Saham Mahaka Media Masuk Pengawasan BEI

NERACA

Jakarta – Di balik melorotnya performance kinerja keuangan PT Mahaka Media Tbk (ABBA) di tahun 2018, justru kinerja harga saham perseroan mengalami peningkatan harga dan aktivitas di luar kebiasaan atau unusual market activity (UMA). Berangkat dari hal tersebut, perdagangan saham ABBA masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin BEI mengungkapkan, tengah mencermati pola transaksi saham PT Mahaka Media Tbk yang merupakan perusahaan Ketua Tim Kampanye Jokowi-Maruf yakni, Erick Thohir.BEI menyatakan bahwa informasi terakhir pada 16 April 2019 melalui IDX Net perihal keterbukaan informasi pemegang saham tertentu.

Investor diminta memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi yang belum mendapatkan persetujuan RUPS. Harga saham ABBA pada 5 April 2019 masih di level Rp88 per lembar dan naik terus hingga ditutup di level Rp178 pada 16 April 2019.Kemudian pada perdagangan Kamis (18/4), saham ABBA turun 3 poin atau 1,69% ke posisi Rp175 per saham. Namun, saham ABBA sempat menyentuh level tertinggi Rp206 per saham dan terendah Rp173 per saham.

Sebagai informasi, PT Mahaka Media Tbk di 2018 mencatatkan rugi bersih atau rugi tahun berjalan yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 19,60 miliar. Kendati masih merugi sejak tahun lalu, tercatat kerugian ini sudah mengalami perbaikan dari tahun lalu yang merugi Rp 27,78 miliar. Kemudian dari sisi penjualan bersih, perusahaan justru menurun sebesar 20,56% year on year (yoy) menjadi Rp 212,84 miliar. Turun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 267,93 miliar.

Kendati demikian, ABBA tercatat mendapat laba atas pelepasan investasi hingga Rp 7,38 miliar. Sementara itu, aset ABBA naik menjadi Rp 518,34 miliar dari tahun sebelumnya sebesar Rp 428,22 miliar. Di sisi lain, liabilitas ABBA meningkat menjadi Rp 318,35 milair dari tahun lalu Rp 309,46 miliar. Porsi utang masih didominasi dengan utang jangka pendek sebesar Rp 188,09 miliar. Meskipun merugi, ekuitas perusahaan masih naik menjadi Rp 199,98 miliar dari tahun sebelumnya Rp 118,76 miliar. Sebagai informasi, perseroan menaruh asa di tahun politik bisa mengerek pertumbuhan pendapatan iklan mencapai 10%-20% dibandingkan dengan biasanya. Harapan tersebut didukung oleh meningkatnya permintaan iklan di beberapa media yang dimiliki perusahaan.

Presiden Direktur PT Mahaka Media Tbk, Adrian Syarkawi pernah bilang, tingkat permintaan iklan ditahun politik meningkat mengingat adanya budget khusus yang disediakan partai dan calon presiden dan wakil presiden untuk kampanye.”Kalau dulu-dulu bisa 10%-15% kenaikan dari reguler, bahkan bisa 20% naiknya tapi kan tergantung pembatasan dari KPU juga," jelasnya.

Saat ini, lanjutnya, fokus utama perusahaan adalah menekan rugi. Dia berharap kerugian bisa ditekan hingga bisa menyentuh break event point. Pun pihaknya masih akan fokus mendulang pendapatan dari iklan. “Strateginya dengan tetap dorong pendapatan dan menjaga margin. Iya fokus di iklan karena margin terbesar masih dari iklan bisa sekitar 20%-25%,” ujar Adrian

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…