Penjualan Mark Dynamics Berpeluang Tumbuh - Konsumsi Pasar Global Meningkat

NERACA

Deli Serdang – Permintaan sarun tangan karet global yang terus meningkat tiap tahunnya, menjadi berkah tersendiri bagi PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) sebagai produsen cetakan sarung untuk terus tumbuh. Untuk tahun ini, kata Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, Ridwan dalam siaran persnya di Deli Serdang, Senin (22/4), perseroan menyakini berpeluang tumbuh karena luasnya bidang pemakaian sarung tangan karet mendorong industri pendukung utama, yaitu produsen sarung tangan memperoleh kesempatan besar tumbuh dan berkembang pesat.

Apalagi, lanjutnya, saat ini pasokan yang tersedia belum dapat memenuhi permintaan global. Tengok saja, kapasitas produksi empat produsen utama sarung tangan karet di Malaysia mencapai 169 miliar unit dan sementara kebutuhan dunia pada tahun 2018 mencapai 268 miliar unit. “Kami merupakan produsen cetakan sarung tangan terkemuka di dunia dan merupakan pemasok utama bagi produsen-produsen sarung tangan di dunia, berpeluang besar untuk tumbuh,”ungkap Ridwan.

Disampaikannya, permintaan sarung tangan karet global tumbuh konsisten dalam 15 tahun terakhir dengan rata-rata pertumbuhan permintaan tahunan antara 8%-9%. Berangkat dari besarnya permintaan pasar, Ridwan menambahkan, tahun ini diperkirakan konsumsi sarung tangan karet dunia akan mencapai 300 miliar unit dengan nilai pasar mencapai US$ 4,8 miliar atau setara dengan Rp 67,871 triliun (dengan kurs Rp 14.100/US Dollar). Malaysia sebagai pemasok utama akan memberikan kontribusi sebesar 63%, diikuti oleh Thailand sebesar 18%, China sebesar 10% dan Indonesia sebesar 3%.

Asal tahu saja, pasar sarung tangan karet dunia sangat menjanjikan mengingat konsumsi terbesar masih berasal dari negara-negara maju di Eropa dan Amerika, serta Jepang. Negara-negara Asia memiliki tingkat konsumsi yang relatif rendah, dari 30 negara pengguna terbesar Tiongkok yang berpenduduk terbesar di dunia berada di posisi ke 28, Indonesia di posisi ke 29 dan India di posisi 30. Sehingga dengan semakin banyaknya negara yang berkembang disertai perhatian besar terhadap kesehatan akan mendorong peningkatan permintaan sarung tangan karet.

Permintaan cetakan sarung tangan pun tidak akan mengalami penurunan mengingat untuk setiap cetakan masa pakai maksimum hanya satu tahun. Penggunaan cetakan dalam jangka panjang akan merusak kualitas sarung tangan yang diproduksi. Perseroan menurut Ridwan, mengambil keuntungan dari kondisi ini dengan menggunakan bahan sisa cetakan sarung tangan untuk didaur ulang sebagai salah satu bahan baku produk sanitary ke depannya.

Kemudian melihat potensi pasar tersebut, kata Ridwan, perseroan akan mengambil peran penting dalam pertumbuhan pasar pada produk sarung tangan karet. Sebagai pemasok utama bagi produsen sarung tangan, dengan porsi terbesar ekspor ke Malaysia, kontribusi pertumbuhan pasar ini sudah dirasakan perseroan. Jumlah produksi cetakan sarung tangan perseroan pada tahun 2018 mencapai 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28% dibandingkan dengan 5 juta unit pada tahun 2017. Peningkatan produksi ini diikuti dengan peningkatan nilai penjualan sebesar 35,7% pada tahun 2018 menjadi Rp 325,47 miliar dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar Rp 239,79 miliar.

Dimana pasar ekspor mencapai Rp 303,33 miliar atau sebesar 93,20% dari total penjualan perseroan dan diiringi dengan tingkat biaya yang lebih rendah pada tahun 2018, perseroan berhasil mencatat kenaikan laba komprehensif sebesar 67,09% menjadi Rp 82,29 miliar, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp 49,25 miliar, dengan rasio margin laba komprehensif yang juga meningkat menjadi 25,28% dibandingkan dengan tahun 2017 sebesar 20,54%.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…