Tingkat Kemiskinan Ditargetkan Dibawah 9%

NERACA

Jakarta - Pemerintah dalam hal ini Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menargetkan tingkat kemiskinan berada dibawah angka 9 persen pada 2020 mendatang. Target tersebut sejatinya tak jauh berbeda dengan tahun ini yang berada di rentang 8,5-9,5 persen.

Bambang mengatakan pemerintah memasang target yang cenderung sama karena fokus perbaikan kualitas sumber daya manusia (SDM) tidak bisa dilakukan dengan cepat. Namun, untuk mengejar target tersebut, berbagai program telah dijalankan sejak tahun ini. "Asumsinya sudah menuju titik, tapi asumsi finalnya kami sampaikan saat pengajuan Nota Keuangan. Tapi basisnya adalah pendidikan dan kesehatan, setidaknya harus terukur di salah satu itu," ucap Bambang di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/4).

Bambang menjelaskan perbaikan kualitas SDM dari sisi pendidikan masih akan dimaksimalkan dengan program pendidikan vokasional. Ia mengatakan program tersebut akan diperluas agar orientasinya tidak hanya pada pendidikan, namun juga pelatihan di dunia kerja. “Keduanya harus jalan karena satu bicara demand (permintaan dari dunia usaha), yang satu bicara supply (penawaran dari dunia kerja)," terangnya.

Sementara dari sisi kesehatan, mantan menteri keuangan itu mengatakan pemerintah masih akan fokus ke berbagai program perlindungan sosial dan bantuan sosial. "Karena kami harus mengurai kemiskinan dari sisi ini," imbuhnya.

Di sisi lain, Bambang bilang pemerintah juga akan mengandalkan beberapa pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap penurunan tingkat kemiskinan dan perbaikan kualitas SDM. Misalnya, membangun infrastruktur dasar, seperti Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), sumber air bersih, sanitasi, hingga irigasi.

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menambahkan, perbaikan kualitas SDM juga akan dilakukan dengan menggandeng sektor industri. Agar keinginan tersebut bisa terwujudpemerintah akan memaksimalkan pemberian insentif pajak bagi pelaku dunia usaha yang berkontribusi pada peningkatan keterampilan tenaga kerja Indonesia.

"Kami akan libatkan swasta dalam investasi SDM secara masif, dengan super tax deduction. Dengan begitu, partisipasi sektor swasta untuk investasi SDM bisa digenjot, sehingga dana (APBN) tidak harus keluar terlalu banyak," terangnya.

BERITA TERKAIT

Produksi Mobil Listrik Ditargetkan Capai 400 Ribu Unit

Berkembangnya tren industri mobil listrik di kancah global, Indonesia menargetkan produksi mobil bertenaga listrik bisa mencapai 20 persen dari total…

Proyek Kereta Cepat Ditargetkan Rampung 2020

    NERACA   Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M. Soemarno memastikan pembangunan Proyek Kereta Cepat…

Sumsel Akan Tekan Angka Kemiskinan Menjadi Satu Digit

Sumsel Akan Tekan Angka Kemiskinan Menjadi Satu Digit NERACA Palembang - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya menekan prosentase angka…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Perbaiki Defisit Transaksi Berjalan, Perhitungan Investasi Migas Dirombak

    NERACA   Jakarta - Pemerintah menetapkan dua kebijakan, yakni di antaranya merombak mekanisme perhitungan investasi eksplorasi migas PT.…

Kemenkes Siapkan 6.047 Fasilitas Layanan Kesehatan di Jalur Mudik

    NERACA   Jakarta - Kementerian Kesehatan menyiapkan 6.047 fasilitas layanan kesehatan di sepanjang jalur mudik 2019 untuk memastikan…

Menko Darmin Pastikan Kondisi Ekonomi Aman

  NERACA   Jakarta – Sepanjang selasa hingga rabu kemarin, situasi keamanan di kota Jakarta belum kondusif. Namun begitu, Menteri…