Viva Prioritaskan Bayar Utang Credit Suisse Senilai US$ 47 Juta

NERACA

Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) memutuskan untuk mengubah rencana penggunaan dana hasil penawaran umum saham perdana (intial public offering/IPO), pergantian direksi, serta pendirian saluran televisi olahraga.

Direktur Keuangan VIVA, Charlie Kasim menjelaskan, awalnya penggunaan dana IPO sebesar 40% atau Rp 185,86 miliar akan digunakan langsung untuk membayar utang ke Credit Suisse yang akan dibayarkan tujuh hari setelah pencatatan."Penggunaan dana untuk pembayaran Credit Suisse masih tetap 40%. Namun schedule-nya berubah menjadi 20% dibayar sekarang dan sisanya lagi dibayar sembilan bulan setelah pembayaran pertama," kata Charlie di Jakarta, Selasa (20/3).

Dia menuturkan, negosiasi penjadwalan pembayaran utang tersebut dilaksanakan satu bulan setelah IPO. Sisa utang sebesar 20% atau Rp 92,931 miliar dialokasikan untuk deposit bidding hak siar sepakbola. Lebih lanjut dirinya menambahkan, utang jatuh tempo VIVA tahun ini mencapai US$ 47 juta dari Credit Suisse, yang akan dibayarkan kembali dengan mencari pinjaman dari bank atau penerbitan obligasi."Kita cari bunga yang lebih murah. Bunga pinjaman dari Credit Suisse sendiri 7,5% plus labor," tambahnya.

Saat ini, beban utang VIVA mencapai 20% dari pendapatan. Untuk itu, VIVA berencana mengurangi beban utang pada tahun ini menjadi 15%. Sedangkan pertumbuhan pendapatan tahun ini, ditargetkan naik dari Rp 1 triliun menjadi Rp 1,2 triliun.

Selanjutnya, VIVA mengganti direktur tidak terafiliasi, Frederic Jacques de Bure, yang mengundurkan diri dan digantikan David T. Khim yang memiliki pengalaman 19 tahun dalam bidang telekomunikasi dan media massa.

SportOne

Tak hanya itu, perseroan juga berencana membuat saluran televisi olahraga, SportOne, yang akan ditayangkan di salah satu operator televisi berbayar di Indonesia. Tayangan SportOne ditargetkan akan mulai mengudara paling cepat akhir tahun ini.

Saat ini, VIVA sedang melakukan penawaran untuk content bola yang rencananya baru diumumkan pada akhir Maret 2012 mendatang."Untuk bersaing di pasar, maka membuka unit baru, SportOne, saluran di televise kabel. Content-nya global, 30% akuisisi program luar," kata Direktur Utama VIVA, Erick Thohir, kemarin. Dia mengklaim bahwa SportOne mulai dapat ditonton paling lambat awal 2013.

Terkait dana, Erick menjelaskan belanja modal atau capital expenditure (capex) VIVA yang awalnya sebesar Rp 400 miliar dapat meningkat, tergantung hasil pembelian content olahraga, hak siar olahraga, dan content premium entertainment untuk ANTV. "Nilai dan acaranya belum bisa diumumkan. Setelah proses selesai akan memberikan dampak positif untuk perusahaan dan masyarakat. Sedangkan pembelian content premium dari perusahaan internasional ini untuk memperkuat struktur program ANTV di family lifestyle," tuturnya.

Selain itu, VIVA akan meluncurkan dua portal berita khusus olahraga dan lifestyle, yaitu VIVAbola dan VIVAlife, yang merupakan portal lifestyle female audience. VIVAbola telah diluncurkan bulan lalu dan April 2012 ini akan resmi berdiri. “VIVAlife diluncurkan sekitar bulan enam dan tujuh tahun ini,” tandas Erick.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa (20/3) kemarin, saham VIVA stagnan atau tidak berubah ketika pembukaan, Rp 510 per lembar, dengan volume hanya 28.500 lembar saham senilai Rp 5,9 juta. [ardi]

Related posts