Kemenhub Bahas Soal Pinjaman Perbankan - Terkait Revitalisasi Angkutan Umum

NERACA

Jakarta---Kementerian Perhubungan mengaku sedang membahas sejumlah program pinjaman perbankan untuk revitalisasi angkutan umum senilai Rp1,881 triliiun. Total kompensasi BBM untuk Kemenhub sekitar Rp5 triliun. "Kita mengusulkan kepada otoritas keuangan guna memberikan pinjaman kepada pemilik kendaraan angkutan umum atau organda revitalisasi," kata Humas Kementerian Perhubungan, Bambang Ervan kepada Neraca,20/3

Namun, kata Bambang, bentuk skema pinjaman kepada perbankan tersebut masih terus dimatangkan. Karena menyangkut dengan bank-bank yang akan ditunjuk. "Soal skema pinjamannya, itu sedang dibicarakan pemerintah. Karena ini menyangkut dengan pihak bank-bank pelaksananya," tambahnya.

Menurut Bambang, masalahnya pinjaman perbankan tentu tidak mudah. Masalahnya jangan sampai pinjaman ini salah sasaran. “Kita tidak ingin pinjaman ini disalahgunakan. Sehingga salah sasaran,” tegasnya.

Di tempat terpisah, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan mendapat kompensasi sebesar Rp5 triliun, jika Pemerintah pada April 2012 jadi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). "Dana sebesar itu nantinya akan dipergunakan sebagai kompensasi angkutan umum," kata Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Suroyo Alimoeso di di Solo, Selasa.

Suroyo menambahkan bantuan dana tersebut nantinya akan dipergunakan tambahan subsidi pemerintah antara lain untuk kapal penumpang, KA Ekonomi, ASDP Perintis, Bus Perintis dan sistem transit/BRT di 14 kota sebesar Rp294 miliar dan untuk bantuan pemeliharaan kendaraan seperti ban dan suku cadang sebesar Rp1,875 triliun.

Sementara itu untuk kompensasi angkutan umum pada biaya PKB ditanggung Pemerintah sebesar Rp95 miliar. "Adanya kompensasi atas kenaikan harga BBM tersebut, saya minta semua angkutan umum tidak menaikan tarifnya, karena sudah diganti dari kompensasi tersebut, sehingga semua bisa berjalan lancar seperti biasa nantinya," kata Suroyo.

Lebih jauh Suroyo mengatakan 2011 target subsidi BBM sebesar Rp129,7 triliun, tetapi kenyataannya realisasi mencapai Rp165,2 triliun (127,4%). Sementara itu angkutan umum hanya mengonsumsi tiga persen, sedangkan mobil barang 4%. Sisanya dikonsumsi sepeda motor 40 persen dan mobil pribadi 53%. "Jika dirupiahkan angkutan umum hanya kebagian sekitar Rp4,1 triliun dan mobil barang Rp5,9 triliun. Sedangkan sepeda motor menghabiskan Rp58,8 triliun dan mobil pribadi menguras APBN Rp77,9 triliun. Total kendaraan pribadi menguras APBN 2011 sebesar Rp136,7 triliun," katanya.

Dikatakan Suroyo, untuk data angkutan umum tercatat bus besar 48.444 kendaraan, bus sedang 60.117 kendaraan, bus kecil 314.625 kendaraan, dan mobil penumpang umum 106.582 kendaraan. **cahyo

Related posts