Bank Windu Patok pertumbuhan kredit 25%

NERACA

Jakarta - PT Bank Windu Kentjana International Tbk atau Bank Windu menargetkan pertumbuhan kredit tahun ini mencapai 25%. Hal ini tidak sesuai dengan pertumbuhan tahun lalu yang bisa mencapai diatas 50%. “tahun ini, kita tidak mau manargetkan terlalu tinggi, cukup diangka 25% saja. 2 tahun yang lalu pertumbuhan kita sangat pesat, bisa sampai diatas 50%,” ungkap Direktur Utama Bank Windu, Herman Sujono saat ditemui seusai acara konfrensi press di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (20/3).

Penurunan target pertumbuhan kredit ini, lanjut Herman dikarenakan perseroan pada 2011 mengganti sistem yang baru. “dengan bergantinya sistem tersebut membuat kita harus beradaptasi lagi. Akan tetapi saat ini kita berbenah untuk terus tumbuh lagi dan tahun depan kita akan lari lagi dalam hal pertumbuhan kredit,” ujarnya.

Herman menambahkan pertumbuhan kredit didominasi oleh sektor komersial yang posisinya lebih dari 50% dari total pertumbuhan kredit. “sisanya ada sebagian dari kredit korporate, kredit konsumer, dan konsumerpun dibagi lagi. Ada kredit kendaraan dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR),” kata Herman. Terkait dengan hal itu, maka pihaknya kan mencoba berekspansi dengan cara membuka kantor cabang baru. “Setidaknya kita akan membuka kantor cabang baru sekitar 10 cabang yang tersebar di Jabodetabek. Dengan nilai investasi percabangnya itu Rp 500 juta,” tambahnya.

Sejalan dengan target pertumbuhan, Bank Windu menggunakan perangkat model core banking e TEMENOS T24 (T24) untuk meningkatkan efisiensi kegiatan operasional pada bisnis ritelnya. Ia mengatakan, dengan T24 sebagai pendukung bisnis, maka Bank Windu memiliki single customer view dan kapabilitas front-end, modul terintegrasi, dukungan pengelolaan aset, dan skalabilitas yang diperlukan. “Saat ini kami bisa terus meningkatkan jumlah basis pelanggan tanpa biaya tambahan atau resiko-resiko operasi,” tuturnya. **bari

Related posts