MAPA Pilih Aksi Korporasi Private Placement - Dongkrak Likuiditas Harga Saham

NERACA

Jakarta – Kejar pertumbuhan likuiditas harga saham di pasar, PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) mengadalkan aksi korporasi di pasar modal lewat rencana private placement dengan menjual sebanyak 648.508.000 lembar saham yang dimiliki perseroan. Ya, aksi korporasi ini kembali ditegaskan perseroan bukan dalam rangka penambahan modal tapi untuk meningkatkan likuiditas saham beredar. Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, kemarin.

Perseroan menjelaskan, belum membutuhkan dana untuk penambahan modal untuk kegiatan usaha. Tapi likuiditas saham perseroan dinilai perlu ditingkatkan. Pasalnya, dari sebanyak 2,85 lembar saham perseroan, hanya 16% yang beredar di publik. Dari jumlah itu, hanya 5% yang dimiliki publik dengan kepemilikan kurang dari 5%.

Untuk itu, Montage Company Limited (MCL) selaku pemilik sebanyak 423,28 juta lembar saham atau setara 14,58% saham perseroan akan menjalankan haknya dengan melaksanakan opsi yang telah diberikan PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), sehingga pada tanggal 12 April 2019 MCL memiliki sebanyak 840,98 juta lembar saham atau 29,5% saham MAPA. Selanjutnya, saham-saham dalam perseroan yang dimiliki oleh MCL akan ditawarkan kepada investor-investor yang identitasnya dapat diketahui setelah selesai dilaksanakannya proses book-building dan penyelesaian pelaksanaan rencana private placement tersebut, akan bergantung pada dipenuhinya atau diberikannya pengecualian seluruh persyaratan sebagaimana tercantum dalam Underwriting Agreement.

Di tahun 2018, MAPA berhasilmencetak laba bersih Rp 353,41 miliar atau naik 20,44% dari laba bersih 2017 sebesar Rp 292,59 miliar. Dijelaskan, pertumbuhan laba bersih ditopang pendapatan yang juganaik 23,03% menjadi Rp 6,25 triliun dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar Rp 5,08 triliun. Pendapatan terbesar dari eceran yakniRp 5,41 trilliun dari tahun sebelumnya Rp 4,26 triliun, sementara sisanya dari pendapatan non-eceran.

Kendati demikian, beban pokok penjualan MAPA juga naik menjadi Rp 3,42 triliun.Khusus beban keuangan, membengkak menjadi Rp 313,21 miliar dari sebelumnya tahun 2017 yang hanya Rp 109 miliar. Sementara beban keuangan ini ternyata dari ekses dari kerugian penghapusan obligasi awal sebesar Rp 244,36 miliar. Sebelumnya MAPAmenerbitkan obligasi tanpa bunga dan tanpajaminan kebendaan tertentu dengan nilai nominal Rp 1,5 triliun kepada AsiaSportswear Holdings Pte Ltd. Obligasi ini dijamin olehMAPIsebagai induk usahanya.

Per akhir Desember 2018, saham MAP Aktif dipegang mayoritas 83,49% olehMAPI.Adapun sisanya yakni milik Montage Company Ltd 14,85%, Virendra Prakash Sharma (komisaris utama) 0,39%, Susiana Latif (komisaris) 0,20%, Michael David Capper (dirut) 0,36%, Miguel Rodrigo (direktur) 0,03%, dan investor publik 0,66%.

MAP Aktif kinimemiliki lebih dari 850 toko olahraga dan anak-anak di seluruh Indonesia termasuk Planet Sports, Sports Station, Kidz Station, Golf House, Planet Sports, Planet Kids, dan Planet Sports for women. Tahun ini, guna mengejar pertumbuhan penjualan perseroan ekspansi gerai secara masif. Perusahaan ritel ini tak hanya ekspansi untuk multibrand store seperti Sport Station dan Planet Sports tetapi juga brand store.

BERITA TERKAIT

ANGGOTA DPR BERHARAP DEMO SEGERA BERAKHIR - Darmin: Aksi Demo Tak Berdampak Signifikan

Jakarta-Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini dampak aksi demonstrasi 22 Mei 2019 tidak akan berdampak signifikan terhadap kondisi investasi…

Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

NERACA Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota di…

BTEK Bidik Private Placement Rp 509,05 Miliar

Perkuat modal dalam mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) bakal menggelar aksi korporasi penambahan modal tanpa hak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…