Bank Mandiri Siap Selamatkan Kratau Steel - Setujui Restrukturisasi Utang

NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) siap melakukan restrukturisasi atas utang PT Krakatau Steel Tbk (KRAS). Hal ini dilakukan perseroan sebagai bentuk upaya penyelematan Krakatau Steel yang terus menderita rugi.

Direktur Utama Bank Mandiri, Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyetujui proposal perbaikan yang diajukan oleh Krakatau Steel sebagai kreditur terbesar atau mencapai Rp317 triliun,“Intinya kami mendukung restrukturasi. Krakatau Steel ini kan industri strategis nasional. Kita melihat bahwa prospek industri strategis nasional dengan pertumbuhan demand dari sektor infrastruktur dan konstriksi harusnya masih bagus. Jadi kita mendukung,”ungkapnya di Jakarta, kemarin.

Dirinya menambahkan, skema yang akan dilakukan KRAS dalam merestrukturasi utangnya antara lain dengan pengambilan aset dan penerbitan obligasi wajib konversi bertenor panjang.Bukan hanya Mandiri, PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) juga dikabarkan akan menjadi penyelamat bagi KRAS.

Nantinya, KRAS diharapkan dapat masuk ke dalam holding BUMN pertambangan, di mana Inalum menjadi induk holding tersebut sekaligus sebagai calon pemegang saham KRAS. “Peranan Inalum nanti sebagai calon holding dari KRAS membantu juga supaya KRAS lebih kompetitif dan efisien dalam beroperasi ke depan,”kata Tiko.

Sebelumnya, Menteri BUMN Rini Soemarno turun tangan terkait kondisi utang KRAS yang cukup pelik. Menurutnya, tidak ada jalan lain selain melakukan restrukturisasi dengan melibatkan bank milik negara (Himbara). Saat ini, kata dia proses restrukturisasi telah berjalan, sebab pada 22 Maret lalu, Bank-bank Himbara menyetujui proposal restrukturisasi utang KRAS.

Seperti diketahui, KRASmasih mencatatkan rapor merah dari sisi kinerja keuangan. Selama 7 tahun beruntun, KRAS mencatatkan kerugian. Dalam laporan keuangan 2018, rugi bersih KRAS tercatat senilai US$ 74,82 juta atau Rp 1,05 triliun (kurs Rp 14.000/US$) menurun dibandingkan 2017 senilai US$ 81,74 juta. Selain itu, KRAS mencatatkan kenaikan pendapatan 20% menjadi US$ 1,73 miliar, dibandingkan 2017 sebesar US$ 1,44 miliar.Namun, yang menjadi tantangan terbesar dari emiten ini adalah utang sepanjang 2018 yang tercatat US$ 2,49 miliar. Jumlah ini mengalami kenaikan 10,45% dibandingkan 2017 sebesar US$ 2,26 miliar.

Utang jangka pendek yang dimiliki KRAS lebih besar dibandingkan utang jangka panjang. Utang jangka pendek KRAS senilai US$ 1,59 miliar, naik 17,38% dibandingkan 2017 senilai US$ 1,36 miliar. Sementara utang jangka panjang pabrik baja pelat merah ini sebesar US$ 899,43 juta. Adapun, beban pokok pendapatan membengkak menjadi US$ 1,58 miliar pada 2018, dari US$ 1,23 miliar pada 2017.

Sepanjang 2018, KRAS mencatatkan total aset US$ 4,29 miliar, dengan total aset tidak lancar US$ 3,31 miliar dan total aset lancar US$ 989,720 juta. Selain itu, nilai kas dan setara kas turun menjadi senilai US$ 173,28 juta dari tahun sebelumnya US$ 280,87 juta.

BERITA TERKAIT

Bank Bukopin Siapkan Rp1 Triliun untuk Pembiayaan Kendaraan

    NERACA   Jakarta - PT Bank Bukopin Tbk (Bukopin) menyiapkan kredit modal kerja hingga Rp1 triliun untuk pembiayaan…

Penukaran Uang Pecahan Kecil di Palembang Libatkan 13 Bank

Penukaran Uang Pecahan Kecil di Palembang Libatkan 13 Bank NERACA Palembang - Penukaran pecahan uang rupiah pecahan kecil menjelang hari…

Aturan Kendaraan Listrik Dimatangkan, Industri Siap Investasi

Pemerintah serius mematangkan penyusunan Peraturan Presiden (Perpres) mengenai program percepatan pengembangan kendaraan listrik. Guna mengakselerasinya, pemerintah menyiapkan fasilitas insentif fiskal…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Wintermar Raih Kontrak US$ 75,8 Juta

Perusahaan pelayaran PT Wintermar Offshore Marine Tbk. (WINS) mengantongi kontrak berjalan senilai US$75,8 juta atau sekitar Rp 1,09 triliun dengan…

Bayar Utang Eksisting - TBIG Bakal Rilis Global Bond US$850 Juta

  NERACA Jakarta –Danai pelunasan utang yang jatuh tempo, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menerbitkan obligasi dalam denominasi dollar…

Kalbe Farma Tebar Dividen Rp 1,22 Triliun

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membagikan dividen tunai kepada pemegang saham sebesar Rp1,22 triliun atau Rp26 per saham untuk tahun…