Membangun Ekosistem Ekonomi Syariah

Oleh : Agus Yuliawan

Pemerhati Ekonomi Syariah

Allhamdulilah dalam debat terakhir capres dan cawapres yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), Sabtu (13/4), telah disinggung materi tentang pengembangan ekonomi syariah untuk Indonesia kedepan. Masing–masing paslon telah memaparkan pandangan dan strategi, bagaimana ketika diantara mereka nantinya berkuasa dalam mengembangkan ekonomi syariah. Dari pemaparan diantara mereka ada yang menarik untuk disimak dan menjadikan arah baru dalam mengembangkan ekonomi syariah ke depan.

Salah satunya menurut cawapres Sandiaga Uno, pentingnya membangun ekosistem ekonomi syariah Indonesia sebagai strategi dalam mengembangkan ekonomi syariah. Sayang sekali Sandiaga Uno dalam memaparkan ekosistem ekonomi syariah tersebut waktunya sangat sedikit, sehingga bicara tentang ekosistem ekonomi syariah sedikit untuk diketahui oleh publik, apa sebenarnya ekosistem ekonomi syariah itu?

Memang diakui dalam perkembangan di Asia Tenggara sejauh ini, ekonomi syariah di Indonesia sangat jauh ketertinggalannya. Hal tersebut tidak lepas dari salah satunya ketidakmampuan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi syariah. Ekosistem tidak sekedar dipahami hanya infrastruktur ekonomi syariah saja seperti keuangan syariah, akan tetapi elemen–elemen ekonomi syariah yang lain yang saling mendukung dan berinteraksi harus tercipta. Untuk membuat ekosistem ekonomi syariah itu, sangat diperlukan berbagai institusi didalamnya yang bersifat partisiptatoris dan memiliki rasa kepemilikan dalam mengembangkan ekonomi syariah.

Memang dalam beberapa dekade terakhir pengembangan ekonomi syariah secara infrastruktur telah terbangun seperti regulasi yang mendukung dan kelembagaan seperti Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS), akan tetapi keberadaan dari regulasi dan kelembagaan tersebut belum mampu menciptakan ekosistem ekonomi syariah secara masif. Terbukti, bahwa market share ekonomi syariah masih jalan ditempat dan belum sampai 10 persen. Pada hal secara demografi mayoritas masyarakat Indonesia adalah Muslim, ternyata hal itu saja tidak linier dengan jumlah pemanfaatan pengembangan ekonomi syariah. Dengan demikian perlu pembenahan dan strategi dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang tepat.

Membangun ekosistem ekonomi syariah diakui sebagai sebuah syarat dalam membangun ekonomi syariah di negeri ini. Lembaga Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) pernah dalam studinya menekankan perlunya sosialisasi tanpa lelah dalam mendakwahkan ekonomi syariah kepada masyarakat. PKES memandang, dengan adanya pemahaman, kesadaran dan pengetahuan masyarakat yang luas tentang ekonomi syariah secara otomatis akan muncul komunitas masyarakat secara populis di berbagai sektor untuk mengembangkan ekonomi syariah. Maka dari itu, PKES menilai tak bisa secara instan dengan logika bisnis yang secara cepat dan prakmatis saja, sehingga nilai dan esensi maqosid syariah jauh dari harapan.

Dari pemahaman tersebut, memang masuk akal sekali, apa yang disampaikan oleh Sandiaga Uno bahwa ekosistem ekonomi syariah di Indonesia perlu kita wujudkan dengan basis komunitas masyarakat yang mempraktekkan pengembangan ekonomi syariah. Bahkan institusi sumber daya manusia, pendidikan dan sektor riil ekonomi syariah harus diwujudkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi syariah. Melalui ekosistem ekosistem syariah ada keragaman yang harmoni antara pemerintah dan masyarakat yang sama–sama untuk saling mengembangkan, sinergi ini yang harus terbentuk sehingga Indonesia akan dipandang kuat sebagai negara pusat keuangan syariah di dunia.

BERITA TERKAIT

Defisit APBN dan Transaksi Berjalan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Kebijakan industri atau kebijakan apapun yang berorientasi pada kebutuhan jangka panjang memerlukan…

Keistimewaan LKMS

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Banyak orang yang masih gamang dan tak tahu tentang lembaga keuangan mikro syariah (LKMS),…

Resesi, Bailout, dan Akuisisi Aset Murah

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Penulis mencoba bernalar dengan cara mudah untuk memahami konstruksi dari tiga suku…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Darurat Karhutla

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya     Kebakaran hutan dan lahan (karhutla)…

Defisit APBN dan Transaksi Berjalan

Oleh: Fauzi Aziz Pemerhati Ekonomi dan Industri   Kebijakan industri atau kebijakan apapun yang berorientasi pada kebutuhan jangka panjang memerlukan…

Keistimewaan LKMS

Oleh: Agus Yuliawan Pemerhati Ekonomi Syariah Banyak orang yang masih gamang dan tak tahu tentang lembaga keuangan mikro syariah (LKMS),…