Net1 Indonesia Buka Akses Internet di Desa Terpencil - Dorong Geliat Ekonomi Desa

Desa Telogoharjo, Kecamatan Giritontro, Kabupatén Wonogiri, Jawa Tengah adalah sebuah désa terpencil. Meski jalan provinsi beraspal mulus melintasi desa tersebut, namun akses informasi begitu terbatas. Sinyal selular tidak menjangkau désa tersebut. Desa seperti Telogoharjo itu sering disebut blankspot atau titik gelap sinyal selular karena kontur perbukitan di desa tersebut sulit dijamah sinyal.

Mulai pertengahan 2018, Net1 Indonesia, sebuah operator internét yang fokus melayani kawasan pedesaan membuka pelayanan ke Telogoharjo. Kini désa yang berdekatan dengan perbatasan Pacitan itu pun telah mendapat akses internet 4G. Setelah akses internét terbuka, kini Desa Telogoharjo tidak lagi terisolasi. Akses infomasi dan komunikasi pun makin lancar. Perekonomian warga pun mulai menggeliat. Utomo, seorang pedagang sayur keliling menjadi saksi kemajuan akses infomasi di desanya.”Kini saya lebih mudah menjual kelapa hasil kebun, memesan barang juga jadi lebih mudah," ujar Utomo di Yogyakarta, kemarin.

Figur Utomo adalah salah satu kisah sukses yang dipilih dalam Pertemuan Distributor Nasional Net1 Indonesia di Balai Desa Telogoharjo. Pemilihan desa sebagai tempat pertemuan distributor nasional tak lepas dengan misi Net1 menjadi perusahaan telekomunikasi yang fokus pada penyediaan layanan 4G bagi wilayah pedesaan 3T (terluar, terdepan, tertinggal) atau yang tidak dimasuki oleh operator telekomunikasi lain. National Distributor Meeting 2019 di Desa Tlogoharjo dengan tema "Kita, Desa dan Indonesia" bertujuan membantu agar masyarakat bisa memperoleh layanan 4G sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan mereka.

Menurut CEO Net1, Larry Ridwan dalam siaran persnya di Yogyakarta, kemarin menuturkan bahwa dari 78.000 desa di Indonesia, ada 15.000 desa yang belum mendapatkan akses internet atau sinyalnya masih kurang bagus. "Karena itu, tak heran banyak Pemerintah Daerah yang datang ke kami untuk minta dibangunkan infrastruktur 4G," ujar Larry.

Selain kepala pemerintahan daerah, banyak juga kepala sekolah yang mengajukan permohonan agar mereka bisa mengakses 4G dengan mudah. Adanya layanan 4G di sekolah bisa membantu siswa untuk memperoleh informasi dan pengetahuan baru. Maka atas dasar itu, maka Net1 pun semakin gencar membangun infrastruktur internet di desa. Salah satu yang baru-baru ini dilakukan Net1 adalah membantu masyarakat Desa Tlogoharjo Kecamatan Giritontro Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Walaupun Pulau Jawa identik dengan infrastruktur telekomunikasi 4G, tetapi masih banyak desa yang tidak mendapatkan akses internet dengan baik.

BERITA TERKAIT

Perluas Pasar Ekspor - HK Metals Buka Pasar Ke Australia dan Kanada

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan penjualan, PT HK Metals Utama Tbk (HKMU) terus perluas pasar ekspor. Teranyar, perseroan tengah membidik…

Ketahanan Ekonomi dalam Situasi Global

Oleh: Dr. YB Suhartoko SE, ME., Dosen FE Unika Atmajaya Jakarta   Situasi perekonomian dunia pada awal tahun 2019 masih menunjukkan…

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi - Menteri LHK

Indonesia Angkat Langkah Sistematis Sektor Lingkungan Hidup dan Energi Menteri LHK NERACA Karuizawa, Jepang - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan,…

BERITA LAINNYA DI CSR

SHARP Bersedekah Berbagi Kebahagiaan dan Ilmu

Selalu hadir berbagi di tengah masyarakat adalah komitmen yang dilakukan PT Sharp Electronics Indonesia. Kali ini perseroan melalui kegiatan tanggung…

Donasikan Kursi Roda dan Bantuan Modal - K3S Denpasar Tingkatkan Kemandiran Disabilitas

Dalam rangka memberdayakan masyarakat disabilitas untuk mandiri, Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kota Denpasar, Bali menyerahkan bantuan kesehatan seperti kursi…

Peduli Korban Banjir di Sultra - Kementerian Pertanian Salurkan Bantuan Rp 15 Miliar

Musibah banjir yang terjadi di provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi derita bagi bangsa Indonesia, maka berangkat dari upaya meringankan beban…