Jasa Marga Targetkan Dana Rp 1 Triliun - Terbitkan Produk KIK Dinfra

NERACA

Jakarta –Besarnya kebutuhan modal PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dalam mendanai proyek jalan tol, mendorong perseroan untuk terus memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan ekspansi bisnisnya. Lewat penerbitan produk Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra) MJPT-001 bersama PT Mandiri Manajemen Investasi, perseroan menargetkan dana yang bisa dihimpun sebesar Rp 1 triliun.

Pada aksi korporasi tersebut, JSMR menggunakan aset dasar jalan tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,61 kilometer (km) untuk produk KIK-Dinfra. Jalan tol ini menyambungkan ruas tol Surabaya-Gempol dan ruas tol Pandaan-Malang yang memiliki konsesi selama 37 tahun dan telah beroperasi sejak 2015. “Dipilihnya jalan tol Gempol-Pandaan untuk dibuat KIK-DINFRA karena karakternya pas untuk diinvestasikan,”kata Direktur Utama JSMR, Desi Arryani di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pasar lebih memilih area brownfield atau yang sudah beroperasi. Kemudian JSMR juga mempertimbangkan panjang ruas. Gempol-Pandaan pas karena panjangnya hanya 13,61 km. Tahun ini, JSMR akan mengejar penyelesaian 18 proyek jalan tol. Beberapa diantaranya, proyek jalan tol Pandaan-Malang yang akan segera dalam waktu dekat akan beroperasi. Lalu proyek JORR II, yakni Cengkareng- Kunciran-Serpong-Cinere.

Selain itu, proyek tol elevated Jakarta-Cikampek dan Balikpapan-Samarinda targetnya bisa selesai tahun ini. Disamping itu, lanjutnya, perserian juga terus mencoba beberapa skema, yang mempertimbangkan karakteristik masing-masing ruas, karakter trafik dan nilai investasi serta kondisi finansial. Sebelumnya JSMR sudah menggunakan instrumen Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT) di tiga anak perusahaannya, yakni PT Jasamarga Semarang Batang (JSB), PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN), dan PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNKK).

Kata Alvin Patisahussiwa, Dirut Mandiri Investasi, semua masyarakat bisa berinvestasi di produk KIK-Dinfra) MJPT-001 dengan minimal untuk pembelianDINFRA Toll Road Mandiri-001 ini adalah Rp 100.000. "Proses pembelian selayaknya beli saham di pasar modal," ungkapnya.

Produk ini akan terus ditawarkan ke masyarakat sampai dengan Mei 2019. Dimana waktu peluncuran sudah menerima pembelian sebanyak Rp 423 miliar. Sementara, permintaan yang masuk di atas Rp 1 triliun. Mengingat produk ini melaui penawaran umum, jumlah investor yang membeli menjadi lebih banyak termasuk 60% adalah investor ritel. Produk DINFRA Toll Road Mandiri-001 pertama kali diperkenalkan pada saat penyerahan surat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan di perhelatan IMF-Bank Dunia di Bali bulan Oktober 2018.

KIK-DINFRA ini merupakan produk investasi pertama kali di Indonesia yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan diperdagangkan agar unit penyertaannya bisa dibeli masyarakat luas.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…