Jasa Marga Tetap Fokus Garap Tol Bali - Saham Tidak Terimbas

NERACA

Jakarta - Aksi heroik Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan menegur Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR), Adityawarman terkait kinerja buruk operator jalan tol pelat merah tersebut. Alhasil, manajemen Jasa Marga menjatuhkan sanksi berupa surat peringatan (SP) kepada lima karyawannya karena dinilai lalai dalam pekerjaan.

Lalu apakah hal ini berimbas kepada pergerakan saham perseroan? Menurut Kepala Analis Henan Putihrai Securities, Felix Sindhunata tidak ada kaitan antara kinerja manajemen dengan turunnya saham Jasa Marga. “Investor lebih melihat ke laporan keuangan, kapasitas produksi, dan volume penjualan. Kalau miss-management tidak berpengaruh,” ujar dia kepada Neraca, Selasa (20/3).

Meski begitu, Felix menjelaskan saham Jasa Marga merupakan saham unggulan atau bluechips yang memiliki peran strategis. Pasalnya saat ini, pemerintah sedang memprioritaskan sektor infrastruktur dalam pembangunan ekonomi. Salah satunya jalan tol, khususnya luar Pulau Jawa.“Saham Jasa Marga writen-nya bagus. Sementara Indonesia sangat butuh membangun infrastruktur. Jadi, sifatnya bukan untuk short-term melainkan long-term,” tandas Felix. Pada penutupan perdagangan bursa kemarin, saham Jasa Marga melemah Rp 50 ke level Rp 4.875 per lembar dengan volume 3.714.500 lembar saham senilai Rp 18,10 miliar. [lihat tabel]

Asal tahu saja, Jasa Marga telah mendapatkan pinjaman dari konsorsium empat perbankan nasional sebesar Rp 1,7 triliun untuk pendanaan proyek pembangunan jalan tol Tanjung Benoa, Bali. Keempat bank tersebut yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Direktur Keuangan JSMR, Reynaldi Hermansjah mengatakan kalau pembangunan jalan tol tersebut menelan investasi Rp 2 triliun. Menurut dia, sisa pendanaan akan berasal dari kas internal perseroan. "Fasilitas pinjaman ini memiliki tenor (jangka waktu) antara 13 tahun hingga 15 tahun, dengan bunga kompetitif," kata dia, beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut Reynaldi menyatakan, sebagian besar fasilitas pinjaman tersebut akan digunakan tahun ini sehingga target penyelesaian proyek akan tercapai pada akhir 2013 mendatang. Sebelumnya, operator jalan tol “paling gemuk” ini berencana mengajukan proyek prakarsa pembangunan jalan tol baru kepada Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tahun ini.

Ruas tol baru yang diusulkan pengerjaannya adalah Daan Mogot hingga Bandara Soekarno-Hatta sepanjang tiga kilometer (km). Proyek prakarsa ini merupakan satu dari dua ruas tol yang akan diajukan sebagai bentuk kompensasi kesediaan perusahaan menanggung dana dukungan pemerintah pada pembangunan tol Semarang–Solo sebesar Rp 1,9 triliun.

Sedangkan satu proyek tol baru lainnya, yakni rute Kalibaru–Marunda. "Ini untuk subsidi silang kurangnya tingkat kelayakan tol Semarang–Solo,” tambah Reynaldi. Saat ini, perseroan tengah menyusun studi kelayakan terkait proyek jalan tol yang kemudian diajukan kepada BPJT.

Studi tersebut mencakup trayek atau jalur yang akan dilewati, kebutuhan biaya konstruksi, serta tingkat kelayakan ekonomi dan finansial proyek tol. Nantinya, tol baru tersebut akan menghubungkan wilayah Daan Mogot dengan ruas tol Prof Dr Ir Sedyatmo yang dikelola perseroan. Diperkirakan, pelaksanaan konstruksi ruas tol tersebut membutuhkan dana antara Rp 150–250 miliar. [ardi]

Pergerakan Saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR)

Prev

Close

Change

Frequency

Volume

Value

Senin (19/3)

4.975

4.925

50

667

2.880.500

14.287.912.500

Selasa (20/3)

4.925

4.875

50

584

3.714.500

18.128.737.500

Related posts