FIF Akui Pikirkan Strategi Baru - Soal Kebijakan BI

NERACA

Jakarta---Anak usaha PT Astra Internasional Tbk, yanki PT Federal International Finance (FIF) mengungkapkan aturan Bank Indonesia (BI) terkait pembatasan DP Kredit tak mempengaruhi bisnis perusahaan pembiayaan (multifinance). Bahkan ada dampak positifnya, perusahaan mengatur strategi baru. Sisi positif dengan adanya peraturan tersebut adalah perusahaan akan kembali memikirkan strategi baru untuk kemajuan perusahaan. Apalagi, saat ini pangsa pasar FIF untuk kendaraan Honda sebesar 44% ,” kata Presiden Direktur FIF, Suhartono di Jakarta,21/3

Menurut Suhartono, konsumen yang membeli kendaraan bermotor dan mencicil dengan down payment (DP) atau uang muka di bawah Rp500 ribu hanya sebesar 4%. "Itu tidak banyak pengaruh. FIF tidak turun (pangsa pasarnya), kalau turun karena ada persaingan yang tajam di pasar," paparnya

Sementara itu FIF meluncurkan obligasi berkelanjutan dengan dengan target perolehan dana mencapai Rp10 trliun. Untuk tahap pertama, perseoran akan menerbitkan sebanyak-banyaknya Rp2 triliun. Obligasi tersebut, akan ditetapkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan jangka waktu 370 hari dengan pembayaran dilakukan secara pada tanggal jatuh tempo.

Seri B dengan jangka waktu oblihasi 24 bulan dan dibayarkan secara penuh saat jatuh tempo, dan obligasi seri C dengan jangka waktu 36 bulan dibayarakan penuh saat jatuh tempo. Masa penawaran awal dari obligasi ini akan dilakukan pada 21 Maret hingga 30 Maret 2012, dengan perkiraan tanggal efektif pada 11 April dan masa penawaran umum pada 13 dan 16 April. Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini akan dipergunakan seluruhnya oleh perseroan sebagai modal kerja dan khususnya untuk pembiayaan konsumen sepeda motor. **cahyo

Related posts