Sarana Menara Bagikan Dividen Rp 1,2 Triliun - Berkah Pencapaian Positif di 2018

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) memutuskan membagikan sisa dividen untuk tahun buku 2018 sebesar Rp894 miliar pada Mei 2019.Adapun, total dividen yang dibagikan sebesar Rp1,2 triliun dari laba bersih atau sebesar Rp23,52 per saham untuk tahun buku 2018.

Kata Wakil Direktur Utama Sarana Menara Nusantara, Adam Gifari, pembagian dividen ini merupakan hasil pencapaian positif perseroan di 2018. “Nilai total dividen tahun 2018 sejumlah Rp1,2 triliun ini merepresentasikan yield dividen disetahunkan setara dengan 3,3% berdasarkan data penutupan perdagangan saham per 23 April 2019,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, perseroan berhasil mencetak kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 4,75% menjadi Rp2,20 triliun pada 2018 dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp2,10 triliun. Sementara itu, pendapatanTOWRjuga tercatat naik 10% menjadi Rp5,86 triliun secara tahunan (yoy) dari posisi pada 2017 sebesar Rp5,33 triliun.

Sebelumnya, TOWR telah membayarkan dividen interim tunai tahun buku 2018 sebesar Rp306 miliar atau Rp6 per saham pada 21 Desember 2018. Dengan demikian, sisanya sebesar Rp894 miliar atau Rp17,52 per saham akan dibayarkan pada tahun ini di sekitar 24 Mei 2019. Selanjutnya dalam Rapat umum pemegang saham tahunan dan luar biasa (RUPSLB) juga menyampaikan bakal terus melanjutkan program pembelian kembali saham sebanyak-banyaknya 5% yang masih berlaku untuk kurun waktu 18 bulan sejak disetujuinya program pembelian kembali saham (buy back) pada tahun lalu.

Selain itu, dalam RUPST tersebut, TOWR juga menunjuk dan mengangkat Honggo Widjojo Kusumo sebagai Komisaris Independen menggantikan Alexander Rusli yang mengajukan permohonan pengunduran diri pada Februari 2019. Adapun, Widjojo Kusumo sebelumnya pernah menjabat sebagai Presiden Komisioner PT Bank DKI, Presiden Komisioner PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. serta lama berkarir di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Kalangan analis menilai, pencapaian positif kinerja TOWR menjadi alasan bagi investor untuk layak mengkoleksi sahamnya. Lucky Ariesandi, analis Bahana Sekuritas memproyeksikan kinerja TOWR akan tetap tumbuh karena didukung perpanjangan sewa dari operator telepon. TOWR melaporkan berhasil memperbarui perpanjangan sewa yang akan berakhir di 2019-2022 dari Hutchison dan XL Axiata (EXCL) selama 10 tahun ke depan.

Tarif sewa baru dari perpanjangan sewa tersebut sebesar Rp 13 juta hingga Rp 14 juta per bulan. Tarif tersebut memang tercatat lebih rendah 25% dari kontrak yang lama, tetapi Lucky menilai tarif tersebut masih dalam batas yang wajar. "Biaya operasi TOWR cukup kecil di 8% per tahun dengan tarif sewa Rp 13 juta mereka masih mendapat keuntungan yang lumayan," kata Lucky.

Menurutnya, dengan perpanjangan sewa baru tersebut diproyeksikan pendapatan TOWR hingga 2032 bisa terdorong ke Rp 43 triliun. Selain berhasil mendapat perpanjangan sewa, Lucky memproyeksikan kinerja TOWR mampu kembali tumbuh karena mendapat sentimen positif dari modal kerja para emiten operator telepon yang naik.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…