Meta Epsi Kejar Proyek Logistik dan Energi - Kejar Pertumbuhan Bisnis

NERACA

Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Meta Epsi Tbk (MTPS) langsung dibuka meroket 66,7% atau 160 poin ke level Rp480. Saham perseroan ditransaksikan sebanyak 16 kali dengan volume sebanyak 512 lot dan menghasilkan nilai transaksi Rp24,58 juta.

Perusahaan yang bergerak di bidang Engineering,Procurement,Construction (EPC) merupakan perusahaan yang ke-8 melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan menjadi emiten ke-627. Perseroan melepas sebanyak 626 juta lembar saham atau setara dengan 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Initial Public Offering (IPO). Harga yang ditetapkan yaitu Rp320 per saham. Dengan demikian, perusahaan meraih dana segar mencapai Rp200 miliar.

Kata Presiden Direktur MTPS, Kahar Anwar, pasca tercatat di pasar modal, perseroan langsung tancap gas dalam pengembangan bisnisnya. “Seluruh dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum ini setelah dikurangi biaya-biaya emisi efek akan digunakan untuk modal kerja, yaitu proyek baru perseroan yang sedang berjalan,”ujarnya di Jakarta, kemarin.

Disampaikannya, perseroan akan perluas ekspansi di sektor infrastruktur yang menyasar proyek strategi nasional terkait logistik dan energi. Disebutkan, peluang sektor infrastruktur yang disasar MTPS yang terdapat dalam RJPM 2015-2019 yang terdiri dari 245 proyek strategis nasional terkait dengan logistik dan energi.

Kahar menjelaskan, proyek strategi yang disasarnya adalah bersama PLN sebagai klien utama MTPS. Proyek saat ini yang sedang dilaksanakan PLN adalah pembangkit listrik 35.000 MW di seluruh Indonesia mencakup pembangunan jaringan transmisi sepanjang 48.000 km, pembangunan gardu induk, dan perbaikan infrastruktur kelistrikan di Indonesia. “Walau potensial, MTPS juga akan menghadapi sejumlah tantangan dalam sistem manajemen elektrifikasi nasional seperti pemetaan tenaga listrik yang lebih besar daripada persediaan tenaga listrik yang ada,”ungkapnya.

Dengan program ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan listrik dan target rasio elektrifikasi di mana pada tahun 2025 PLN menargetkan rasio elektrifikasi di seluruh Indonesia mencapai 100%. Kedua, MTPS juga menyasar sektor pariwisata. Menurut Kahar, MTPS melihat peluang meningkatnya kelas menengah dapat mendorong peningkatan pembangunan infrastruktur seperti kawasan wisata, hotel, dan pusat perbelanjaan.

BERITA TERKAIT

Jaga Kondisi Pasar - OJK Hentikan Reksadana Investor Tunggal

NERACA Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan sementara penerbitan produk baru reksa dana investor tunggal seiring cukup banyaknya jumlah…

Sikapi Kasus Pemalsuan Deposito - BTN Yakinkan Nasabah Kondisi Kinerja Masih Solid

NERACA Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menyatakan perseroan dalam kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan…

ADHI Catatkan Kontrak Baru Rp 6,8 Triliun

NERACA Jakarta – Sampai dengan Agustus 2019, PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) mencatatkan perolehan kontrak baru senilai Rp6,8 triliun.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

PLN Terbitkan Surat Utang Rp 5,7 Triliun

NERACA Jakarta – Perkuat struktur permodalan, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggalang dana hingga Rp 5,7 triliun dari penerbitan surat…

Bidik Pasar Ekspor Timor Leste - Japfa Targetkan Volume Ekspor 1000 Ton

NERACA Jakarta – Genjot pertumbuhan pasar ekspor, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melakukan ekspor perdana produk pakan ternak ke…

Pendapatan Merdeka Copper Naik 66,95%

NERACA Jakarta - Emiten pertambangan logam, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengantongi pendapatan US$191,77 juta pada semester I/2019 atau…