Pemilu Aman, Citra Indonesia Makin Baik - HASIL SEMENTARA PASLON JOKOWI-MA’RUF AMIN UNGGUL

Jakarta-Hingga Pk. 16.00 kemarin (17/4) proses perhitungan cepat (Quick Qunt) dari empat lembaga survei menunjukkan paslon Jokowi-Ma’ruf Amin untuk sementara unggul terhadap paslon Prabowo-Sandiaga. Menurut Indikator Politik, Jokowi - Ma'ruf Amin mengantungi suara 55,97% sementara Prabowo Subianto - Sandiaga mendapatkan 44,03%. Sementara Indo Barometer menyebut Jokowi - Ma'ruf Amin mendapatkan 55,32% sedangkan Prabowo - Sandiaga 44,68%. Lembaga survei lainnya, Charta Politika menyebut Jokowi - Ma'ruf mengantungi 54,34%, Prabowo - Sandiaga mendapatkan 45,66%. Litbang Kompas: Jokowi-Ma'ruf 55,37 % sedangkan Prabowo-Sandiaga: 44,63 %

NERACA

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berharap Pemilihan Umum/Pemilu 2019 yang berlangsung kemarin dapat berjalan dengan aman. Sebab, pemilu yang aman akan membuat citra Indonesia semakin baik dan positif di mata negara lain. "Tentu akan jadi citra positif, apalagi kalau semua aman," kata Wapres JK usai ditemui di lokasi pencoblosan, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu (17/4).

Menurut JK, hasil dari pemilu ini pun akan berdampak positif pada perekonomian Indonesia. Tolak ukur tersebut, kata dia, bisa terlihat dari visi misi kedua pasangan calon yang mengedepankan ekonomi Tanah Air. "Pasti tetap akan berpengaruh karena kalau kita lihat di visi-misi waktu kampanye kan. (Meski) ada beberapa hal yang berbeda," katanya.

Di samping itu, dia berharap partisipasi Pemilu 2019 ini dapat mencapai 80%. Sebab, dengan tingkat partisipasi yang tinggi secara otomatis juga akan berdampak baik bagi pemerintah Indonesia. "Kita harap yang memilih di atas 75-80%. Itu sudah bagus untuk pemilu di suatu negara. Jarang yang di atas itu. Tapi Pemilu 2019 ini cukup bagus," ujarnya.

Secara terpisah, Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, selesainya pemilihan presiden (pilpres) akan mengembalikan lagi kepercayaan investor pada kondisi perekonomian dan pasar di Indonesia.

Darmin menegaskan, selesainya pilpres yang dimaksud adalah sampai keluar pengumuman resmi siapa yang terpilih menjadi presiden apakah itu Jokowi ataukah Prabowo. Hal tersebut saat ini tengah ditunggu oleh para investor.

"Tentu akan membuat orang menjadi lebih pasti dan lebih jelas. Tapi ya itu harus selesai dulu pemilunya benar-benar hasilnya maksud saya. Itu kemudian tentu saja akan membuat orang (investor) mengambil keputusan ya," ujar Darmin saat ditemui usai mencoblos di TPS 20 Kompleks Liga Mas, kemarin.

Iklim Investasi

Darmin menegaskan, meski ada aksi menunggu atau wait and see namun kondisi iklim investasi di Indonesia masih cukup bagus dan tidak mengalami masalah yang berarti sebagai dampak dari adanya pilpres tersebut.

Kondisi tersebut juga didukung oleh tingkat konsumsi yang bagus di dalam negeri atau domestik. “Investasi sebenarnya masih oke, data kita menunjukkan masih bergerak antara 6,7%dengan 7% pertumbuhannya ya. Konsumsi rumah tangga juga masih oke, itu bergerak antara 5 - 5,1%," ujarnya.

Sebelumnya, Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nawir Messi memperkirakan pertumbuhan investasi akan mengalami perlambatan di tahun ini. Salah satunya disebabkan oleh berlangsungnya Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada April 2019.

Menurutnya, penurunan investasi akan terasa pada semester I 2019. Pada periode ini, investor masih akan menunggu dan melihat kondisi Indonesia jelang pelaksanaan Pemilu. "Saya kira kalau kita lihat semester I pasti tidak akan bergerak dengan baik. Tahun politik investor wait and see. Melihat apa yang terjadi setelah Pemilu," ujarnya, pekan lalu.

Dia menjelaskan, pergerakan investasi kemungkinan baru akan terasa di semester II atau pasca pelaksanaan Pemilu. Namun demikian, investor tetap akan melihat kondisi dalam negeri sebagai dasar untuk memutuskan investasi di Indonesia. "Setelah pemilu saya kira investor akan melakukan decision, mau terus masuk atau tidak. Tapi kami harap semester II, mulai Juli ke depan akan ada perubahan-perubahan dalam iklim kita," ujarnya seperti dikutip merdeka.com.

