UNTR Bagikan Dividen Rp 4,45 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun harga komoditas belum punih semuanya, emiten alat berat, PT United Tractors Tbk (UNTR) masih berkomitem untuk membagikan dividen Rp4,45 triliun atau 40% dari laba bersih Rp11,12 triliun periode 2018. Kemudian dividen per saham yang dibagikan senilai Rp 1,193 per lembar.

Perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin menyebutkan, keputusan pembagian deviden telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Dimana jumlah itu sudah termasuk dividen interim senilai Rp365 atau dengan total Rp1,36 triliun yang telah dibayarkan pada 22 Oktober 2018. Oleh karena itu, sisa Rp828 atau dengan total Rp3,08 triliun akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham per 30 April 2019.

Berdasarkan laporan keuangan 2018, United Tractors melaporkan pendapatan bersih Rp84,6 triliun pada 2018. Pencapaian tersebut naik 31% dari Rp64,55 triliun pada 2017. Secara detail, kontribusi masing-masing lini usaha yakni mesin konstruksi 35%, kontraktor penambangan 48%, pertambangan 13%, dan industri konstruksi 4% terhadap total pendapatan bersih konsolidasian.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan bersih, laba kotor perseroan tumbuh 46% dari Rp14,5 triliun menjadi Rp21,1 triliun pada 2018. Emiten berkode saham UNTR itu mengklaim pengelolaan beban penjualan, umum, dan administrasi terkendali membuat laba sebelum pajak penghasilan meningkat 49% menjadi Rp15,7 triliun.

Dari situ, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan senilai Rp11,1 triliun pada 2018. Realisasi tersebut naik 50% dibandingkan dengan Rp7,40 triliun pada 2017. Sebagai catatan, total dividen United Tractors pada 2016 senilai Rp1,99 triliun. Pada 2017, dividen yang dibagikan oleh UNTR kepada pemegang saham naik 67% menjadi Rp3,3 triliun bila dibandingkan dengan 2016.

Kemudian hasil RUPST juga memutuskan untuk merombak jajaran direksi dan komisaris. Dimana Gidion Hasan diganti dari posisi direktur utama. Meski tidak lagi menjadi direktur utama, perseroan mengangkat Gidion sebagai wakil presiden komisaris. Posisi Gidion sebagai direktur utama digantikan oleh Frans Kesuma. Sebelumnya, Frans menjabat sebagai direksi perseroan terhitung sejak April 2016. Saat ini, dia juga menjabat presiden direktur dan direktur engineering di entitas anak usaha yang bergerak di bidang kontraktor pertambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA).

Selanjutnya guna menggenjot pertumbuhan penjualan tahun ini, perseroan menyampaikan rencana kembali mengakuisisi tambang mineral, termasuk batu bara dan emas. Kata Franciscus Kesuma, saat ini perseroan tengah membidik beberapa tambang yang akan diakuisisi. Beberapa tambang yang ditunjuk tengah dalam penjajakan dan uji tuntas (due diligence).”Mineral memang baru emas dan ke depan masih prioritas dan kami terbuka untuk akuisisi tambang yang sudah jadi dan kalau ada potensi green field terutama yang masih di sekitar cluster Asmin dan sekitarnya. Itu akan jadi prioritas cooking dan thermal," ujarnya.

BERITA TERKAIT

MICE Bagikan Dividen Rp 10 Per Saham

NERACA Jakarta – Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Multi Indocitra Tbk (MICE) memutuskan untuk membagikan dividen kepada…

Tunda Bagikan Dividen - BSDE Patok Pertumbuhan Konservatif

NERACA Tangerang– Meskipun ada keyakinan bisnis properti tahun ini masih tumbuh positif, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) masih mematok…

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…