Champion Pacific Targetkan Penjualan Tumbuh 15% Dari Bisnis Baru - Tingkatkan Produksi Kemasan Fleksibel

Neraca

Jakarta – PT Champion Pacific Indonesia Tbk (IGAR), produsen kemasan plastik menargetkan pertumbuhan penjualan ditahun 2012 sebesar 15% dibandingkan tahun 2011 yang mencapai Rp 512,7 miliar dan laba naik 15% dari tahun sebelumnya mencapai Rp 36,4 miliar.

Direktur Keuangan PT Champion Pacific Indonesia Tbk Berry Karlis mengatakan, peningkatan penjualan ini seiring dengan lini baru bisnis perseroan di kemasan fleksibel yang dinilai memiliki pasar cukup bagus, “Bisnis baru di kemasan fleksibel akan mendongkrak penjualan perseroan ditahun ini,”katanya di Jakarta, Rabu (21/3).

Oleh karena itu, belanja modal yang dialokasikan perseroan tahun ini sebesar Rp 38 miliar akan digunakan untuk menambah mesin baru dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi kemasan fleksibel dan juga pembangunan infrastruktur. Asal tahu saja, selama ini kapasitas produksi kemasan perseroan 120 juta meter persegi pertahun. Kemudian untuk sumber pendanaan belanja modal masih berasal dari kas internal dan bukan pinjaman dari bank.

Menurut Berry, pasar kemasan fleksibel masih memiliki potensi pasar yang cukup besar dan juga kompetisinya yang belum ketat. Maka alasan inilah, penjualan perseroan mengalami penurunan sebesar 4,36% atau dari Rp 536,1 miliar di 2010 menjadi Rp 512,7 miliar 2011, “Penurunan penjualan disebabkan perseroan fokus pada lini bisnis kemasan fleksibel,”jelasnya.

Penurunan penjualan perseroan boleh saja turun akibat binis baru kemasan fleksibel, tetapi tidak mempengaruhi raihan laba ditahun 2011. Pasalnya, perseroan masih mencatatkan kenaikan laba dari Rp 32 miliar menjadi Rp 36,4 miliar.

Selama ini kemasan fleksibel ada peningkatan kapasitas dan juga marginnya cukup bagus. Maka pertimbangan itulah, penjualan tahun ini akan mengandalkan kemasan fleksibel untuk farmasi dan konsumer good (makanan). Nantinya, porsi penjualan 65% untuk kemasan farmasi dan 35% untuk kemasan konsumer good.

Selain itu, perseroan juga berencana menaikkan harga kemasan apabila pemerintah resmi menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diambil untuk menutupi biaya cost produksi dari kenaikan BBM, “Kita masih hitung berapa rencana kenaikan harga dari BBM naik nanti,”tandasnya.

Selanjutnya, untuk wacana menggelar rights issue dan membangun pabrik baru, Berry belum mau mengungkapkan lebih jauh dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan pertumbuhan ekonomi kedepan.

Bagikan Dividen

Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB), perseroan akan memberikan dividen sebesar Rp 100 per lembar saham atau nilai totalnya mencapai Rp 97 miliar. Pembayaran dividen interim sendiri sudah dilakukan pada November 2011 sebesar Rp 25 per lembar saham dan tinggal sisanya Rp 75 per lembar saham.

Kata Berry Karlis, pembayaran dividen yang begitu besar tidak akan mempengerahi ekspansi bisnis perseroan kedepan,”Pembayaran dividen adalah bentuk tanggung jawab perseroan kepada pemegang saham dan rencananya sisa pembayaran dividen akan dilakukan pada awal Mei nanti,”paparnya.

Sebelumnya, PT Champion Pacific Indonesia Tbk mencatat penurunan penjualan 4,36% menjadi Rp 512,77 miliar pada 2011 dibandingkan penjualan 2010 yang tercatat Rp 536,16 miliar. Meski mencatat penurunan penjualan, namun laba bersih perusahaan yang bergerak di bidang industri kemasan ini mengalami peningkatan 13,43% sebanyak Rp 36,47 miliar dibandingkan 2010 sebanyak Rp 32,15 miliar.

Sementara peningkatan laba ditopang kenaikan laba kotor menyusul suksesnya langkah efisiensi sepanjang tahun lalu, meski kondisi ekonomi global kurang kondusif, sehingga bahan baku naik dan dolar berfluktuasi. Laba kotor perseroan 2011 naik 4,42% menjadi Rp 93,65 miliar dibandingkan 2010 yang tercatat Rp 89,68 miliar. (bani)

Related posts