Menjelang Ramadhan, Ketersediaan Pangan Stabil

NERACA

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan pangan menjelang bulan Ramadhan aman dan harganya pun cenderung stabil. "Insya Allah seperti biasanya, menjelang bulan Ramadhan, kemudian hari raya, pemerintah memberikan perhatian yang penuh. Bukan hanya ketersediannya yang cukup, harganya tidak hanya memberatkan konsumen, tapi juga tidak terlalu menekan pada produsen," ujar Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro saat menghadiri peresmian Museum Tanah dan Pertanian di Bogor, Jawa Barat, disalin dari Antara di Jakarta.

Menurutnya, untuk menciptakan iklim kestabilan harga bukan perkara mudah. Kementan perlu berkoordinasi lintas sektoral dengan Kementerian Perdagangan, Bulog, bahkan Pemerintah Daerah (Pemda).

Syukur membeberkan, beberapa Pemda sudah mengakali ketersediaan pangan dengan cara menyetok ketika harga pangan tengah turun. Kini, ia meminta cara itu ditiru para kepala daerah yang belum memberlakukan. "Bupati berinisiatif mengambil stok. Itu langkah-langkah yang sangat terpuji dan membantu masyarakatnya. Saya harap ini ditiru oleh Bupat-Bupati lain," terangnya.

Di samping itu, ia menjawab ketakutan masyarakat mengenai kesediaan pangan lantaran banyaknya bencana yang melanda Indonesia. Syukur memastikan bahwa dampaknya tidak berimplikasi besar. "Sejauh ini laporan dari daerah-daerah central kecil sekali dampaknya. Yang kita khawatirkan pengangkutan dan distribusi, itu yang harus kita jaga," kata Syukur.

Sementara itu, Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menggelar rapat koordinasi pengendalian stabilitas harga dan pasokan sembako, sebagai langkah antisipasi dini kenaikan harga menyambut puasa Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 2019.

"Kegiatan rapat koordinasi ini untuk mengetahui ketersediaan dan distribusi sembako menjelang puasa Ramadhan," kata Sekretaris Satgas Pangan Provinsi Kepulauan Babel, Ahmad Damiri usai rakor stabilitas harga dan pasokan sembako di Pangkalpinang.

Ia mengatakan kegiatan koordinasi dengan pemerintah provinsi, Bulog, pengelola pelabuhan, distributor dan instansi terkait lainnya di kabupaten/kota stok, pasokan sembako dan sayur mayur dari luar daerah lancar serta cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang puasa Ramadhan tahun ini. "Saat ini kita memperkuat langkah pengawasan dan pengendalian dalam menjaga stabilitas harga dan sembako di daerah ini," ujarnya.

Kepala Perum Bulog Subdivre Bangka Taufiqurahmah mengatakan stok beras medium, premium, gula pasir, minyak goreng dan daging beku cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut puasa dan Lebaran Idul Fitri. Ia mengatakan saat ini stok minyak goreng di gudang Bulog Bangka mencapai 6.500 liter, gula pasir satu ton, daging kerbau beku 100 kilogram.

Sementara itu stok beras 3.065 ton dengan rincian beras kualitas medium 2.500 ton dan premium 565 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penerima beras sejahtera serta kegiatan operasi pasar. "Kita pastikan stok cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga enam bulan kedepan," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan Suwandi membeberkan Indonesia sangat kaya akan komoditas tanaman hias dengan ribuan jenis varietas yang tersebar di berbagai daerah, salah satunya yang tengah dikembangkan di Desa Nglurah, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Lokasi desa ini sangat strategis, dataran tinggi dan daerah tujuan wisata. Desa Nglurah menjadi sentra tanaman hias dengan 130 jenis tanaman antara lain antorium, krisan anggrek, pakis, kaktus dan bonsai," kata Suwandi saat meninjau budidaya tanaman hias di Desa Nglurah, disalin dari Antara di Jakarta.

Suwandi menyebutkan Kementan hingga saat ini terus mendorong sentra-sentra tanaman hias sejenis di daerah lain agar produksi dan volume ekspor semakin meningkat setiap tahunnya. Tanaman hias biasanya tumbuh subur di dataran tinggi, seperti di Brastagi, Solok, Lembang, Tawangmangu dan Batu, Malang.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Karanganyar, Supramnaryo menuturkan budidaya tanaman hias di Desa Nglurah Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar ini melibatkan 850 kepala keluarga (KK) di 14 Rukun Tetangga (RT). Tanaman hias yang dikembangkan cukup banyak yakni 80 jenis.

Supramnaryo menjelaskan berbagai jenis tanaman hias dipasok ke berbagai wilayah Indonesia serta melibatkan 850 pedagang dan dipasarkan langsung ke hotel-hotel serta pelaku usaha dekorasi. "Harga tanaman hias di daerah ini bervariasi, yakni tergantung jenisnya, ada Rp2.000 hingga Rp500.000 per pot. Petani pun menjualnya dalam bentuk ikat," katanya.

BERITA TERKAIT

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…

Ritel - Revisi Aturan Soal Bisnis Waralaba Direncanakan Keluar Bulan Ini

NERACA Jakarta – Revisi aturan soal bisnis waralaba ditargetkan bisa segera keluar bulan September ini setelah dibahas sejak tahun 2018…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Perdagangan Bilateral - Selaput Biji Pala 5 Ton Senilai Rp1,3 Miliar Diekspor ke India

NERACA Jakarta – Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian melepas ekspor 5 ton komoditas selaput biji pala asal Maluku Utara…

OPEC Pangkas Perkiraan Permintaan Minyak di 2020

NERACA Jakarta – OPEC pada Rabu memangkas perkiraan untuk pertumbuhan permintaan minyak dunia pada 2020 karena perlambatan ekonomi, sebuah pandangan…

Ritel - Revisi Aturan Soal Bisnis Waralaba Direncanakan Keluar Bulan Ini

NERACA Jakarta – Revisi aturan soal bisnis waralaba ditargetkan bisa segera keluar bulan September ini setelah dibahas sejak tahun 2018…