Pemerintah Bidik Ekspor Produk Kerajinan Naik 9 Persen di 2019 - Niaga Internasional

NERACA

Jakarta – Kementerian Perindustrian menargetkan ekspor produk kerajinan Indonesia dapat meningkat hingga 9% pada tahun 2019. Sepanjang 2018, pengapalan produk handycraft nasional mencapai USD1,2 miliar ke 50 negara atau naik empat kali lipat dibandingkan tahun 1999 sekitar USD300 juta ke 20 negara.

Negara tujuan utama ekspor, antara lain Amerika Serikat, Jepang, Belanda dan Inggris. “Beberapa catatan untuk peningkatan ekspor produk kerajinan, dari hasil diskusi dengan pelaku IKM, antara lain membutuhkan pendampingan mengenai desain dan akses pendanaan,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada pembukaan Pameran Inacraft 2019 di Jakarta, sebagaimana disalin dari siaran resmi.

Menurut Menperin, guna menggenjot ekspor tersebut, kebijakan strategis yang bisa dijalankan adalah penguatan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). “Selain memfasilitasi pembiayaan bagi pelaku IKM yang ingin melakukan ekspor, lembaga tersebut diyakini mampu berperan untuk pengembangan IKM. Artinya, pembiayaan dalam jangka panjang,” tuturnya.

Industri kerajinan merupakan salah satu sektor industri kreatif yang mampu memberikan kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Industri kerajinan yang didominasi oleh pelaku industri kecil dan menengah (IKM) ini dinilai terus berkembang, sehingga mampu membuka lapangan pekerjaan yang cukup banyak dan memberikan pemberdayaan yang berkualitas kepada masyarakat Indonesia.

“Berbagai produk kerajinan yang dihasilkan oleh tangan-tangan terampil yang umumnya adalah para pelaku usaha industri mikro, kecil dan menengah ini tidak hanya untuk memenuhi pasar lokal saja, tetapi juga telah merambah ke pasar ekspor,” paparnya.

Menurut Menperin, Indonesia memiliki keunggulan dalam pengembangan industri kerajinan karena keragaman budaya yang menjadi ciri khas di masing-masing daerah. Selain itu, keterampilan dan keuletan para perajin Indonesia juga membuat produk kriya nasional semakin kreatif dan inovatif, terlabih lagi ditopang melalui pemanfaatan teknologi terkini.

“Potensi lainnya adalah ketersediaan bahan baku yang berlimpah, menjadi keunikan tersendiri bagi produk kerajinan Indonesia,” ungkapnya. Bahan baku tersebut, antara lain kayu, rotan, bambu, keramik, serat alam, logam, perhiasan, lembaran kain, dan batu-batuan. “Saat ini juga sudah ada bahan baku dari hasil pengembangan teknologi modern,” imbuhnya.

Airlangga optimistis, industri kerajinan menjadi ujung tombak bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini ditopang melalui jumlah IKM kerajinan yang mencapai 700 ribu unit usaha dan menyerap tenaga kerja langsung lebih dari 1,3 juta orang.

Dirjen Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati WIbawaningsih menyampaikan, dalam upaya pengembangan desain produk IKM nasional agar lebih berdaya saing di kancah global, Kemenperin akan menggandeng sejumlah pihak untuk mendatangkan para ahli desainer, termasuk dari perusahaan internasional. “Program yang akan dijalankan, misalnya melalui bimbingan teknis. Tahun lalu, kami sudah kerja sama dengan Jerman,” ujarnya.

Sementara itu, mengenai upaya pengoptimalan pembiayaan ekspor bagi pelaku IKM, Ditjen IKMA Kemenperin telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan LPEI beberapa waktu lalu. Kolaborasi ini akan terus ditindaklanjuti, termasuk mengenai pengembangan IKM Go Digital. “Kami akan terus memfasilitasi pelaku IKM yang ingin ekspor, termasuk untuk memenuhi kebutuhan bahan bakunya melalui fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE),” imbuhnya.

Kemenperin memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan pameran Inacraft karena menjadi ajang penting dalam memberikan kesempatan kepada para perajin lokal meningkatkan akses pasar produk kerajinannya sehingga bisa mendongkrak nilai ekspor. “Kami melihat besarnya animo peserta pameran Inacraft setiap tahun untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar lokal dan mancanegara,” jelas Menperin.

Airlangga menyebutkan, penyelenggaraan Inacraft tahun ini, menargetkan transaksi penjualan hingga Rp146 miliar, nilai ekspornya menembus angka USD13 juta, dan jumlah pengunjung sebanyak 200.000 orang. Kegiatan yang digelar selama 24-28 April 2019 di Plenary Hall, Jakarta Convention Center (JCC) ini akan dihadiri sekitar 1.300 buyer dari 60 negara serta terdapat 1.400 booth yang diisi oleh 1.700 perusahaan atau pelaku usaha.

“Apalagi, keunikan Inacraft dengan pameran lainnya adalah selalu menonjolkan ikon daerah tertentu setiap tahunnya. Pada 2019, Provinsi DKI Jakarta menjadi Ikon dengan tema Jakarta Enjoyable Multicultural Diversities. Tahun ini juga Inacraft menampilkan Maroko sebagai Country of Honour,” ungkapnya.

Menurut Airlangga, hal tersebut merupakan salah satu bentuk kerja sama sister city antara Jakarta dan Casablanca. Dengan adanya penampilan Country of Honour, para perajin Indonesia diharapkan pula dapat melihat dan belajar dari produk kerajinan negara lain serta bisa berkolaborasi untuk semakin meningkatkan daya saingnya,” paparnya.

BERITA TERKAIT

Pacu Pertumbuhan Iklan Digital - MNCN Bidik Pendapatan Iklan Kreatif Naik 50%

NERACA Jakarta –Geliat industri digital mendorong PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN) untuk memacu pertumbuhan bisnisnya. Oleh karena itu, perseroan…

Pembangunan Jalan di Provinsi Banten Tuntas 100 Persen Pada 2020

Pembangunan Jalan di Provinsi Banten Tuntas 100 Persen Pada 2020 NERACA Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membenahi semua jalan…

Tanaman Pangan Pemicu NTP Banten April Turun 0,21 Persen

Tanaman Pangan Pemicu NTP Banten April Turun 0,21 Persen NERACA Serang - Nilai Tukar Petani (NTP) Subsektor tanaman pangan yang…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

NERACA Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota di…

Kebutuhan Pokok - Kemendag Catat Pemintaan Sembako Naik Hingga 20% Saat Ramadhan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut permintaan bahan pokok atau sembako meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen saat…

RI Mendorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

NERACA Jakarta – Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan Asia-Pacific Economic…