Anak Usaha BUMN IPO di Paruh Kedua - Pertimbangkan Kondisi Pasar

NERACA

Jakarat – Sejak pembukaan perdagangan di tahun 2019, baru tiga perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kondisi ini masih jauh dari target yang ditetapkan BEI sebanyak 75 emiten baru. Hal inipula yang disampaikan Kementerian Badan Usaha Milik Negera (BUMN)bahwa jika pada paruh pertama tahun ini tidak akan ada anak perusahaan BUMN yang akan melaksanakan penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO).

Namun demikian untuk mendukung target BEI, Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN, Aloysius Kiik Ro mengungkapkan, jika pihaknya akan memberi ijin IPO apabila kondisi pasar telah kondusif.”Tunggu pasar kondusif agar dapat price yang maksimal. Mungkin semester dua tahun ini,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Adapun, beberapa anak usaha BUMN yang memang sudah bersiap untuk IPO yakni, PT Wika Realty, PT Pelabuhan Tanjung Priok, PT Adhi Persada Gedung, PT Adhi Commuter Properti, PT Wika Industri dan Konstruksi, dan PT Rumah Sakit Pelni. Sementara Menteri BUMN, Rini Soemarno mendorong, BUMN untuk mencari pendanaan di pasar modal untuk mendukung ekspansi bisnisnya.”Saya selalu menekankan BUMN harus terus berinovasi dalam mencari alternatif pendanaan proyek infrastruktur dengan tidak terpaku pada pendanaan konvensional yang bersifat utang," ungkap Rini.

Dia menambahkan, tantangan ke depan setelah infrastruktur adalah pendanaan di sektor-sektor lainnya seperti energi dan manufaktur, yang tentunya memerlukan pendanaan yang besar dan diharapkan BUMN bisa menawarkan produk inovatif yang ditawarkan kepada investor melalui bursa efek.

Untuk itu, Rini terus mendorong BUMN untuk berinovasi dalam mencari sumber pendanaan sehingga terus menjadi perusahaan yang kuat dan mampu bersaing baik di pasar lokal maupun global."Saya menyambut baik peluncuran produk investasi ini. Inovasi-inovasi seperti ini yang terus saya dorong ke BUMN untuk bisa mendapatkan alternatif pendanaan dan bisa terus melebarkan sayapnya. Apresiasi saya ke manajemen Jasa Marga serta terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung. Saya berharap makin banyak BUMN yang mendapatkan pendanaan di Bursa," tegas Rini.

Desi Arryani, Direktur Utama Jasa Marga, mengungkapkan, Dinfra Toll Road Mandiri-001 merupakan produk pendanaan untuk menjaga kondisi keuangan perusahaan agar tetap solid dan menjadi alternatif pendanaan baru di luar pendanaan yang tersedia saat ini, untuk dapat memperluas basis investor yang berpartisipasi dalam pembiayaan infarstruktur serta memperkuat struktur permodalan Jasa Marga di tengah masifnya pembangunan jalan tol yang sedang dilakukan Jasa Marga.

Sejak 2017, Jasa Marga telah menerbitkan produk-produk pendanaan baru di pasar modal, mulai dari sekuritisasi, project bond, komodo bond, dan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) berbasis ekuitas. Berdasarkan POJK Nomor 52/POJK.04/2017, Dinfra adalah wadah berbentuk kontrak investasi kolektif untuk menghimpun dana dari pemodal untuk selanjutnya sebagian besar diinvestasikan pada aset infrastruktur dalam bentuk utang dan/atau ekuitas oleh manajer investasi dan dapat ditawarkan melalui penawaran umum maupun penawaran tebatas.

BERITA TERKAIT

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pieter Tanuri Tambah Porsi Saham di BOLA

NERACA Jakarta –Perkuat porsi kepemilikan saham, Pieter Tanuri menambah kepemilikan sahamnya pada PT Bali Bintang Sejahtera Tbk (BOLA) menjadi 23,52%…

BEI Kantongi 22 Calon Emiten Bakal Go Public

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) sesumbar bakal mencatatkan 60 emiten baru sampai akhir tahun 2019 seiring dengan…

Lippo Karawaci Tunjuk Rudy Halim Jadi COO

NERACA Jakarta – Emiten properti, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) resmi menunjuk Rudy Halim sebagai Chief Operating Officer (COO) yang telah efektif…