Menteng Heritage Poles Kinerja Bisnis Perhotelan - Raup Dana IPO Rp 125 Miliar

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Menteng Heritage Realty Tbk (HRME) dibuka melesat 69,5% menjadi Rp 178 per saham dari harga penawaran Rp 150 per saham. Namun akibat kenaikan harga yang terlampau tinggi, perdagangan saham Menteng Heritage Realty sempat terkena penghentian sementara (auto-rejected).

Mengantongi dana hasil penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebesar Rp 125 miliar, perseroan berencana mengakuisisi perusahaan pelayaran PT Global Samudra Nusantara sekitar 51,8% untuk mendongkrak kinerja keuangan. Kemudian, 26,7% untuk mengakuisisi PT Wijaya Wisesa Bakti dan 20,93% untuk peningkatan modal ke PT Wijaya Wisesa Development. Dibalik rencana akuisisi perusahaan pelayaran, perseroan masih mengandalkan target pendapatan dari bisnis perhotelan. “Tahun ini perseroan menargetkan pendapatan Rp 100 miliar atau meningkat sekitar 64,7% secara tahunan,”kata Direktur Utama HRME, Christofer Wibisono di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, target pendapatan tahun ini bakal disumbangkan oleh usaha-usaha di atas. Target okupansi hotel berbintang lima HRME di Menteng misalnya, diharapkan bisa mencapai 48,5%-49% pada 2019. Okupansi ini masih di atas industri hotel bintang lima yang hanya memiliki okupansi 45%. Menurutnya, perbedaan karakteristik antara hotel di Jakarta dan di Bali yang HMRE miliki akan menopang arus pendapatan perusahaan ini. “Kalau di Jakarta itu hotel bisnis. Kalau ada libur ya sedikit menurun. Akan tetapi, kami juga ada hotel di Bali. Jadi, akan mendukung,”ujarnya.

Kemudian untuk akuisisi perusahaan pelayaran ini, perseroan membidik berkontribusi ke pendapatan perusahaan sebesar Rp 14 miliar. Selain itu, HRME juga berencana membeli perusahaan perhotelan yakni PT Wijaya Wisesa Bakti. Christofer mengatakan, transaksi akusisi tersebut sudah berlangsung. “Itu untuk meningkatkan kualitas pendapatan kami. Tahun ini target pendapatan dengan akusisisi ini akan ada di atas Rp 100 miliar,” ucap dia.

Sebagai informasi, per 2018, HMRE mencatatkan pendapatan sebesar Rp 60,7 miliar. Sementara itu, per kuartal I-2019, perusahaan ini telah mencatatkan pendapatan Rp 15 miliar. Selain itu, HRME membukukan kerugian Rp 25 miliar. Angka ini turun secara tahunan dari Rp 26 miliar per Desember 2017. Tahun 2019 ini, HMRE memproyeksi masih akan merugi tapi jumlahnya bakal berkurang menjadi Rp 20 miliar. "Tapi kami targetkan tahun 2020 sudah positif," kata Christofer.

HRME adalah bagian dari Wijaya Wisesa Group. Perusahaan ini mengelola hotel The Hermitage di Menteng, Jakarta yang tergabung dalam Mariott International. HRME juga memiliki perusahaan investasi, yakni PT Wijaya Wisesa Development. Perusahaan tersebut menggenggam 30% saham di Royal Beach Seminyak, Bali.

Setelah IPO, komposisi pemegang saham Menteng Heritage menjadi 0,001% PT Twin Investment, 79,99% dipegang PT Wijaya Wisesa Realty, dan 20% dipegang publik. Pada proses pencatatan saham perdana tersebut, perusahaan menunjuk PT Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

BERITA TERKAIT

Investasikan Dana US$ 8 Juta - Pelita Samudera Beli Satu Kapal Kargo MV

NERACA Jakarta – Kejar pertumbuhan bisnis di sektor logistik, PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) telah merampungkan transaksi pembelian satu…

Genjot Pertumbuhan DPK, BTN Siap Kelola Dana IKAL

Pacu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus perluas kerjasama dengan berbagai instansi. Teranyar, perseroan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…