Pemkab Lebak Minta Pelaku Usaha Tak Gunakan Zat Berbahaya

Pemkab Lebak Minta Pelaku Usaha Tak Gunakan Zat Berbahaya

NERACA

Lebak - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten meminta pelaku usaha yang menjual aneka makanan di Pasar Rangkasbitung tidak menggunakan zat berbahaya yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan manusia.

"Kami berharap pelaku usaha dapat menaati larangan menjual aneka makanan yang mengandung zat berbahaya," kata Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak Orok Sukmana, saat mensosialisasikan kegiatan perlindungan konsumen yang dihadiri 50 pedagang, di Lebak, Rabu (10/4).

Peredaran aneka pangan yang mengandung zat berbahaya di Pasar Rangkasbitung Kabupaten Lebak masih ditemukan. Penemuan aneka pangan itu berdasarkan hasil Tim Pengawas Terpadu Makanan, di antaranya pangan yang mengandung zat berbahaya pewarna, formalin, boraks atau bahan lainnya yang dapat membahayakan bagi kesehatan manusia.

Kebanyakan aneka pangan yang beredar itu jenis tahu, ikan asin, bakso, cilok, ikan basah, dan mi."Kita berharap para pelaku usaha itu tidak kembali memasarkan aneka pangan yang mengandung zap berbahaya," kata dia menegaskan.

Menurut dia, pemerintah daerah memiliki kewajiban untuk melindungi masyarakat sesuai pasal 62 poin 1 dan 2 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Karena itu, pihaknya setiap tahun melaksanakan kegiatan sosialisasi perlindungan konsumen, agar pelaku usaha tidak mengulang lagi menjual barang-barang yang mengandung bahan berbahaya.

Makanan yang mengandung zat berbahaya dapat menimbulkan gangguan kesehatan kepada orang yang mengonsumsinya. Bahkan, pelaku usaha yang menjual aneka pangan yang mengandung zat berbahaya bisa diproses secara hukum."Kami sebagai pemerintah daerah tentu memiliki kewajiban untuk membina para pelaku usaha, agar tidak menjual pangan yang mengandung zat berbahaya," kata dia lagi.

Sejumlah pelaku usaha di Rangkasbitung mengatakan bahwa mereka sudah memahami dan mengerti tentang makanan yang mengandung zat berbahaya. Karena itu, mereka berkomimen tidak menjual makanan yang membahayakan kesehatan manusia."Kami memproduksi tahu menggunakan bahan baku murni tanpa bahan pengawet," kata Soleh, seorang pelaku usaha warga Rangkasbitung. Ant

BERITA TERKAIT

Akuakultur - KKP Lakukan Konsultasi Publik Aturan Usaha Pembudidayaan Ikan

NERACA Bandung - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakuan konsultasi publik terkait rencana pemberlakuan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang…

Pemprov Jabar Minta Pemkab Subang Buat Perda Sawah Abadi

Pemprov Jabar Minta Pemkab Subang Buat Perda Sawah Abadi NERACA Bandung - Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan…

Asosiasi Fintech Minta Dapat Kemudahan Akses Data Kependudukan

    NERACA   Jakarta – Industri Finansial Technology (fintech) berharap agar pemerintah bisa mengizinkan usaha fintech bisa mendapatkan akses…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Kemenkop Gelar Sosialisasi Pembiayaan Wirausaha Pemula

Kemenkop Gelar Sosialisasi Pembiayaan Wirausaha Pemula NERACA Bandung - Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan menegaskan bahwa pihaknya…

Distan Banten Pantau RPH Pastikan Stok Daging Sapi - Jelang Idul Fitri

Distan Banten Pantau RPH Pastikan Stok Daging Sapi Jelang Idul Fitri NERACA Serang - Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, memantau…

BPBJ Sukabumi: Masih Ada Hambatan Penerapan Permen PUPR No 7/2019

BPBJ Sukabumi: Masih Ada Hambatan Penerapan Permen PUPR No 7/2019 NERACA Sukabumi - Terbitnya Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan…