Karang di Kepulauan Togean Mulai 'Mekar'

Sebagai sebuah kawasan Taman Nasional berbentuk kepulauan, Togean lekat dengan pesona pesisir dan alam bawah lautnya. Untuk menjaga kelestarian alamnya, aktivitas konservasi seperti transplantasi karang adalah hal yang harus dilakukan.Mengutip Antara, Senin (8/4), Taman Nasional Kepulauan Togean yang terletak di Kabupaten Tojo Unauna, Provinsi Sulawesi Tengah, baru saja mendapat hasil menggembirakan dari kegiatan transplantasi karang yang dilakukan setahun lalu. Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT), Ir Bustang, mengatakan sejak ditransplantasi setahun lalu, karang-karang itu sudah tumbuh sekitar 10 sampai 20 centimeter. Perkembangan pertumbuhan ini tergantung dari jenis karangnya. Dia mengatakan transplantasi karang terletak di dua titik, yaitu sekitar Pangempa dan di 'reef' satu di Kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean. "Di Pangempa ada 40 substrat dan di 'reef' satu sejumlah 240 substrat," katanya. "Transplantasi karang ini bertujuan untuk pelestarian terumbu karang yang rusak, dan berfungsi sebagai tempat ikan dan satwa laut atau biota laut. Tentunya untuk tujuan wisata bahari juga." Balai Taman Nasional Kepaluan Togean telah mentransplantasikan karang sebanyak 58.400 bibit semenjak 2017 silam.Menurut Bustang di Wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean, terdapat ratusan jenis biota laut yang dilindungi. Spesies-spesies yang dilindungi itu masih tetap terjaga dan ini menjadi tanggung jawab BTNKT untuk melindunginya. Jenis biota laut yang hidup dan berkembang biak di perairan itu di antaranya penyu, biawak Togean, kepiting kenari, kima, ikan dugong-dugong, lumba-lumba, kuda laut, ikan napoleon, karang batu (coral), ketam tapak kuda, ikan naga termasuk buaya muara dan masih banyak spesies lainnya. Saat ini sejumlah wilayah di Kepulauan Togean telah ditetapkan sebagai objek wisata prioritas Sulteng bahkan menjadi kawasan wisata strategis nasional oleh Kementerian Pariwisata."Kami sebagai lembaga yang memiliki kewenangan tentunya berupaya menjaga kelestarian laut maupun hutan, apalagi di dalamnya sudah dikelola untuk sektor pariwisata. Saat ini sudah banyak wisatawan mengeksplorasi keindahan bawah laut Togean," ujarnya.

BERITA TERKAIT

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Ini Tips Menjaga Dompet Tetap Tebal saat Wisata

Berwisata kerap disebut sebagai kegiatan menghambur-hamburkan uang. Padahal jika cukup cermat, bukan tidak mungkin bagi wisatawan bisa berhemat selama melakukan…

Malam Satu Suro, Jumlah Pendaki ke Puncak Lawu Meningkat

Jumlah pendaki Gunung Lawu (3.265 mdpl) melalui jalur Cemoro Sewu di Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur meningkat signifikan pada…

Rekreasi Jiwa di Nusa Dua

Sejumlah kegiatan seperti yoga, meditasi dan pembersihan telah merupakan telah lama dilakukan masyarakat Hindu di Bali. Kini ritual yang unik…