Multistrada Masih Bukukan Rugi US$ 8,18 Juta - Prospek Bisnis Ban Positif

NERACA

Jakarta –Aksi korporasi Compagnie Generale Des Etablissements Michelin (Michelin) mengakuisisi 80% saham PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) di kuartal pertama tahun ini belum memberikan dampak positif terhadap kinerja perseroan di 2018 kemarin. Pasalnya, emiten produsen ban ini mencatatkan rugi usaha sebesar US$ 8,18 juta. Kondisi ini berbalik dibandingkan priode yang sama tahun lalu masih membukukan laba usaha sebesar US$ 2,33 juta.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menjelaskan, kerugian usaha ini terjadi karena penurunan kenaikan beban pokok yang lebih tinggi daripada pertumbuhan penjualan. MASA pun hanya mencatat penghasilan operasi lain sebesar US$ 89.187 dari US$ 2,45 juta pada tahun lalu. Sedangkan rugi tahun berjalan Multistrada tercatat membengkak 121,22% dari US$ 8,09 juta menjadi US$ 17,91 juta.

Meskipun merugi, perseroan masih membukukan pendapatan tercatat meningkat 7,97% dari US$ 279,57 juta menjadi US$ 301,85 juta. Penjualan ekspor masih menjadi kontributor pendapatan utama yang mencapai US$ 211,97 juta atau 70,22% dari total penjualan. Sedangkan penjualan domestik tercatat US$ 89,88 juta. Kendati penjualan meningkat pada tahun lalu, beban pokok penjualan juga naik 11,57% dari US$ 245,06 juta menjadi US$ 273,42 juta.

Sampai dengan 31 Desember 2018, Multistrada memiliki total aset US$ 643,36 juta, turun tipis 1,86% dari US$ 655,53 juta. Pasca diakuisisi Michelin, MASA terus pacu penjualan dengan membidik pasar internasional seperti Amerika Utara, Eropa dan Asia. Apalagi, Michelin sebagai pemegang saham pengendali MASA bermaksud untuk mentransfer sesegera mungkin pengetahuan khusus, keahlian, dan tekonologi kepada MASA dalam rangka peralihan lini produksi dari ban Tier 3 menjadi ban Tier 2 di tahun 2021.”Dalam jangka pendek, MASA bermaksud untuk meningkatkan produksi pabrik hingga kapasitas maksimum yang tersedia. MASA juga berencana untuk meningkatkan ekspor dan menjangkau pasar luar negeri di seluruh dunia,”kata Sekretaris MASA, Ade Bunian Moniaga.

Dirinya menambahkan, MASA menargetkan akan ada peningkatan penjualan dengan besaran rata-rata per tahun bertambah 10% dalam rentang tahun 2018 hingga 2023. Kepala Riset PT Koneksi Kapital, Alfed Nainggolan pernah bilang, keputusan Michelin untuk mengakuisisi MASA tersebut di harga tinggi merupakan cerminan dari rencana-rencana Michelin untuk mengelola MASA setelah akuisisi selesai.“Kalau dilihat pergerakan saham MASA, harga akuisisi premium menunjukkanviewprospek MASA berdasarkan penilaian Michelin. Di masa depan Michelin tentu menginginkan nilai MASA lebih dari Rp848. Ini pandangan logis yang dapat dibaca oleh pasar,” ujarnya.

Dirinya juga memprediksi, dari akuisisi tersebut, tidak akan ada perubahan besar pada operasional MASA karena perusahaan tersebut telah memiliki merek produk yang sudah cukup kuat di pasar. Yang jelas, menurutnya, akuisisi ini akan sangat menguntungkan bagi Michelin karena MASA sendiri merupakan bagian dari lini bisnis otomotif Grup Salim yang memilikisister companyyang langsung menyentuhend user.

Namun, Alfred menggarisbawahi jika Michelin ingin mengeksekusi 80% saham MASA, maka perseroan berpeluang melakukan divestasi di masa yang akan datang untuk tetap memenuhi aturanfreefloatdari Bursa Efek Indonesia (BEI) terhadap perusahaan terbuka.

BERITA TERKAIT

BERI KEPASTIAN USAHA DI DALAM NEGERI - Pengumuman KPU Diyakini Berdampak Positif

Jakarta-Lembaga Penelitian Center of Reform on Economics (Core) Indonesia memprediksi,  pengumuman hasil pilpres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan berdampak…

Telkomsel Targetkan Pertumbuhan Bisnis 5%

NERACA Jakarta – Di tahun 2019, PT Telkomsel masih menaruh asa industri telekomunikasi bisa lebih baik dari tahun sebelumnya. Oleh…

Impack Beri Pinjaman Anak Usaha US$7 Juta

Dukung pengemangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) memberikan pinjaman kepada entitas anak ImpackOne Sdn Bhd, Malaysia…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…