Traveloka Bantah BEI Soal Rencana IPO - Fokus Kembangkan Layanan

NERACA

Jakarta – Kabar rencana Traveloka bakal go public di Bursa Efek Indonesia (BEI) direspon positif pelaku pasar. Apalagi, saat ini dari empat perusahaan e-commerce yang sudah masuk unicorn belum juga tercatat sahamnya di pasar modal. Hanya saja, kabar rencana aksi korporasi tersebut membuat manajemen angkat bicara.

Melalui PR Director Traveloka, Sufintri Rahayu mengatakan, menjadi perusahaan terbuka merupakan hal yang positif. Namun untuk saat ini perseroan belum mengarah ke sana.”IPO atau initial public offering adalah aksi yang positif, tapi untuk saat ini bukan jadi fokus utama kami," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Sufintri meluruskan, pertemuan dengan BEI kala itu juga diikuti oleh sejumlah perusahaan teknologi lainnya. Disampaikannya, Traveloka saat ini ingin fokus mengembangkan layanan untuk pengguna mereka, yaitu dengan membesarkan platform tersebut sebagai "discovery platform", agar konsumen mendapatkan pengalaman yang positif saat merencanakan liburan hingga setelahnya.

Tidak hanya menyediakan pemesanan tiket pesawat, kereta dan akomodasi di aplikasi, Traveloka juga menambah layanan untuk memesan restoran, menyewa mobil, memesan tiket atraksi hingga membeli pulsa dan paket data. Pengguna harian Traveloka tercatat mencapai lebih dari satu juta dan aplikasi mereka telah diunduh lebih dari 40 juta kali. Layanan mereka pun sudah tersedia di beberapa negara di Asia Tenggara, antara lain Thailand, Filipina, Malaysia, Singapura dan Vietnam.

Agen perjalanan online tersebut juga untuk pertama kalinya beroperasi di luar Asia Tenggara. Mulai Februari lalu Traveloka sudah dapat diakses di Australia. Sebelumnya Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna sempat bilang, pihak BEI sudah menjajaki pertemuan dengan Traveloka untuk membicarakan rencana penawaran umum saham perdana atau IPO.”Saya sempat diskusi dengan salah satu unicorn, yakni Traveloka. Intinya mereka tertarik utkgo publicdi pasar modal,”ujar Nyoman Yetna.

Disampaikannya, Traveloka belum memutuskan waktu untuk melakukan IPO karena masih mempertimbangkan beberapa hal dan salah satunya mengenai perpajakan.“Ada beberapa pertanyaan yang perlu kita diskusikan lagi, misalnya pajak. Itu juga kami sedangfollow upjuga dengan Badan Kebijakan Fiskal dan Ditjen Pajak,” tutur Nyoman.

Kementerian Keuangan menyampaikan bakal melakukan evaluasi mengenai kebijakan perpajakan di pasar modal supaya lebih banyak perusahaan yang mendaftar di bursa. Berdasarkan UU No. 36/2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh), pemerintah dapat memberikan insentif pengurangan pajak penghasilan badan—sebesar 5% dari total pajak yang harus dibayar—kepada perusahaan tercatat dengan porsi saham yang disebarkan ke publik mencapai 40%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menilai, kebijakan tersebut belum terlalu optimal dan perlu dievaluasi ulang. Disamping itu, lanjut Nyoman, pihaknya telah mengantungi 21 calon emiten yang siap melantai di Bursa Efek Indonesia.”Sampai saat ini, kami sudah mencatatkan 8 perusahaan dan yang ada dipipelinesebanyak 21 calon emiten,” katanya.

BERITA TERKAIT

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Mardani Terpilih Ketum HIPMI 2019-2022

Hasil musyawarah nasionak (Munas) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) memilih Mardani H. Maming (Mardani) sebagai ketua umum HIPMI Priode 2019-2022…

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…