Pengusaha RI Disarankan Gali Potensi Perdagangan Ethiopia

NERACA

Jakarta – Para pengusaha Indonesia disarankan untuk melihat secara langsung potensi kerja sama ekonomi dan perdagangan yang dimiliki Ethiopia untuk mengubah persepsi mereka, yang mungkin tidak tepat, kata para pengusaha Indonesia. Kalangan pengusaha menganggap negara itu justru kini terbukti telah mendatangkan keuntungan ekspor bagi perusahaan Indonesia.

Saran itu disampaikan Rudi Dharmawan dan Adrianto Yuliar Salam dari PT Indofood Ethiopia (Salim Wazaran Yahya Plc) kepada Duta Besar RI untuk Ethiopia, Djibouti dan Uni Afrika Al Busyra Basnur saat Dubes berkunjung ke pabrik Indomie PT Indofood, yang terletak sekitar 30 km selatan Kota Addis Ababa, disalin dari Antara.

Adrianto, deputy general manager PT Indofood Ethiopia yang sudah 15 tahun malang melintang berbisnis dan tinggal di Ethiopia, mengatakan bahwa semula ia juga memiliki persepsi yang sama dengan banyak orang tentang Ethiopia.

"Tahun 2003, ketika saya ditugaskan oleh perusahaan saya, sebenarnya saya tidak mau datang ke Ethiopia untuk berbisnis. Namun setelah saya pertimbangkan, maka lebih baik saya datang untuk melihat. Jika saya tidak suka, maka saya akan angkat kaki dari Ethiopia", kata Adrianto mengenang masa-masa awal ia melakukan bisnis di Ethiopia.

Seperti terungkap dalam pernyataan pers KBRI Addis Ababa yang diterima ANTARA di Jakarta, Selasa, dahulu, Ethiopia sering dinilai banyak orang sebagai negara miskin, banyak kelaparan, tidak aman dan terbelakang, sehingga tidak menarik untuk kegiatan bisnis, seperti investasi dan perdagangan.

Namun apabila datang ke dan melihat langsung di Ethiopia, orang akan segera sadar bahwa Ethiopia kini adalah negara yang memiliki potensi sangat besar untuk hubungan dan kerja sama ekonomi. Karena itu, pengusaha Indonesia disarankan melihat langsung potensi kerja sama ekonomi dengan Ethiopia, demikian bunyi siaran pers tersebut.

Terkait dengan potensi keuntungan yang diperoleh dari kerja sama ekonomi dan perdagangan dengan negara itu, Rudi Dharmawan, general manager PT Indofood Ethiopia, mengatakan sekitar 30 persen bahan baku pembuatan Indomie diimpor dari Indonesia, seperti bumbu, minyak goreng, dan bungkus mie instan.

PT Indofood mulai memperdagangkan produknya di Ethiopia sejak awal 2005. Pada 2014, perusahaan itu mulai mendirikan pabrik di atas tanah seluas 12.000 meter persegi dan beroperasi secara penuh pada pertengahan 2015. Saat ini, PT Indofood memproduksi 80 juta bungkus Indomie setahun. Produksi akan terus ditingkatkan, katanya.

Sementara itu, Al Busyra Basnur mengatakan bahwa saat ini terdapat lima perusahaan Indonesia yang menanamkan investasi di Ethiopia, yaitu PT. Indofood, PT. Sinar Ancol, PT. Bukit Perak, PT. Sumber Bintang Rejeki dan Busana Apparels Group.

"Investasi Indonesia di Ethiopia memberi keuntungan bagi Indonesia antara lain peningkatan ekspor barang dan bahan baku dari Indonesia, penyerapan tenaga kerja Indonesia, peningkatan remittance ke Indonesia," katanya.

BERITA TERKAIT

Pengusaha Optimistis Regulator Dukung Industri

NERACA Jakarta – Pelaku usaha mengaku optimistis dengan hasil pemilihan umum yang baru dilansir Komisi Pemilihan Umum (KPU) bahwa pemerintah…

RI Mendorong Penguatan Sistem Perdagangan WTO

NERACA Jakarta – Indonesia mendorong penguatan sistem perdagangan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) yang disampaikan melalui Pertemuan Menteri Perdagangan Asia-Pacific Economic…

Rantai Perdagangan Beras di Sumsel Diperkirakan Bertambah

Rantai Perdagangan Beras di Sumsel Diperkirakan Bertambah NERACA Palembang - Rantai perdagangan beras di Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah jika dibandingkan…

BERITA LAINNYA DI BERITA KOMODITAS

Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

  NERACA Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota…

Pasar Murah Efektif Jaga Stabilisasi Harga Kebutuhan Pokok

NERACA Jakarta – Kepala Perum Bulog Divisi Regional Aceh Sabaruddin Amrullah menyatakan pasar murah yang digelar di seluruh kabupaten/kota di…

Kebutuhan Pokok - Kemendag Catat Pemintaan Sembako Naik Hingga 20% Saat Ramadhan

NERACA Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut permintaan bahan pokok atau sembako meningkat sekitar 10 persen hingga 20 persen saat…