Survei Ungkap Hunian Dengan Konsep Berbagi Ruang Makin Digemari

Survei Ungkap Hunian Dengan Konsep Berbagi Ruang Makin Digemari

NERACA

Jakarta - Jones Lang LaSalle (JLL), perusahaan riset dan manajemen properti global dalam survei terbarunya mengungkapkan hunian dengan konsep berbagi ruang (co living) kini semakin digemari khususnya bagi keluarga muda (generasi milenial) di kota besar seperti Jakarta.

Survei juga memperlihatkan banyak pengembang di negara maju seperti Cina, Hong Kong, dan Singapura memanfaatkan tren ini dengan membangun ruang coliving dengan kamar tidur dan kamar mandi pribadi kecil, tetapi ruang bersama yang besar berikut fasilitas umum."Konsep ini ternyata digemari dan menjadi tren hunian baru," kata Chief Operating Officer dan Head of Alternative Capital Markets JLL Asia Pacific, Rohit Hemmani dalam keterangannya, Selasa (9/4).

Laporan terbaru menyebutkan, cepatnya proses urbanisasi telah mengubah cara mencari hunian dan tempat tinggal. Penerimaan masyarakat terhadap prinsip ekonomi saling berbagai (shared economy) memunculkannya sebagai hunian alternatif.“Kami melihat makin intensifnya permintaan terhadap alternative pilihan hunian yang terjangkau di seluruh kota-kota Asia Pasifik,” kata Rohit.

Sedangkan data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah penduduk usia kerja atau di atas 15 tahun per Agustus 2018 sebanyak 194,7 juta jiwa. Dari angka tersebut sebanyak 124 juta jiwa sudah bekerja atau mampu menyewa dan membeli hunian, sementara sejumlah 16,5 juta masih sekolah.

Jumlah ini jelas lebih banyak dari negara mana pun di Asia Tenggara. Karena itu, tak mengherankan jika proyek-proyek transportasi massal yang akan datang juga menjanjikan peluang bagi para pemilik properti untuk mengembangkan co-living.

Sedangkan praktisi dibidang properti, Peony Tang mengatakan, konsep ekonomi berbagi telah mengubah dan membongkar tatanan dunia. Mulai dari layanan transportasi, ruang kerja hingga hiburan online, telah mengubah gaya hidup masyarakat modern di era ini.

"Konsep coliving atau berbagi ruang hidup semakin popular di kalangan milenial. Ada dua hal yang membuat konsep ini menjadi popular: keterjangkauan dan komunitas," ujar direksi dari proyek South City yang berlokasi di Selatan Jakarta.

“Milenial dengan dana yang terbatas dan ingin menabung akan sangat tertolong dengan konsep coliving. Konsep ini menawarakan solusi yang murah dan lebih terjangkau bagi milenial yang ingin memiliki hunian sendiri,” ujar dia.

Keterasingan sosial akibat menjamurnya media sosial dan teknologi juga membuat hidup di komunitas besar dengan kamar tidur pribadi dan berbagi ruang bersama menjadi menarik."Co-living pada dasarnya adalah pandangan baru terhadap ide lama, yang dibayangkan oleh generasi milenial yang menghargai hal-hal seperti keterbukaan dan kolaborasi, jejaringsosial, dan ekonomi berbagi," kata Peony.

Dewasa ini, jelas Peony, tren coliving juga meluas pengertiannya, bukan hanya berbagi ruang dan fasilitas, tetapi juga berbagi minat, keterampilan, sumber daya, nilai, dan impian mereka dengan orang-orang inspirasional lainnya.

Peony sendiri mengadopsi konsep co-living untuk apartemen yang dibangun di South City seiring dengan banyaknya generasi miienial yang berkerja di Jakarta untuk mencari hunian dengan harga yang terjangkau. Mohar/Ant

BERITA TERKAIT

KPK Ungkap Temuan Penyelenggaraan Haji

NERACA Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan temuan yang menonjol terkait penyelenggaraan haji berdasarkan kajian yang telah dilakukan. "KPK…

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim

Bank Banten Tingkatkan Kesadaran Berbagi Buka Puasa Bersama Yatim NERACA Serang - Puluhan anak yatim di Kota Serang diajak buka…

Berbagi Keberkahan di Ramadhan - MARK Buka Puasa Bersama Anak Yatim

NERACA Jakarta – Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, MARK kembali gelar buka puasa bersama anak yatim piatu dari panti…

BERITA LAINNYA DI HUNIAN

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu

Investasi Properti Semakin Bergairah Usai Pengumuman Hasil Pemilu NERACA Jakarta - Pengusaha properti menilai investasi di sektor properti akan semakin…

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian

Pemindahan Ibu Kota Dinilai Akan Dorong Permintaan Hunian NERACA Jakarta - Rencana pemindahan ibu kota ke luar Jawa yang disampaikan…

Okupansi Grand Inna Malioboro Meningkat Dibanding Ramadhan 2018

Okupansi Grand Inna Malioboro Meningkat Dibanding Ramadhan 2018 NERACA Yogyakarta - Okupansi atau tingkat hunian kamar Hotel Grand Inna Malioboro…