Era Disrupsi Teknologi Industri 4.0, Kubik Leadership Siapkan Pemimpin Yang Lincah

NERACA

Jakarta – Diera disrupsi teknologi memasuki industri 4.0 maka tingkat persaingan usaha semakin ketat, tentu saja untuk menjawab persolan itu, perlu seoarang pemimpin yang mampu menjawab tantangan dunia usaha dan industri masa kini. Oleh karenanya, Kubik Leadership, lembaga training, coaching dan consulting yang mengedepankan Lead for Impact dalam setiap produknya kembali meluncurkan produk terbaru untuk para leader agar lebih agile atau lincah dalam menghadapi perubahan yang sangat cepat.

“Kompetisi dunia usaha saat ini sangat tinggi. Untuk bisa menjawab tantangan itu tentu dibutuhkan seoarang pemimpin yang lincah dan handal. Makanya kami ingin menjawab tantangan itu dengan melahirkan pemimpin-pemimpin yang lincah,” kata Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership, saat memberikan paparan saat acara pelatihan Neuro Leadership, yang mengangkat tema ““Embrace Your Brain to Become Agile Leader”, di Jakarta, Kamis (11/4).

Tantantangan perusaan saat ini, lanjut dia, bukan hanya dari luar tapi juga internal perusahaan. Dari luar misalnya persaingan yang makin tajam, harga yang bergerak naik, digitalisasi yang menggantikan peran manusia dan ekspektasi pelanggan semakin tinggi, sementara manajemen tetap mengharuskan omset naik dan margin tetap besar. Padahal tim belum bisa di ajak bergerak lebih cepat. Kondisi ini bisa menimbulkan kelelahan dan stress jika tidak di kelola dengan baik.

Untuk itu, Jamil mengingatkan, bisa jadi selama ini sebagai pemimpin kita belum memaksimalkan kemampuan otak dalam menyelesaikan masalah yang ada. Padahal faktanya otak memiliki lebih dari 100 piranti yang di dalamnya ada sel sel yang disebut neuron. Jika semua neuron tersambung akan menjadi1.800 triliun sambungan dan memiliki potensi luar biasa yang bisa jadi tidak pernah terbayang sebelumnya oleh manusia. Salah satunya adalah bagaimana menjadi pemimpin yang lincah yang dapat menyesuaian kondisi dengan cepat,ditandai dengan emosi yang stabil, fleksibel melihat masalah dan menangkap peluang serta mengambil keputusan tepat dengan cepat. “Dengan pelatihan ini diharapkan bisa melahirkan seorang pemimpin berdaya saing, yang mampu menjawab persaingan dunia usaha masa kini,” ujarnya,

Ditempat yang sama, Amir Zuhdi, pakar Neuroscience, menambahkan, seorang pemimpin harus memanfaatkan otak agar dapat mengelola dan mentransformasi emosi, sebagai langkah awal menjadi pemimpin yang agile. Seperti bagian otak kita Prefontal Cortex (PFC) dan Sistem Limbik. PFC cenderung berpikir rasional, mengandalkan logika. Sementara Sistem Limbik atau otak emosi cenderung emosional. Dengan mengenali 9 limbik panas dan bagaimana cara kerja PFC dan sistim limbik, kita dapat lebih mudah mengendalikan emosi, tidak mudah terpancing dengan hal negatif yang tiba tiba hadir. Bahkan pada saat saat genting sekalipun. Sehingga seorang pemimpin bisa berpikir tenang. “Atas ketenangan itulah seoarang pemimpin bisa mencapai kesuksesan dalam menjalankan bisnis atau usahanya” katanya.

Sementara itu, Coach Aisya Yuhanida Noormengajak, menyebut seoarag pemimpin harus mengenali diri masing masing, apakah selama ini termasuk pemimpin yang fleksibel, yang mampu melihat kemungkinan kemungkinan dan menghadirkan alternatif baru atau malah cenderung kaku, rigid dan tidak mau berubah sama sekali. “Seorang pemimpin harus bisa fleksibel agar disukai oleh tim, rekan kerja, dan lingkungan dari situlah harmonisasi dalam pekerjaan tercipta guna mencapai kesuksesan target-target perusahaan,” tandasnya.

BERITA TERKAIT

Tingkatkan Daya Saing, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan…

API Sarankan Pemerintah Tambah Sekolah Industri Tekstil

NERACA Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyarankan agar pemerintah menambah jumlah sekolah dan lembaga pendidikan untuk mencetak sumber daya…

Energi - Jaga Efisiensi Sektor Migas, Maksimalkan Industri Dalam Negeri

NERACA Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina Hulu…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Tingkatkan Daya Saing, KKP Dorong Digitalisasi UMKM Kelautan dan Perikanan

NERACA Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) kelautan dan perikanan untuk memanfaatkan…

API Sarankan Pemerintah Tambah Sekolah Industri Tekstil

NERACA Jakarta – Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menyarankan agar pemerintah menambah jumlah sekolah dan lembaga pendidikan untuk mencetak sumber daya…

Energi - Jaga Efisiensi Sektor Migas, Maksimalkan Industri Dalam Negeri

NERACA Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama PT Pertamina Hulu…