Destinasi Ekowisata di Indonesia untuk Rayakan Hari Bumi

Meski belum seluruh manusia memiliki kesadaran untuk menjalani hidup yang ramah lingkungan, setidaknya beberapa pelaku industri pariwisata sudah memperkenalkan konsep ekowisata.Ekowisata adalah salah satu kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, pemberdayaan sosial budaya hingga ekonomi masyarakat lokal, serta pembelajaran dan pendidikan dikutip dari CNN Indonesia.com.

Konsep ekowisata dimulai ketika dirasakan adanya dampak negatif pada kegiatan pariwisata konvensional. Dampak negatif itu biasanya berkutat pada ranah bisnis yang pada akhirnya mengancam lingkungan, budaya dan ekonomi masyarakat setempat. Untuk itulah konsep ekowisata muncul, berkembang, dan mulai dilirik oleh banyak orang. Berikut adalah beberapa destinasi ekowisata di Indonesia yang bisa dijadikan lokasi untuk berlibur.

Pulau Penyu Tanjung Benoa, Bali

Sebagai lokasi menyelam, Tanjung Benoa tak perlu diragukan lagi popularitasnya, namun sebagai kawasan ekowisata nampaknya belum banyak yang tahu jika ada sebuah pulau yang digunakan sebagai lokasi penangkaran penyu.Pada saat dan waktu tertentu, wisatawan bisa melihat dan menyaksikan pelepasan tukik ke laut. Hal tersebut merupakan salah satu kegiatan atraksi yang dimiliki oleh pulau penyu.

Tangkahan, Sumatera Utara

Tangkahan merupakan destinasi ekowisata yang terletak di Binjai, meskipun banyak kegiatan yang berhubungan dengan alam di tempat ini namun daya tarik utamanya adalah melihat gajah hidup bebas. Tak hanya melihat gajah hidup di habitatnya, jika cukup beruntung maka aktivitas mendebarkan sekaligus menyenangkan yakni memandikan gajah di sungai bisa dilakukan. Tentunya hal ini harus dilakukan dalam pengawasan pawang untuk menjamin keselamatan.

Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur

Meskipun sempat terjadi sorotan publik dunia karena rencana penutupan kawasan selama satu tahun, namun pesona Taman Nasional Komodo tetap tidak bisa tergantikan. Komodo merupakan reptil purba yang telah hidup sekitar 30 juta tahun yang lalu, tak heran jika hewan ini memiliki relasi langsung dengan dinosaurus.

Pesona Taman Nasional Komodo yang memiliki tiga buah pulau, yaitu Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca, rupanya merupakan rumah bagi ekosistem flora, fauna, dan biota laut yang ada di sekitar ketiga pulau tersebut.

Desa Wisata Tembi, Yogyakarta

Pada dasarnya ekowisata tak selalu berhubungan dengan kegiatan alam semata, namun bisa juga berhubungan dengan kegiatan sosial budaya yang berhubungan dengan lingkungan. Konsep inilah yang diterapkan oleh Desa Wisata Tembi di Bantul, Yogyakarta. Konsep ekowisata yang diusung oleh tempat yang satu ini adalah kembali mengenalkan khasanah budaya tradisional yang mulai luntur dan hilang. Wisata yang satu ini juga menawarkan beragam jenis kegiatan yang cukup menarik dan menyenangkan. Kegiatan di desa wisata Tembi terkait kebudayaan, sosial, dan budaya meliputi membatik, melukis, memuat tembikar, bahkan hingga membuat beberapa jenis makanan tradisional.

Di sisi lain, hari bumi kerap dijadikan momen untuk berkampanye oleh berbagai kalangan tentang kondisi bumi yang memprihatinkan, meskipun sebenarnya banyak cara sederhana yang bisa dilakukan tanpa harus menunggu hari bumi.Sebagai seorang wisatawan, setidaknya ada beberapa adab yang harus dilakukan jika ingin lebih bertanggung jawab.

Mengutip lonely planet, berikut adalah beberapa langkah mudah untuk menjadi wisatawan yang bertanggung jawab seperti, Bawalah botol minum sendiri

Meskipun tergolong cukup berat, namun langkah ini lebih ramah lingkungan ketimbang harus membeli air minum dalam kemasan. Perlu mendisiplinkan diri agar kebiasaan baik ini menjadi perilaku.

Konsumsi produk lokal. Jika sedang bertamasya ke tempat baru, maka utamakan mengonsumsi makanan dan minuman khas setempat. Namun akan lebih baik jika membeli produk buatan masyarakat, ketimbang gerai-gerai lokal yang sudah besar. Apalagi makanan yang dijual dengan embel-embel pesohor.

Perlambat waktu piknik. Satu-satunya cara untuk menikmati perjalanan adalah tidak tergesa mengakhirinya. Memperlambat ritme perjalanan adalah tindakan yang baik untuk mengetahui lingkungan sekitar, sekaligus mengasah rasa simpati.

Berinteraksi dengan hewan secara beradab. Adab dalam berinteraksi tak hanya berlaku terhadap manusia, namun juga dengan hewan. Untuk itu sebaiknya hindari memaksakan kehendak untuk mengambil foto diri bersama hewan.

Pilihlah layanan wisata yang ramah lingkungan. Untuk mendukung gerakan ramah lingkungan, sebagian destinasi wisata telah mengusung konsep ekowisata. Jika ingin terlibat sebagai bagian dari perubahan, ada baiknya kunjungi tempat-tempat yang mengedepankan konsep ini ketimbang lokasi wisata yang padat.

Bijak menggunakan pesawat. Meskipun belum ada teknologi yang bisa mengurangi emisi karbon yang dihasilkan dari pembuangan pesawat, namun masih ada tindakan yang membawa kabar baik. Langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi karbon dari pesawat adalah memilih pesawat yang terbang langsung ke rute tujuan, ketimbang transit.

BERITA TERKAIT

Mengawal Kontribusi Pajak untuk Menjadi Manfaat

  Oleh: Rifky Bagas Nugrahanto, Staf Ditjen Pajak Berbagai upaya mencapai target pembangunan yang telah ditetapkan di tahun 2019, pemerintah…

Raperda Kota Religius Depok untuk Kehidupan Yang Tenteram

Raperda Kota Religius Depok untuk Kehidupan Yang Tenteram NERACA Depok - Wali Kota Depok Mohammad Idris menjelaskan Rancangan Peraturan Daerah…

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Objek Wisata Sejarah di Peneleh yang Terabaikan

Peneleh merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini menjadi saksi perjalanan Surabaya, bahkan…

Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan.…

Menelusuri Sejarah Kampung Deret di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kampung Deret, di Jalan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5), untuk…