Perusahaan Keamanan Ungkap Metode Serangan Siber 2018

Perusahaan Keamanan Ungkap Metode Serangan Siber 2018

NERACA

Jakarta - Penjahat siber meraup jutaan dolar melalui formjacking dan membuat ancaman serius bagi perusahaan maupun konsumen. Laporan ancaman tahunan Symantec mengungkapkan bahwa serangan penjahat siber kini lebih agresif, merusak, dan tersembunyi.

Para penjahat dunia maya kini menggandakan metode-metode alternatif seperti formjacking untuk menghasilkan uang. Hal tersebut diungkapkan oleh Internet Security Threat Report (ISTR) Volume 24 dari Symantec, dengan sorotan utama dari laporan tersebut meliputi:

1. Formjacking

Serangan ini sangat sederhana, pada dasarnya seperti skimming ATM virtual, di mana penjahat siber menyuntikkan kode berbahaya ke situs web toko ritel untuk mencuri detail kartu pembayaran pembeli. Rata-rata lebih dari 4.800 situs web unik diinfeksi dengan kode formjacking setiap bulan. Tahun 2018, serangan ini ramai terjadi di bulan November dan Desember.

2. Cryptojacking dan Ransomware

Cryptojacking paling diandalkan oleh para penjahat siber yang ingin mendapatkam uang dengan cara mudah. Para penjahat ini memanfaatkan kekuatan pemrosesan dan penggunaan CPU cloud yang dicuri dari konsumen dan perusahaan untuk menambang cryptocurrency.

3. Cloud

Penyimpanan melalui cloud yang salah dikonfigurasi dapat merugikan perusahaan hingga jutaan dolar. Tahun 2018, lebih dari 70 juta data dicuri atau bocor dari penyimpanan S3 yang dikonfigurasi dengan buruk. Selain itu, terdapat banyak tool yang mudah diakses yang memungkinkan penyerang untuk mengindentifikasi sumber daya cloud yang salah dikonfigurasi di internet.

4. Tool Living off the land (LotL)

Serangan rantai pasokan dan LotL kini menjadi lebih lumrah dalam lanskap ancaman modern, yang secara luas diadopsi oleh penjahat siber dan kelompok-kelompok penyerang tertarget. Serangan rantai pasokan pun meningkat 78 persen di tahun 2018.

5. Internet of Things (loT)

Walaupun serangan loT tetap tinggi dan konsisten dengan yang terjadi di tahun 2017, profil serangan IoT berubah secara drastis. Meskipun router dan kamera terhubung memiliki persentase terbesar dari perangkat yang terinfeksi (90 persen) hampir setiap perangkat IoT terbukti rentan, mulai dari bohlam cerdas hingga voice assistant yang menciptakan titik-titik masuk tambahan bagi penyerang. Kelompok penyerang bertarget juga semakin fokus pada IoT sebagai titik masuk utama.

"Dengan tren yang semakin meningkat menuju konvergensi IT dan IoT industri, medan perang dunia maya berikutnya adalah teknologi operasional. Semakin banyak kelompok seperti Thrip dan Triton, menunjukkan minatnya dalam menginfeksi sistem operasional dan sistem kontrol industri yang berpotensi mempersiapkan perang siber," ujar Halim Santoso, Director Systems Engineering ASEAN Symantec, di Jakarta, dikutip dari Antara, kemarin. Ant

BERITA TERKAIT

Festival Konstitusi, MPR Gelar Diskusi Evaluasi Pelaksanaan UUD

Festival Konstitusi, MPR Gelar Diskusi Evaluasi Pelaksanaan UUD   NERACA Jakarta - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) menggelar diskusi panel dengan tema…

Peranan DPD Harus Berjalan Ideal

Peranan DPD Harus Berjalan Ideal   NERACA Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago mengatakan bahwa…

Parpol Belum Maksimal Jalankan Pendidikan Politik

Parpol Belum Maksimal Jalankan Pendidikan Politik   NERACA Jakarta - Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI, Martin Hutabarat, mengatakan partai politik…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Kinerja KPK Harus Dievaluasi, Perlu Dewan Pengawas

Jakarta-Kyai muda NU Gus Sholeh mengatakan, kinerja KPK dalam 17 tahun terakhir memberantas kasus korupsi dinilai masih banyak yang harus…

KPK: Firli Lakukan Pelanggaran Etik Berat

KPK: Firli Lakukan Pelanggaran Etik Berat   NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan mantan Deputi Penindakan KPK Irjen Pol Firli…

Kemenkop Raih Opini WTP 5 Tahun Berturut-Turut

Kemenkop Raih Opini WTP 5 Tahun Berturut-Turut NERACA Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM meraih penghargaan opini Wajar Tanpa Pengecualian…