Beragam Manfaat AMMDes Diapresiasi Para Pihak

NERACA

Jakarta – Pengembangan Alat Mekanik Multifungsi Pedesaan (AMMDes) diapresiasi banyak pihak karena mampu memberikan beragam manfaat bagi kebutuhan masyarakat desa. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dan mendorong pemerataan ekonomi nasional.

“Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus mendorong pengembangan dan pemanfaatan AMMDes secara konsisten dan berkelanjutan, sehingga menggenjot produktivitas dan kesejahteraan masyarakat desa dalam upaya menciptakan kemandirian industri dan ketahanan ekonomi nasional,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, disalin dari siaran resmi.

Menurut Menperin, sejak diluncurkan secara resmi oleh Presiden Joko Widodo pada Agustus 2018, pengembangan AMMDes mencapai perkembangan yang luar biasa dan telah memasuki tahap produksi massal serta terbukti mampu memenuhi berbagai kebutuhan produksi dan peningkatan ekonomi masyarakat di pedesaan.

“AMMDes telah diproduksi massal dengan pengembangan beragam aplikasi untuk pertanian, perkebunan, perikanan, kesehatan, hingga tanggap darurat bencana. Bahkan, bisa menjadi unit usaha,” tutur Airlangga. Beberapa unit AMMDes sudah diaplikasikan pada berbagai bidang, seperti yang dilengkapi dengan alat perontok padi, penjernih air, pembuat es serpihan, pengolah kopi, pemoles beras, generator listrik, pascapanen pisang, dan ambulance feeder.

Pada penyelenggaraan The 2nd AMMDes Summit and Exhibition di ICE BSD City, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu, Siti Kamarijah ketika menjadi narasumber mewakili Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan apresiasi terhadap pengembangan AMMDes yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan.

“Kami melihat AMMDes sangat mendukung kegiatan nelayan, seperti untuk penangkapan ikan. Sebab, mereka membutuhkan perbekalan air bersih dan es. Ini merupakan kebutuhan vital yang biasanya wajib mereka bawa, karena untuk menjaga mutu hasil tangkapannya,” papar Siti.

Adanya AMMDes yang dilengkapi aplikasi penjernih air dan pembuat es serpihan, diyakini pula akan mendongkrak nilai penjualan ikan karena kualitasnya dapat terjaga dengan baik. “Ini yang tentunya bisa menguntungkan bagi nelayan. Bahkan, AMMDes dapat menumbuhkan unit usaha baru bagi komunitas atau koperasi nelayan,” imbuhnya.

Sementara itu, Fiitri Suciani dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan kebanggaannya tehadap AMMDes sebagai karya anak bangsa yang bisa digunakan ketika kondisi darurat atau pascabencana. Contohnya, AMMDes penjernih air yang telah dimanfaatkan bagi para penyintas gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, pada akhir tahun lalu.

“AMMDes tersebut memang sangat dibutuhkan sekali, khususnya di lokasi-lokasi yang air bersihnya sangat terbatas seperti waktu itu di Palu, Sigi, dan Donggala. Apalagi, air bersih sangat vital untuk menunjang segala aktivitas masyarakat,” ujarnya. Untuk itu, Fitri berharap, Kemenperin dan BNPB berkerja sama dalam pengembangan AMMDes sebagai alat multifungsi untuk tanggap bencana.

Selanjutnya, Muhamad Farid selaku Pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Magaya Pura di Sigi, Sulteng, mengaku telah merasakan manfaat dari kehadiran AMMDes penjernih air. “AMMDes penjernih air sangat bermanfaat bagi kami sebagai masyarakat yang terkena dampak bencana. Dalam kondisi tersebut, masyarakat memang sangat membutuhkan air bersih,” ungkapnya.

Adanya AMMDes penjernih Air, mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk tujuh desa. “Kami memperoleh satu unit dari Kemenperin. Sampai saat ini, masih berproduksi. Jadi, setiap hari keliling untuk tujuh desa. Pengoperasinnya sangat mudah. Karena kami juga sudah mendapatkan pelatihan dari Kemenperin untuk menguasainya,” ucap Farid.

Di samping itu, Nur Soleh dari Koperasi Tani Hijau di Tanggamus, Lampung mengemukakan bahwa AMMDes mampu memudahkan aktivitas kelompok taninya dalam mengirim hasil panen pisang. Sebelumnya, dengan menggunakan sepeda motor hanya bisa membawa tiga tandan pisang, tetapi pakai AMMDes dapat mengangkut 11 tandan pisang ditambah membawa satu karung pupuk.

“Jadi, sekarang lebih efektif dan murah untuk biaya transportasinya, karena bahan bakarnya juga irit. Bahkan, dari kemampuan AMMDes, kami tidak terkendala dengan cuaca hujan atau jalan licin. Sejauh ini, kami belum menemui masalah ketika berada di jalan dengan tingkat kecuraman yang tinggi,” paparnya.

BERITA TERKAIT

AMMDes: Satu Alat, Beragam Manfaat

Pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) telah melalui berbagai tahapan dan uji coba. Saat ini, AMMDes yang diproduksi oleh PT…

Menteri LHK Ajak Para Dubes dan Sekjen ASEAN Melihat Kecanggihan BMKG - Observasi BMKG, Hotspot di Indonesia Turun Tajam

Menteri LHK Ajak Para Dubes dan Sekjen ASEAN Melihat Kecanggihan BMKG Observasi BMKG, Hotspot di Indonesia Turun Tajam NERACA Jakarta…

Pemkot Sukabumi Segera Layangkan Surat Teguran ke Pihak Pengembang - Belum Membuat Fasos dan Fasum

Pemkot Sukabumi Segera Layangkan Surat Teguran ke Pihak Pengembang Belum Membuat Fasos dan Fasum NERACA Sukabumi - Pemerintah Kota (Pemkot)…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Akuakultur - KKP Lakukan Konsultasi Publik Aturan Usaha Pembudidayaan Ikan

NERACA Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakuan konsultasi publik terkait rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang…

RI-Belanda Kolaborasi Genjot Daya Saing Industri

NERACA Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda sepakat untuk terus berkolaborasi dalam upaya peningkatan daya saing industri nasional…

KIARA: KPK Harus Tangkap Mafia Pengadaan Kapal Nelayan

NERACA Jakarta – Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut tuntas dan menangkap mafia…