DPR Kritik Saham Antam Terus Meloyo di Pasar Modal

NERACA

Jakarta – Prestasi kinerja keuangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) ditahun 2011 cukup memuaskan. Pasalnya, perseroan membukukan bersih tidak diaudit sebesar Rp1,91 triliun pada tahun 2011, naik 13,5% jika dibandingkan laba bersih tahun 2010 sebesar Rp1,68 triliun.

Namun sayangnya, kenaikan laba tersebut tidak diiringi dengan kenaikan saham perseroan di pasar modal. Anggota Komisi VII DPR Bobby Rizaldi mengatakan, kinerja keuangan bagus tapi tidak dengan harga sahamnya yang terus turun, “Laporan keuangan sudah bagus, tetapi tidak bagus dengan kinerja sahamnya,”katanya di Jakarta, Selasa (20/3).

Sebagaimana diketahui, perdagangan saham PT Aneka Tambang Tbk mengalami stagnan dan masih berada di harga 1.800 per lembar sahamnya. Hal ini berbeda dengan perusahaan BUMN lainnya pada sektor yang sama melejit harga sahamnya seirama dengan kinerja keuangan.

Menuruntnya, pasti ada permasalahannya dan dibutuhkan keterbukaan dari Antam dalam menangkapi masalah yang terjadi dinalik penurunan harga saham perseroan ditengah laporan kinerja keuangan yang positif

Selain itu, dia juga mengkritik soal produksi emas yang dihasilkan perseroan lebih banyak di ekspor sebanyak 70% dan sementara untuk keperluan domestic hanya 30%. Direktur Utama Antam Alwinsyah Lubis menjelaskan, penurunan harga saham perseroan disebabkan laporan ekuitas 2011 sebesar Rp 10,757 triliun lebih besar dibandingkan tahun 2010 yang mencapai Rp 9,5 triliun.

Kemudian Alwiansyah melaporkan kontribusi perseroan terhadap negara dengan perhitungan uraian komponen Penerimaaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 625 Miliar ditambah dari komponen pajak sebesar Rp 1, 155 Triliun. “Sehingga kontribusi Antam kepada negara dengan melihat dari dua komponen yaitu PNBP dan Pajak sebesar Rp 1, 781 triliun,” jelasnya. (mohar)

Related posts