Laba Modernland Realty Melesat Tajam 184%

NERACA

Jakarta – PT Modernland Realty Tbk (MDLN) mencatatkan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I/2019 senilai Rp318,17 miliar, tumbuh 184% dari posisi Rp111,86 miliar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam laporan keuangan yang dirilis di Jakarta, kemarin.

Selain itu, emiten properti ini juga berhasil membukukan total pendapatan senilai Rp937,15 miliar, naik 53% dari posisi Rp612,42 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Total beban pokok pendapatan Modernland Realty pada kuartal I/2019 senilai Rp358,69 miliar, naik 30,7% dari posisi Rp274,25 miliar. Tiga kontribusi pendapatan paling besar berasal dari tanah, rumah tinggal & ruko serta hotel & sewa masing-masing Rp720,08 miliar, Rp180,41 miliar dan Rp20,51 miliar.

Disebutkan, pendapatan paling besar berasal dari Serang, Cakung, Tangerang dan Gajah Mada masing-masing senilai Rp632,95 miliar, Rp174,58 miliar, Rp108,88 miliar dan Rp23,72 miliar. Sebagai informasi, total persediaan yang dimiliki MDLN senilai Rp1,31 triliun pada 2018, naik 6,5% dari posisi Rp1,23 triliun pada 2017. Adapun, luas tanah perseroan yang siap dipasarkan masing-masing seluas 48,04 ha dan 49,04 ha pada Maret 2019 dan Desember 2018 telah dilengkapi sertifikat HGB atas nama Grup.

Tanah siap dipasarkan tersebut berlokasi di Tangerang, Cakung dan Cikande. Pada Maret 2019 dan Desember 2018, nilai kontrak pembangunan rumah tinggal dan ruko masing-masing sebesar Rp 1,03 triliun dan Rp 1,02 triliun dengan persentase jumlah tercatat rumah tinggal dan ruko dalam penyelesaian terhadap kontrak masing masing sebesar antara 17%-100% dan 10%- 100%. Manajemen memproyeksikan, proyek rumah tinggal dan ruko tersebut diperkirakan akan selesai pada 2019.

Dalam laporan keuangan, perseroan mengklaim tidak menghadapi hambatan yang signifikan dalam penyelesaian rumah tinggal dan ruko dalam penyelesaian tersebut. Sebelumnya, lembaga pemeringkat PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) merevisi peringkat PT Modernland Realty Tbk dari stabil menjadi negatif.

Prospek untuk peringkat Modernland direvisi menjadi negatif dari stabil, untuk mengantisipasi pelemahan pada rasio struktur permodalan dan perlindungan arus kas yang disebabkan oleh pengakuan pendapatan dan marketing sales yang lebih rendah di tengah tingkat utang yang tinggi. Di sisi lain, Pefindo mempertahankan peringkat idA- untuk Modernland Realty (MDLN) dan obligasi berkelanjutan I/2015 seri B. Pefindo menilai, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibanding obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya.

Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi. Tanda negatif, (-) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif lemah dan di bawah rata-rata kategori yang bersangkutan.

BERITA TERKAIT

Kantungi Empat Proyek Baru - TOTL Pede Target Kontrak Baru Capai Rp 2 Triliun

NERACA Jakarta – Mengandalkan proyek-proyek pembangunan gedung dan infrastruktur lainnya, tidak menjadi kekhawatiran bagi PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL)…

IPO Almazia Ditaksir Oversubscribed 3 Kali

NERACA Jakarta – Jelang pencatatan sahamnya di Bursa Efek Indonesia, PT Sinarmas Sekuritas selaku penjamin emisi penawaran umum saham perdana…

MAPI Lunasi Pokok Obligasi Rp 205,45 Miliar

NERACA Jakarta – Pangkas beban utang dan juga menjaga kesehatan keuangan, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) telah melunasi pokok obligasi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…