Studi Kelayakan Tol Sumatera Tuntas Mei

NERACA

Jakarta---Rencana PT Jasa Marga membangun jalan tol 1000 Km terus dilakukan kajian mendalam. Karena itu studi kelayakan pembangunan tol Sumatera selesai pada Mei 2012 mendatang. “Feasibility study (studi kelayakan) baru selesai satu hingga dua bulan lagi," kata Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (JSMR) Adityawarman di Jakarta,20/3

Menurut Adityawarman, studi kelayakan ini dilakukan bersama dengan tim yang terdiri dari pemerintah daerah lima provinsi, Badan Pertanahan Nasional, serta PT Perkebunan Nusantara. Studi kelayakan ini diperlukan untuk mengetahui aspek keekonomian proyek serta nilai pembangunannya. "Kalau kita buru-buru nanti ke depannya bisa repot," tambahnya

Setelah menandatangani nota kesepahaman dengan lima pemerintah provinsi, kata Adityawarman, nantinya Jasa Marga akan membentuk perusahaan patungan bersama (joint venture). Karena itu, Jasa Marga berharap kepemilikan perseroan mendapat porsi mayoritas atas anak perusahaan tersebut.

Namun, menurut Adityawarman, perseroan belum menentukan provinsi mana yang akan melakukan pembangunan jalan tol lebih dahulu. "Ruas jalan tersebut akan dibangun di sepanjang duplikasi jaringan jalan Timur Sumatera, yakni sedikit agak bergeser dari Lintas Timur Sumatera yang saat ini telah ada. High Grade Highway (HGH) Trans Sumatera ini terdiri atas Koridor Bakauheni - Banda Aceh sepanjang Lintas Timur Sumatera (2.014 km) yang disertai jalan penghubung (feeder) sepanjang 720 km," paparnya.

Kementerian Pekerjaan Umum memprioritaskan pembangunan trans Sumatera sepanjang 2.700 km dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung berkonsep High Grade Highway dengan perkiraan anggaran Rp99,88 triliun.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Sumbar, Suprapto mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat akan mempercepat proses awal pembangunan jalan tol di provinsi itu sebagai bagian dari program nasional pembangunan jalan tol di Pulau Sumatra. Secara nasional proyek jalan tol Pulau Sumatera direncanakan pelaksanaannya mulai 2020 hingga 2030.

Dalam perencanaannya, menurut Suprapto, pembangunan jalan tol dalam wilayah Sumbar dimulai 2024, namun dalam pertemuan antargubernur se-Sumatera di Palembang beberapa waktu lalu dibicarakan untuk memulai proses awalnya proyek ini lebih cepat.

Karena itu, lanjut Suprapto, Sumbar juga akan memulai proses ini lebih awal karena provinsi lain juga memulainya lebih awal dan jika Sumbar tidak mengikutinya, maka dikhawatirkan daerah ini bisa tertinggal dalam pembangunannya nanti.

Menurut Suprapto, atas pertimbangan tersebut, maka meski pembangunan jalan tol di Sumbar baru dilaksanakan pada 2024, tapi proses awalnya akan dipercepat 12 tahun lebih awal yakni dimulai pada 2012. Proses lebih awal ini untuk menghindari kegagalan pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol di Sumbar, karena dari pengalaman pembangunan jalan tol di Jawa masalah lahan menjadi hambatan utama.

Karena itu, Sumbar akan memulai perencanaan pembebasan lahan lebih awal yakni 12 tahun sebelum pelaksanaan proyek dan kegiatan pembebasan sudah dapat dilakukan tiga atau empat tahun mendatang. "Kita harapkan tiga atau empat tahun ke depan proses awal pembangunan jalan tol di Sumbar telah dimulai, sehingga daerah ini dapat mengimbangi persiapan provinsi lain di Sumatera,” tambahnya.

Dikatakan Suprapto, rencananya ruas jalan tol di wilayah Sumbar akan dibangun sepanjang 160 kilometer dari Padang-Sicincin-Padang Panjang-Batusangkar-Baso-batas Riau. Untuk rute Padang-Sicincin-Padang Panjang-Batusangkar-Baso dibangun jalan tol murni, sedangkan rute Baso-Batas Riau kemungkinan dalam bentuk pelebaran badan jalan, mengingat daerah dilewati didominasi hutan,” pungkasnya. **cahyo

Related posts