Sementara itu, Direktur Wilayah I Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Agus Joko Saptono mengungkapkan, pihaknya masih optimis jika tahun politik tidak akan mengganggu pertumbuhan investasi. Terlebih di tahun ini, pelaksanaan Pemilu dinilai lebih lancar dan kondusif.

"Saya lihat bahwa tren akhir tahun (2018) ada reborn tapi saya lihat siklus dari tahun poltik tidak seperti di 2014 di mana pertumbuhan ekonomi di bawah tahun ini. Saya lihat situasi politik tidak sekontras yang 2014, ini lebih smooth," ujarnya.

Selain itu, Agus juga menilai siapa pun yang nantinya terpilih memimpin Indonesia untuk periode 2019-2024, tetap memiliki perhatian besar terhadap investasi. Sehingga investasi tetap akan digenjot agar tumbuh lebih tinggi.

"Saya lihat dua kubu ini, punya komitmen investasi yang cukup tinggi. Siapa pun yang terpilih ini punya background sebagai pengusaha, saya yakin beliau-beliau akan aware terhadap bagaimana untuk segera meningkatkan investasi 2019," ujarnya.

Menko Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, kondisi perekonomian Indonesia akan membaik usai berlangsungnya proses Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Dia menyebutkan, dana miliaran dolar Amerika Serikat (AS) akan masuk ke pasar di Indonesia pasca rampungnya pesta demokrasi ini.

"Saya cek, banyak institusi-institusi keuangan yang mengatakan orang nunggu hari ini. Jadi kalau hari ini damai, aman, itu miliaran dolar AS akan masuk ke market Indonesia," ujarnya, kemarin.

Tak hanya itu, dia menambahkan, nilai tukar rupiah pun akan ikut menguat sepekan sehabis Pilpres. "Saya kira akan terjadi. Kita lihat deh penguatan rupiah yang akan cepat, mungkin minggu depan," sebut dia. Lebih lanjut, Luhut berharap, keberhasilan penyelenggaraan pemilu kali ini bisa memberikan kredit baik bagi negara di mata publik internasional.

"Saya pikir penyelenggaraan pesta demokrasi ini bisa lancar. Dan itu akan menunjukkan kepada dunia internasional bahwa orang Indonesia adalah budaya tertib, tidak perlu ditakut-takutin, tidak perlu dimarah-marahin," ujarnya.

Kalangan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengatakan membuat suasana nyaman dalam dunia usaha melalui kebijakan yang berkesinambungan adalah salah satu contoh nyata.

Apindo bahkan mengisyaratkan suasana nyaman bisa tercipta jika Capres Petahana Jokowi kembali memimpin lima tahun ke depan. Ketua Umum Apindo Hariyadi Sukamdani mengambil kesimpulan tersebut setelah menyimak kisah-kisah para pelaku usaha.

Menurut dia, sebagian besar anggota Apindo dengan skala usaha besar ingin Jokowi maju lagi sebagai presiden periode 2019-2024. Sementara, apabila Prabowo Subianto - Sandiaga Uno yang terpilih dalam pilpres, maka pelaku usaha harus menyesuaikan diri kembali dengan kebijakan baru. bari/mohar/fba

BERITA TERKAIT

Wapres : RUU Pertanahan Berpihak Pada Semua Unsur

NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan rancangan undang-undang (RUU) tentang pertanahan dibuat untuk kepentingan semua pihak, baik…

Perluasan Posisi TKA Perlu Diikuti Transfer Pengetahuan

  NERACA Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai perluasan posisi atau jabatan tenaga kerja asing dalam sektor-sektor industri terutama…

KOMITMEN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DIPERTANYAKAN - Presiden: Menteri Segera Atasi Kendala Investasi

Jakarta-Presiden Jokowi ingin masing-masing kementerian/lembaga (K/L) melakukan inventarisasi realisasi dari komitmen investasi yang sudah diberikan oleh perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia.…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Wapres : RUU Pertanahan Berpihak Pada Semua Unsur

NERACA Jakarta - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menegaskan rancangan undang-undang (RUU) tentang pertanahan dibuat untuk kepentingan semua pihak, baik…

Perluasan Posisi TKA Perlu Diikuti Transfer Pengetahuan

  NERACA Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai perluasan posisi atau jabatan tenaga kerja asing dalam sektor-sektor industri terutama…

KOMITMEN PERUSAHAAN MULTINASIONAL DIPERTANYAKAN - Presiden: Menteri Segera Atasi Kendala Investasi

Jakarta-Presiden Jokowi ingin masing-masing kementerian/lembaga (K/L) melakukan inventarisasi realisasi dari komitmen investasi yang sudah diberikan oleh perusahaan-perusahaan multinasional di Indonesia.…