Majukan Pasar Modal, KSEI Bertukar Informasi Dengan KSEInya Korea

Neraca

Jakarta-Dalam rangka meningkatkan pelayanan industri pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menjalin kerja sama dengan Korea Securities Depository (KSD) sebagai sesama Central Securities Depository (CSD) di kawasan Asia Pasifik.

Kata Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo, kerjasama ini dimaksudkan untuk saling mempercepat kemajuan pasar modal dua negara, “Kerja sama ini akan meliputi pelayanan jasa keuangan dan pengembangan produk layanan jasa penyimpanan dan penyelesaian transaksi agar layanan jasa yang diberikan oleh KSEI dan KSD sesuai standar internasional,”katanya di Jakarta, Selasa (20/3).

Selain itu, kerja sama ini untuk mendukung upaya peningkatan pertukaran informasi dan pengetahuan antar-CSD sehingga dapat menjadikan KSEI dan KSD sebagai CSD yang andal dalam menghadapi daya saing global.

Maka dengan kerjasama ini, diharapkan pertukaran informasi dan pengetahuan lebih mudah, sehingga KSEI dan KSD bisa menjadi CSD yang andal, terpercaya dan mampu bersaing di wilayah regional maupun internasional.

Sementara CEO KSD, Kim Kyung Dong, berharap kolaborasi antara dua CSD tersebut dapat memudahkan proses pengembangan pasar modal di masing-masing negara. Tak hanya itu, kata Kim, aliansi antara KSEI dan KSD merupakan sebuah kemajuan yang berarti demi mendukung langkah ke dua lembaga menuju ke arah kerja sama praktis untuk perkembangan pasar modal.

Selain kerja sama tersebut, KSD juga berkesempatan berbagi pengetahuan dengan menggelar "workshop" mengenai produk di pasar modal Korea Selatan, dengan topik Korean Depository Receipt (KDR) dan Securities Lending and Borrowing (SLB).

Minim PenggunaAKSes

Sebelumnya, Kepala Unit Pengelola Efek KSEI, Hartati Handayani mengungkapkan jumlah investor di Jawa Tengah yang memanfaatkan fasilitas kartu Acuan Kepemilikan Sekuritas (AKSes) masih sangat minim.

Hal tersebut, terlihat dari data per 15 Maret 2012 di Jateng dari 14.127 pemegang kartu AKSes, ternyata baru 1.347 pemegang kartu yang melakukan `login` untuk mengecek kepemilikan portofolio efek di pasar modal.

Menurutnya, masih minimnya pemanfaatan kartu AKSes bagi para investor menjadi salah satu indikator bahwa para investor masih pasrah dengan perusahaan efek. Padahal, pemegang kartu AKSes bisa mengakses lewat internet atau jaringan "mobile" dalam melacak dan memonitor kepemilikan portofolio efek di pasar modal setiap saat.

Dia menambahkan, manfaat kartu tersebut cukup besar, di antaranya bermanfaat dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Melalui kartu tersebut akan memberikan transparansi kepada investor untuk membangun lingkungan berinvestasi yang nyaman dan aman.

Tercatat jumlah sub rekening efek (SRE) di Jateng mencapai 16.696 rekening. Sementara jumlah keseluruhan data investor pengguna fasilitas AKSes per 15 Maret 2012, mencapai 252.156 pengguna, sebanyak 246.333 pemegang kartu di antaranya merupakan investor lokal dan selebihnya investor asing.

Adapun jumlah sub rekening efek, katanya, mencapai 361.413 rekening, sebanyak 349.005 rekening di antaranya dimiliki masyarakat lokal dan selebihnya warga negara asing. (bani)

Related posts