Indonesia Peringkat Atas Wisata Halal Terpopuler Dunia

Indonesia akhirnya berhasil menduduki peringkat teratas sebagai destinasi wisata halal populer di dunia tahun ini. Hal itu tercantum dalam studi Global Muslim Travel Index (GMTI) yang dilakukan oleh Mastercard-CrescentRating. Indonesia bukan menjadi satu-satunya negara yang berada di peringkat utama, tapi juga bersama Malaysia. Sejak tahun lalu, Malaysia memang sudah bertengger di peringkat satu, sedangkan Indonesia berada di peringkat kedua. Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan usaha Indonesia untuk menempati posisi pertama memang sudah direncanakan dan menjadi target pemerintah tahun ini. Ia mengklaim akses dan budaya pariwisata yang ada di Indonesia tak kalah dengan Malaysia. "Akses Indonesia tumbuh besar, dari segi komunikasi juga. Lalu Indonesia juga memiliki berbagai atraksi," ungkap Arief dikutip dari CNN Indonesia.com. Berdasarkan catatannya, terdapat 1.260 atraksi dari berbagai budaya. Kemudian, ratusan wisata alam yang ramah terhadap Muslim dan ribuan situs warisan. "Jadi kelemahan Indonesia tidak ada, kelemahannya tidak ada yang tahu saja," imbuhnya. Terlebih, ia mengklaim Indonesia lebih siap dibandingkan dengan Malaysia sebagai destinasi halal karena memiliki Indonesia Muslim Travel Index (IMTI). Salah satu program yang dibuat pemerintah untuk memperlihatkan peringkat destinasi di Indonesia yang ramah terhadap wisatawan Muslim."Lombok menjadi yang pertama di IMTI, wisata halal terbaik 2019," kata Arief. Dalam kesempatan yang sama, CEO CrescentRating dan HalalTrip Fazal Bahardeen mengatakan pencapaian Indonesia menduduki peringkat pertama tahun ini tak lepas dari upaya pemerintah dalam mengucurkan investasi di sektor pariwisata melalui pengembangan infrastruktur di berbagai daerah."Setelah sebelumnya berada di tingkat kedua, sekarang nomor satu bersama dengan Malaysia dengan skor 78," paparnya. Sementara, negara yang masuk dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) lainnya, seperti Turki, Arab Saudi, Maroko, Oman, dan Brunei Darussalam juga masuk dalam 10 besar wisata halal terpopuler. Bahardeen menyebut negara-negara itu menawarkan destinasi ramah lingkungan terhadap wisatawan Muslim millennial. Berikut adalah 10 negara OKI yang menjadi destinasi wisata halal terpopuler 2019: Malaysia, Indonesia, Turki, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei. Sebelumnya Pariwisata halal (halal tourism) menjadi industri yang dianggap menjanjikan oleh para pelaku pariwisata dunia. Tidak sedikit negara yang berlomba-lomba memanjakan para wisatawan Muslim dengan fasilitas halal di berbagai lini, mulai makanan, akomodasi, hingga destinasi. Untuk memantapkan posisi sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia, Pemerintah Indonesia menggelar Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2019. Nantinya IMTI akan menjadi ajang penghargaan bagi fasilitas dan layanan wisata halal terbaik se-Indonesia. IMTI 2019 diluncurkan di Lobby Lantai 2 Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin siang (8/4).IMTI 2019 menjadi acuan dalam standardisasi global destinasi pariwisata halal Indonesia 2019 dengan mengacu pada standar Global Muslim Travel Index (GMTI), karena empat kriteria GMTI yang meliputi akses, komunikasi, lingkungan, dan layanan juga diterapkan di IMTI. Indonesia tahun ini menargetkan menjadi ranking pertama sebagai destinasi pariwisata halal terbaik dunia versi GMTI. Tahun lalu Indonesia berada di posisi kedua, beriringan dengan Uni Emirat Arab. Sedangkan posisi pertama diamankan oleh Malaysia. "Menpar mentargetkan tahun ini pariwisata halal Indonesia mencapai 5 juta wisatawan mancanegara (wisman) Muslim atau tumbuh dari posisi tahun lalu sebanyak 2,6 juta wisman Muslim, dengan data realisasi hingga November 2018 mencapai 2,4 juta wisman Muslim," kata Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar, Ni Wayan Giri Adnyani, dalam jumpa pers usai peluncuran IMTI 2019. Direktur Mastercard Indonesia Tommy Singgih, serta CEO of CrescentRating dan Halal Trip Fazal Bahardeen pada kesempatan itu menjelaskan target pertumbuhan pariwisata halal Indonesia sebesar 42 persen, sejalan dengan tumbuhnya halal tourism dunia yang signifikan. Menurutnya diproyeksikan pengeluaran wisatawan halal tourism mencapai US$ 274 miliar pada 2023 atau tumbuh di atas 7,6 persen, sementara pada 2017 jumlah pengeluaran wisatawan Muslim dunia mencapai US$ 177 miliar. Sementara itu CEO CrescentRating dan HalalTrip, Fazal Bahardeen, mengatakan pariwisata halal menyediakan kesempatan yang besar bagi Indonesia untuk memperluas perkembangan ekonominya. "Indonesia memiliki beberapa keunggulan komparatif seperti negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, memiliki banyak pantai yang indah, infrastruktur dasar, serta warisan budaya yang beragam," ujarnya. "Hal tersebut membuat Indonesia berapa pada posisi yang tepat untuk menjadi salah satu destinasi wisata halal global terbaik. IMTI akan membantu para pemangku kepentingan di sektor pariwisata untuk memainkan peran penting dalam mempercepat pertumbuhan pariwisata halal di Indonesia."

BERITA TERKAIT

Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya - Pimpinan Ponpes Al Fath Sukabumi

Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Atas Segalanya Pimpinan Ponpes Al Fath Sukabumi NERACA Sukabumi - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Fath…

Fitch Rating Beri Peringkat BB- Japfa Comfeed

NERACA Jakarta –Pencapaian positif kinerja PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) sepanjang tahun 2018 kemarin membuahkan hasil positf. Dimana lembaga…

Dunia Usaha - Pasar Masih Potensial, Pertumbuhan Industri Kacamata Dipacu

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian terus mendorong tumbuhnya industri kacamata di dalam negeri melalui peningkatan investasi. Di samping itu juga…

BERITA LAINNYA DI WISATA INDONESIA

Objek Wisata Sejarah di Peneleh yang Terabaikan

Peneleh merupakan salah satu kampung kuno di Surabaya yang sudah berusia ratusan tahun. Kampung ini menjadi saksi perjalanan Surabaya, bahkan…

Masjid Kesultanan Ternate Jadi Tujuan Wisatawan pada Ramadan

Masjid Kesultanan Ternate menjadi tujuan utama bagi wisatawan saat berkunjung di wilayah di Maluku Utara (Malut) pada Bulan Suci Ramadan.…

Menelusuri Sejarah Kampung Deret di Jakarta

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kampung Deret, di Jalan Tanah Tinggi I, Johar Baru, Jakarta Pusat, pada Selasa (21/5), untuk…