Kenaikan BBM Dongkrak Penjualan Viar

NERACA

Jakarta---Terkait rencana kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 1 April 2012 mendatang justru diniali sebagai kondisi yang menguntungkan Viar Motor Indonesia (VMI). Alasanya, orang akan lebih banyak menggunakan sepeda motor ketimbang mobil. "Kenaikan BBM merupakan berkah buat kita karena akan ada migrasi segmen dari mobil ke sepeda motor. Pada 2005-2006, harga BBM naik menjadi Rp6000/liter, penjualan Viar juga terdongkrak naik," kata Akhmad Zafitra Dalie, General Manager Marketing VMI, Akhmad Zafitra Dalie di Hotel Sultan, Jakarta, Rabu (21/3)

Menurut Dalie, bagi orang yang punya mobil, untuk efektif cost mereka akan beralih ke roda dua. Sementara pengguna roda dua juga akan migrasi terutama pengguna yang mengedapankan lifestyle dan trend mereka akan pindah ke regular produk seperti produk Viar. “Angka penjualan motor saat itu melonjak dari 2 juta unit menjadi 4 juta unit,” tambahnya.

Yang jelas, kata Dalie, dengan harga yang terjangkau, Viar sanggup menyediakan kendaraan yang dapat mengakomodir kebutuhan konsumen akan gaya hidup mengingat model-model motor Viar diklaim memiliki desain yang modern.

Saat ditanya soal aturan Bank Indonesia terkait pembatasan downpayment (DP), Dalie mengaku VIAR tak terlalu perngaruh oleh kebijakan tersebut. “Masalahnya, aturan BI tersebut dampaknya hanya temporer saja. Apalagi VIAR memiliki keunggulan kendaraan niaga, terutama yang roda tiga,”ujarnya.

Namun demikian diakui Dalie, untuk kompetisi pada kendaraan regular (roda dua) tentu ada pengaruhnya. “Pada regular ini memang berdarah-darah,”tegasnya lagi.

Yang tak kalah menariknya, lanjut Dalie lagi, PT Trianggle Motorindo sebagai pemegang merek Viar Motor Indonesia (VMI) dalam 10 tahun ini mengungkapkan hasil penjualannya selama berbisnis di dunia otomotif roda dua di tanah air terbilang cukup menggembirakan sejak 2002 lalu.

Dalam satu dasawarsa berkarier, Viar telah menjual sebanyak 500 ribu unit. Untuk lima tahun mendatang Viar memiliki target besar dengan mematok target penjualan mencapai 1.6 juta unit. Saat ini semua unit yang diproduksi dibangun di pabrik yang terletak di Bukit Semarang Baru (BSB), Semarang, Jawa Tengah. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi mencapai 40 ribu hingga 75 ribu unit perbulan.

Pada 2012 ini Viar mematok target market share regional 3-5 persen untuk pasar regional Jawa dan 7-10% untuk regional luar Jawa. Dengan kata lain selama 2012 ini target Viar mencapai 130 ribu unit. "Angka tersebut bukan muluk-muluk karena kami pernah mencapai target tersebut," paparnya

Untuk diketahui, sampai Maret ini penjualan Viar telah mencapai 15 persen dari target yang telah dicanangkan. Selama 2011 lalu, Viar berhasil menjual 70.030 unit sepeda motor. Kontribusi besar dalam hal penjualan disumbang model bebek dengan total market mencapai 46,1 persen dengan volume penjualan sebanyak 32.284 unit. Sementara model roda tiga menyumbang 43,3 persen atau 30.323 unit dan model sport berkontribusi 4,9 persen atau 3.431 unit. **cahyo

Related posts