Petrosea Bagikan Dividen US$ 8,72 Juta

NERACA

Jakarta - Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Petrosea Tbk (PTRO) memuuskan untuk membagikan dividen final tunai senilai US$8,72 juta atau 38% dari laba bersih US$22,96 juta pada 2018 atau sebesar US$0,00865 per saham. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, emiten jasa pertambangan yang juga entitas anak PT Indika Energy Tbk ini berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan usaha 48,57% secara tahunan dari US$313,48 juta pada 2017 menjadi US$465,74 juta pada 2018. Dari situ, laba bersih yang dibukukan tahun lalu senilai US$23,17 juta atau tumbuh 94,87% dibandingkan dengan US$11,89 juta pada 2017.

Untuk kinerja 2017, PTRO membagikan dividen final tunai senilai US$4,50 juta. Nilai itu setara dengan 54,68% dari total laba bersih perseroan. Dengan demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai US$22,96 juta pada 2018. Realisasi itu meningkat 97,42% dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang senilai US$11,63 juta.

Adapun, kontribusi dari lini bisnis kontrak pertambangan meningkat 54,45% dari US$171,27 pada 2017 juta menjadi US$264,52 juta pada 2018. Pencapaian itu sejalan dengan meningkatkan volume pemindahan lapisan tanah penutup sebesar 44,31% menjadi 121,19 juta Bcm dan volume produksi batu bara sebesar 39,74% menjadi 34,60 juta ton.

Di sisi lain, lini bisnis rekayasa dan konstruksi mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 85,48% dari US$70,24 juta pada 2017 menjadi US$130,28 juta pada 2018. Sebagai informasi, tahun ini perseroan berencana untuk meningkatkan kinerja operasional denagn membidik volume pemindahan lapisan tanah penutup 137 juta BCM naik sekitar 13,22% daripada realisasi pada 2018.

Sementara untuk target produksi batubara, Petrosea menargetkan setidaknya sama seperti tahun lalu yaitu 34,6 juta ton. Head Of Corporate Communication INDY, Leonardus Herwindo pernah bilang, PTRO optimis mampu mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun ini. Pada 2018 kinerja operasional mereka meningkat karena adanya perpanjangan dan penambahan kontrak baru yang mereka dapat. Sayangnya, mereka belum dapat menyampaikan terkait target perolehan kontrak untuk tahun ini.

Sejauh ini lebih dari 65% pendapatan Petrosea berasal dari jasa penambangan batubara. Oleh karena itu, Leo bilang, dinamika harga batubara menjadi salah satu faktor yang bisa berdampak dalam kegiatan operasional. Namun, sambungnya, mereka percaya selama Petrosea berkomitmen untuk mempertajam fokus operational excellence, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat jaringan pemasaran sebagai suatu proses yang berkelanjutan, Petrosea mampu untuk menjaga tren kinerja yang positif.

Pada tahun ini induk usaha PTRO yaitu INDY menyiapkan belanja modal sebesar US$ 315 juta yang mana sekitar US$ 175 akan digunakan untuk mengembangkan PTRO. Pada tahun lalu PTRO mengalokasikan capex sebesar US$ 162,8 juta yang mana digunakan untuk penambahan alat berat.

BERITA TERKAIT

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Mengusung Program Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar - CEO Asia Aero Technology

Perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan segera digelar pada Senin, 16 - 17 September 2019…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Presiden Bakal Membuka Munas HIPMI Ke-XVI

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan membuka musyawarah nasional (Munas) Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP HIPMI)…

CEO Asia Aero Technology - Mengusung Hipmi 4.0 Agar Lebih Familiar

Jiwa muda dengan sederet perstasi adalah harapan pimpinan di masa mendatang, hal inilah yang menggambarkan Bagas Adhadirgha seorang Founder sekaligus CEO…

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…