Lippo Karawaci Bidik Penjualan Rp 2 Triliun - Kantungi Izin Rights Issue

NERACA

Jakarta – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menyetujui aksi korporasi untuk menerbitkan rights issue senilai US$ 730 juta guna mendanai ekspansi bisnis. “Para pemegang saham telah menyetujui usulan rights issue sebesar US$730 juta yang merupakan bagian terbesar dari program pendanaan komprehensif LPKR seperti diumumkan pada 12 Maret. Harga pelaksanaan hak telah ditetapkan oleh LPKR sebesar Rp235 per saham yang merupakan diskon 35,3% terhadap harga penutupan perdagangan saham perseroan pada 16 April 2019,”kata Presiden Direktur Lippo Karawaci, Ketut Budi Wijaya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, hasil dari rights issue akan digunakan untuk memperkuat neraca perseroan dan konstruksi bagi proyek-proyek utama yang sedang berjalan, termasuk Meikarta. Pada 21 Maret 2019, LPKR telah menerima penyetoran lebih awal sebesar US$280 juta dalam bentuk tunai dari pemegang saham PT Inti Anugerah Pratama (IAP) dan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki IAP.

Emiten properti ini berharap, dengan dana rights issue bisa mendongkrak kinerja perseroan. Apalagi, sepanjang tahun ini perseroan menargetkan marketing sales senilai Rp2 triliun hingga akhir 2019. Perseroan, lanjut Ketut Budi Wijaya, akan lebih fokus dalam menyerahkan produk-produk yang sudah terjual pada waktu yang telah ditetapkan. Pada tahun ini, perseroan lebih memilih untuk meluncurkan produk-produk yang terbatas pada unit-unit kecil.

Dia menambahkan, pada paruh pertama tahun ini, investor lebih memilih wait and see untuk sektor properti, mengingat ada perhelatan pemilihan presiden dan pemilihan umum. Pada kuartal III/2019 dan kuartal IV/2019, perseroan optimistis daya beli sektor properti kembali pulih. Berdasarkan laporan keuangan LPKR, total persediaan yang dimiliki mencapai Rp26,96 triliun, terdiri dariurban development, large scale integrated developmentmasing-masing senilai Rp18,33 triliun dan Rp7,11 triliun. Persediaan dalamretail malls,healthcaresertahospitality and infrastructuremasing-masing senilai Rp1,31 triliun, Rp189,36 miliar dan Rp10,39 miliar.

Pada tahun ini, LPKR fokus pada sektor properti dan kesehatan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan kinerja keuangan perseroan. CEO Lippo Karawaci John Riady mengungkapkan bahwaperseroan sebenarnya memiliki 5 sektor yakni, properti, kesehatan, ritel, telekomunikasi dan keuangan. Sebagai informasi, hasil RUPST juga menyetujui pergantikan jajaran komisaris dan direksi dengan menyetujui John Riady menjadi CEO dan Surya Tatang sebagai CFO LPKR.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…