Mandiri Bisa Kehilangan Monopoli E-Toll Card

NERACA

Jakarta-- -Setelah kena teguran Menteri BUMN, kini PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terus berbenah. Bahkan member sinyal melakukan evaluasi “monopoli” pengelolaan kartu e-Toll oleh Bank Mandiri. Padahal banyak bank lain yang berminat mengelola kepemilikan e-Toll card. "Kalau memang kalau (pengeolaan) e-Toll card dibuka kepada bank lain maka kepemilikan menjadi lebih besar," kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/3)

Menurut Adit, dari catatan Jasa Marga kepemilikan kartu e-Toll baru mencapai 10,5% dari total pengguna jalan tol. Sehingga jumlah ini masih jauh dari harapan. "Kalau sampai Juni angka tidak membaik sebaiknya memang dibuka," terangnya

Ditempat terpisah, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan juga tak keberatan pemasaran e-Toll Card tak dimonopoli satu bank. Namun PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) masih diberi waktu untuk menunjukkan kemampuannya.

Diakui Dahlan, pihaknya sudah melakukan komunikasi kepada Bank Mandiri beberapa bulan lalu untuk meningkatkan penjualan e-Toll Card. "Saya setuju kalau dibuka untuk semua bank penjualan e-Toll Card akan lebih cepat. Tapi beri waktu dulu pada Bank Mandiri untuk membuktikan diri. Mereka (Bank Mandiri) menyanggupi. Waktu itu rasanya dijanjikan bulan April bergerak cepat,"terangnya

Namun demikian, ia percaya Bank Mandiri bisa memenuhi permintaan Dahlan tersebut. Direksi Bank Mandiri, kata Dahlan, juga sudah menyanggupi penggenjotan pemasaran e-Toll Card tersebut. "Tiga bulan lalu saya sudah ingatkan agar mengutamakan sisi layanan. Kalau Bank Mandiri tidak mampu sebaiknya dibuka untuk semua bank dengan mempertimbangkan ganti rugi untuk Bank Mandiri atau bentuk kompensasi lain," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) M Said Didu, mengatakan pihak yang mengadakan tender, dalam hal ini Jasa Marga, berhak melakukan penilaian terhadap pemenang tender. Jika si pemenang tender tidak bisa mencapai kinerja yang sudah dihentikan, maka Jasa Marga berhak mencari pihak lain dengan melakukan tender baru. "Kalau memang dari (Bank) Mandiri sudah tidak sanggup, harusnya Jasa Marga punya hak untuk meninjau," ungkapnya.

Jasa Marga menunjuk Bank Mandiri sebagai pemasar e-Toll Card pada masa Said masih menjabat di Kementerian BUMN. Said pun mengaku mendapat laporan dari Jasa Marga mengenai hasil tender tersebut. "Jadi kalau memang belum maksimal, semua pihak harus meneliti lagi e-Toll Card ini tidak jalan penyebabnya apa," ujar Said.

Setelah lima tahun berjalan, penggunaan e-Toll Card masih memble. Jasa Marga mencatat kepemilikan kartu prabayar akses masuk tol 10,5% dari total pengguna jalan tol. Angka ini jauh dari harapan, padahal sebelumnya Menteri BUMN Dahlan Iskan telah 'menyentil' Bank Mandiri untuk lebih giat mensosialisasikan penggunaan e-Toll card. **cahyo

Related posts