Borobudur Bakal Miliki Jalur Khusus Wisatawan Asing

Pengelola Taman Wisata Candi Borobudur sedang mempersiapkan jalur khusus bagi wisatawan mancanegara menuju candi Buddha terbesar di Indonesia tersebut. "Wisman tidak mau ada hambatan yang mengganggu pada saat masuk ke candi. Mereka ingin dengan aman dan nyaman sampai ke candi, begitu juga waktu turun," kata General Manager Taman Wisata Candi Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana di Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (20/4) seperti dikutip dari Antara.

I Gusti mengatakan jalur wisman sudah mulai dikerjakan sedikit demi sedikit dengan harapan nantinya dalam waktu dekat bisa dicoba. "Dari maingate langsung menuju ke candi dan bisa menikmati candi dan keluarnya dijemput dengan mobil listrik dan kembali ke parkir," katanya.

Ia menuturkan dengan layanan jalur khusus tersebut, harapannya para wisman ketika kembali ke negaranya bisa menceritakan bahwa saat mengunjungi Borobudur merasa aman, nyaman dan bisa menikmati keindahan Candi Borobudur. Jika itu terjadi, diharapkan pula berdampak positif pada makin meningkatnya kunjungan wisman ke Borobudur.Borobudur sendiri terbiasa ramai oleh kunjungan wisatawan, khususnya wisman, saban bulan Juli, Agustus, September, dan Oktober.

Sebelumnya Memperingati Hari Warisan Dunia yang jatuh setiap tanggal 18 April, salah satu pihak pengelola Candi Borobudur membutuhkan dukungan berupa lingkungan alam yang lestari dan masyarakat sekitarnya. Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB), Tri Hartono, menuturkan Hari Warisan Dunia 2019 dengan tema "Rural Landscapes" menjadi kesempatan penting berbagai pihak terkait, untuk merenungkan tentang kolaborasi bagi pelestarian kompleks Candi Borobudur dengan kawasannya"Tinggalan purbakala, lingkungan, dan masyarakat adalah tiga hal yang tidak terpisahkan," kata Tri, seperti yang dikutip dari Antara.

Menurutnya konservasi alam dan pengembangan sosial-budaya, direncanakan serta dilaksanakan dengan mengambil inspirasi dari kemegahan Borobudur dan candi-candi lainnya. Badan PBB untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (Unesco) pada 1991 menetapkan Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon sebagai warisan dunia dengan nama Borobudur Temple Compounds.

Konservasi bangunan Candi Borobudur, antara lain dilakukan Pemerintah Hindia Belanda pada 1907-1911 dan Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Unesco pada 1973-1983. Ancaman utama dari situs itu, katanya, pembangunan yang memengaruhi hubungan antara monumen dengan lansekap di sekitarnya. Terutama karena penegakan regulasi tata ruang yang masih lemah. Selain itu, katanya, apabila kegiatan pariwisata tidak dikontrol dengan baik akan membawa efek negatif bagi bangunan cagar budaya serta kawasannya.

Ia berharap peringatan Hari Warisan Dunia 2019 meningkatkan kesadaran masyarakat dunia akan keanekaragaman warisan budaya, dan berbagai usaha yang diperlukan untuk menjaganya. Terkait dengan tema "Rural Landscapes", ia melanjutkan, merupakan hal penting karena lansekap merupakan perpaduan akumulasi dari warisan budaya benda dan tak benda yang terjadi karena adaptasi terhadap kondisi lingkungan, sosial, politik, dan ekonomi.

Selama berabad-abad, ia melanjutkan, lansekap pedesaan telah menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan lingkungannya, termasuk di Candi Borobudur. Menurutnya warisan budaya dari proses tersebut adalah bukti perpaduan yang kaya dan kompleks dari warisan benda, tak benda, dan tradisi yang masih berjalan dengan dinamis dari waktu ke waktu.

BERITA TERKAIT

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Rekind Langgar Kontrak, PAU Tempuh Jalur Hukum

NERACA   Jakarta - PT Panca Amara Utama (PAU) membantah semua klaim sepihak dan tidak berdasarkan fakta yang disampaikan oleh…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Objek Wisata Sejarah di Peneleh yang Terabaikan

Peneleh merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini menjadi saksi perjalanan Surabaya, bahkan…

Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan.…

Menelusuri Sejarah Kampung Deret di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kampung Deret, di Jalan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5), untuk…