakil Ketua Asosiasi Eksportir dan Produsen Kerajinan Indonesia ASEPHI Gusmardi Bustami di Jakarta.

BERITA TERKAIT

Sektor Riil - Sumbang 74 Persen, Ekspor Produk Manufaktur Tercatat Tertinggi

NERACA Jakarta – Industri pengolahan nonmigas konsisten memberikan kontribusi paling besar terhadap nilai ekspor nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik…

Empat BUMN Bersinergi dalam Pemasaran Produk

  NERACA   Jakarta - Sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membawa empat perusahaan bekerja sama dalam penjualan produk. Empat…

Disperindag Lebak Minta Pelaku IKM Tingkatkan Kualitas Kemasan

Disperindag Lebak Minta Pelaku IKM Tingkatkan Kualitas Kemasan NERACA Lebak - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak meminta pelaku…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

NERACA Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota di…

Kebutuhan Pokok - Kemendag Catat Pemintaan Sembako Naik Hingga 20% Saat Ramadhan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut permintaan bahan pokok atau sembako meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen saat…

RI Mendorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

NERACA Jakarta – Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan Asia-Pacific Economic…