Laba Jasa Marga Masih Stabil di Rp 584,8 Miliar - Mulai Beroperasi Ruas Tol Baru

NERACA

Jakarta – Emiten pengelola jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) berhasil mencatatkan pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) di kuartal pertama tahun ini sebesar Rp 1,81 triliun. Dimana angka tersebut tumbuh 14,5% atau sekitar 229,58 miliar dibandingkan priode yang sama tahun lalu. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Kata Corporate Secretary Jasa Marga, M Agus Setiawan, perseroan juga mampu mencatat margin EBITDA sebesar 71,8% lebih besar dari kuartal satu 2018 sebesar 66,30%. Kemudian dari sisi pendapatan usaha diluar konstruksi, Agus mengatakan, Jasa Marga mencatat pendapatan usaha sebesar Rp 2,52 triliun atau tumbuh 5,7% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Dirinya menjelaskan, pendapatan tersebut berasal dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp 2,34 triliun atau naik 6,3% dibandingkan kuartal satu tahun lalu.Dari total pendapatan tol tersebut, kata dia, kontribusi pendapatan tol dari anak perusahaan mencapai 16,11%. Kontribusi tersebut meningkat 4,78% dibandingkan pendapatan tol dari anak perusahaan pada periode yang sama tahun lalu hanya 11,33%.”Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan konektivitas jaringan Jalan Tol Trans Jawa di akhir 2018,”kata Agus.

Sementara laba bersih yang berhasil dibukukan perseroan di kuartal satu tahun ini sebesar Rp 584,8 miliar atau tetap stabil. Hal ini merupakan dampak dengan mulai beroperasinya jalan tol baru dan begitu juga dengan masifnya kebutuhan pendanaan untuk penyelesaian konstruksi.Dalam sisi pendanaan, Jasa Marga berusaha untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid dan memperkuat struktur permodalan.

Agus mengatakan untuk mencapai kondisi tersebut, Jasa Marga juga melakukan inovasi alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK Dinfra). Disampaikannya, produk keuangan KIK Dinfra Jasa Marga tersebut merupakan yang pertama kali dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. "Seluruh capaian tersebut merupakan pembuktian Jasa Marga untuk tetap menjaga kinerja positif," ujar Agus.

Pada sisi operasional, Jasa Marga juga sudah mengoperasikan jalan tol Medan-Kualanamu Tebing Tinggi seksi 7 (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 kilometer. Jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera yang akan menghubungkan Aceh hingga Lampung. Kata Agus, jalan tol tersebut dapat memperlancar arus transportasi dan logistik. "Terutama arus transportasi antara Kota Medan, Bandara Internasional Kualanamu, Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei, dan Kawasan Pariwisata Danau Toba," ungkapnya.

Selain itu, Jasa Marga mengembangkan inovasi di berbagai aspek untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Dimana salah satunya dengan menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) di Gerbang Tol (GT) Cengkareng dan GT Kapuk pada ruas Tol Soedyatmo Maret 2019 lalu.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…