Pembatasan DP Kredit Terkait Investment Grade

NERACA

Jakarta---Bank Indonesia menilai salah satu faktor yang mengatur besaran loan to value (LTV) ratio terhadap kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) karena keterkaitan dengan penetapan status investment grade. Sehingga perlu ada langkah antisipatif untuk menghindari terjadinya bubble seiring akan terjadinya capital inflow. "Adanya status investment grade dari Moodys dan Fitch, diperkirakan kredit akan naik seiring dengan bakal terjadinya capital inflow di tahun ini," kata Kepala Biro Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan BI, Filianingsih di Jakarta, Selasa (20/3)

Tapi yang jelas, kata Filianingsih, aturan pembatasan uang muka kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB) bakal menciptakan keseimbangan baru dalam mekanisme permintaan dan penawaran KPR maupun KKB. “Memang dari permintaan akan sedikit terhambat. Tapi keseimbangan baru akan muncul,” tambahnya.

Intinya, kata Filianingsing lagi, para nasabah yang ingin membeli rumah dan kendaraan semakin terseleksi. “Nasabah yang mengajukan KPR/KKB akan semakin memenuhi persyaratan,” ungkapnya

Berdasarkan simulasi yang BI lakukan, aturan baru uang muka minimal 30% untuk KPR, dan 20% untuk KKB akan menyebabkan nasabah menunda membayar uang muka. Untuk KPR penangguhannya bisa terjadi selama 7-8 bulan, sedangkan untuk KKB penundaannya selama 3-4 bulan. Kondisi tersebut sebetulnya positif, karena berarti nasabah yang mengajukan KPR dan KKB sudah benar-benar memiliki dana, dan berkomitmen untuk melunasi kredit yang diajukannya.

BI juga mendapati korelasi negatif antara uang muka dan rasio kredit bermasalah (NPL). Semakin rendah uang muka yang diberikan, maka semakin tinggi NPL-nya. Pada Januari 2012 rasio NPL untuk kendaraan bermotor stabil sebesar 1%. Rasio NPL yang cukup tinggi terlihat pada kredit truk sebesar 3,01% dan motor 1,71%. “Sebetulnya NPL kendaraan bisa lebih tinggi kalau dihitung penarikan kendaraan yang tidak mampu dilunasi. Angkanya bisa 9%. Kalau ditambah NPL KKB bisa mencapai 10%” ucapnya.

Sementara itu, NPL KPR per Januari 2012 sebesar 2,12%, naik dari posisi Desember 2011 sebesar 1,83%. Pada periode serupa, NPL KKB naik dari 0,94% menjadi 1%. Seperti diketahui, BI berupaya memperkuat ketahanan sektor keuangan dengan mengatur besaran loan to value (LTV) untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) dan uang muka Kredit Kendaraan Bermotor (KKB).

Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia No.14/10/DPNP tanggal 15 Maret 2012 tentang Penerapan Manajemen Risiko pada Bank yang melakukan Aktivitas Pemberian Kredit Pemilikan Rumah dan Kredit Kendaraan Bermotor. **maya

Related posts