Elizar Parlindungan Jadi Dirut Baru Elnusa

Hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT Elnusa Tbk (ELSA) memutuskan untuk merombak jajaran direksi. Dimana Elizar Parlindungan Hasibuan yang sebelumnya menjabat sebagai direktur operasi Elnusa, kini menjabat sebagai direktur utama.

Head of Corporate Communication Elnusa, Wahyu Irfan mengatakan, terdapat pergantian dua anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. RUPST menyetujui untuk mengangkat Anis Baridwan komisaris independen dan Antonius Ratdomopurbo sebagai komisaris. "Elizar P. Hasibuan diangkat sebagai direktur utama perseroan," ujarnya di Jakarta, kemarin.

Agenda RUPST lainnya adalah menyetujui untuk membagikan dividen senilai Rp69 miliar atau setara dengan 25% dari laba bersih senilai Rp276,31 miliar periode 2018. Dengan demikian, dividen yang dibagikan setara Rp9,465 per saham. Seperti diketahui, Elnusa melaporkan pendapatan usaha Rp6,6 triliun pada 2018. Realisasi tersebut naik 34,69% dari Rp4,9 triliun pada 2017.

Dari situ, laba bersih ELSA tumbuh 11,74% secara tahunan pada 2018. Jumlah yang dibukukan naik dari Rp247,14 miliar pada 2017 menjadi Rp276,31 miliar. Pada tahun lalu, ELSA membagikan dividen senilai Rp37 miliar atau setara 15% dari laba bersih periode 2017. Para pemegang saham mendapatkan dividen Rp5,08 per lembar untuk kinerja perseroan pada 2017.

BERITA TERKAIT

Jubir KPK : MCP Papua Baru 25 Persen

Jubir KPK : MCP Papua Baru 25 Persen NERACA Jayapura - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan dari hasil evaluasi hingga…

Anggarkan Capex Rp 1,6 Triliun - Adi Sarana Beli 6.500 Unit Armada Baru

NERACA Jakarta - Danai penambahan armada baru guna menunjang bisnisnya, PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) mengalokasikan belanja modal tahun…

Pemanfaatan Kartu AKSes Rendah - KSEI Rilis Generasi Baru Fasilitas Akses

NERACA Jakarta – Semangat untuk memberikan pelayanan dan perlindungan bagi investor pasar modal, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) resmi…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Pefindo Raih Mandat Obligasi Rp 52,675 Triliun

Pasar obligasi pasca pilpres masih marak. Pasalnya, PT Pemeringkat Efek Indonesia atau Pefindo mencatat sebanyak 47 emiten mengajukan mandat pemeringkatan…

GEMA Kantungi Kontrak Rp 475 Miliar

Hingga April 2019, PT Gema Grahasarana Tbk (GEMA) berhasil mengantongi kontrak senilai Rp475 miliar. Sekretaris Perusahaan Gema Grahasarana, Ferlina Sutandi…

PJAA Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo

NERACA Jakarta - Emiten pariwisata, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) memiliki tenggat obligasi jatuh tempo senilai Rp350 miliar. Perseroan…