Selama Job Fair, Disnakertrans Kota Sukabumi Keluarkan 107 AK-1

Selama Job Fair, Disnakertrans Kota Sukabumi Keluarkan 107 AK-1

NERACA

Sukabumi - Di hari terakhir pelaksanaan Job Fair 2019, tercatat sebanyak 107 kartu kuning (AK-1) dikeluarkan oleh Dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Sukabumi."Dalam Job Fair ini ada sekitar 107 kartu kuning dikeluarkan oleh kami. Dan kami juga sengaja membuka stan khusus pembuatan kartu AK-1 ini selama pelaksanaa Job Fair," ujar Plt Disnakertrans Kota Sukabumi Iyan Damayanti kepada neraca, Selasa (23/4).

Iyan mengaku, jika biasanya pembuatan AK-1 biasanya per hari hanya mencapai sekitar 40 sampai 50 lembar. Pihaknya juga saat ini tengah melakukan antisipasi persediaan kartu AK-1 dibulan Mei dan Juni. Pasalnya, di bulan- bulan itu ada momen kelulusan sekolah. Dan itu pasti ada sebagian siswa yang baru lulus sekolah tingkat SLTA sederajat yang membuat kartu AK-1."Kita sudah antisipasi mulai melakukan persediaan AK-1 dalam menghadapi musim lulusan sekolah, karena sebagian ada yang langsung melamar kerja," ujarnya.

Sedangkan selama tahun 2018 lanjut Iyan, kurang lebih mencapai 6 ribu kartu AK-1 dikeluarkan oleh kantornya. Jika melihat data tersebut, tentu saja pencari kerja di Kota Sukabumi relatif tinggi. Namun yang pasti kebutuhan akan kartu AK-1 bisa terpenuhi tidak mengalami kekeurangan."Alhamdulillah, setiap pemohon pembuatan AK-1 selalu terpenuhi setiap tahunya dan tidak pernah kekurangan. Artinya, kami akan terus melayani dengan baik kepada masyarakat dan memfasilitasi mereka khususnya para pencari kerja," terangnya.

Disisi lain, usulan Upah Minimun Sektoral untuk sektor perdagangan besar dan eceran kecil (retail) yang diajukan disetujui oleh Provinsi jawa barat sebesar Rp 2.693.208,00. Bahkan keputusan tersebut telah disampaikan dalam surat Keputusan Gubernur Jawa Barat No:561/Kep.260-Yanbangsos/2019, tentang Upah Minimum Sektoral Kota Sukabumi 2019 pada 2 April 2019.

"Betul, tahun ini sudah ditetapkan Upah Minimum Sektoral untuk jenis sektor retail di Kota Sukabumi. Kalau sebelumnya tidak ada upah minimum sektoral. Tapi, saat ini sudah ada," terang Iyan.

Di Jawa Barat sendiri, hanya 5 kota dan kabupaten yang mempunyai upah minimum sektoral, salah satunya Kota Sukabumi."Alhamdulillah sejauh ini semua perusahaan ritel tidak ada keberatan, bahkan siap memberlakukannya," pungkas Iyan. Arya

BERITA TERKAIT

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat dari Ketentuan Pemerintah

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Siapkan Stok Pupuk Subsidi Tiga Kali Lipat dari Ketentuan Pemerintah NERACA Jakarta – PT Pupuk…

Saatnya Membangun Industri Petrokimia Nasional

Saatnya Membangun Industri Petrokimia Nasional NERACA Jakarta - Proses konversi utang Multi Years Bond/MYB PT Tuban Petrochemical Industries (TubanPetro) menjadi…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise

ModalSaham Bekali Pengunjung Pameran Bisnis FLEI Tips Investasi dan Franchise NERACA Jakarta - Reed Panorama Exhibitions bersama Kamar Dagang &…

Pertamina Peduli Kesehatan Warga Relokasi

Jakarta-Pertamina dinilai bertanggung jawab terhadap warga terdampak banjir rob di Desa Cemara Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa waktu lalu.…

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia

Langkah Baru Danone-AQUA Bangun Ekonomi Sirkular di Indonesia  NERACA Jakarta - Danone-AQUA menandatangani Nota Kesepahaman dengan Re>Pal Indonesia untuk pengembangan…